SKRIPSI PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM STUDI FISIKA IMPLEMENTASI METODE BERPROGRAMA, PENEMUAN DAN CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN FISIKA




" IMPLEMENTASI  METODE BERPROGRAMA,  PENEMUAN DAN  CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR
PADA MATA PELAJARAN FISIKA "



BAB I
PENDAHULUAN

1.2. Latar Belakang  Masalah


Sistem pembelajaran modern salah satu cirinya adalah mengembangkan proses belajar mengajar yang diarahkan pada kegiatan siswa atau Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Hal ini juga harus ditunjang dengan penggunaan metode mengajar yang mendukung terlaksananya CBSA tesebut. Metode pembelajaran yang direncanakan tersebut terus dapat mendukung hasil belajar secara optimal. Menurut Winarno Surachmat, hasil belajar sebagai tujuan belajar tidak boleh lepas dari pengumpulan pengetahuan, penemuan konsep dan kecekatan, serta pembentukan sikap dan perbuatan. (1986:65)
Sejalan dengan usaha pencapaian hasil belajar secara optimal segenap perolehan siswa dari suatu pelajaran dapat dikatakan sebagai titik akhir sementara pada proses beloajar mengajar yang telah berlangsung. Hasil belajar nampak pada perubahan tingkah laku, reaksi dan sikap siswa secara fisik maupun mental. Keadaan ini menjadi suatu kesatuan yang menyukuruh pada perubahan tingkah laku sebagai hasil utama dari keseluruhan proses hasil belajar mengajar. Mengingat hal tersebut, maka hasil belajar suatu materi pelajaran tertentu akan turut berperan dalam pencapaian tujuan belajar secara umum. Penyelenggaraan proses belajar yang efektif dan efisien diperlukan untuk memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Hal ini sebagai konsekwensi dari keterkaitan antara hasil belajar suatu materi tertentu terhadap tujuan belajar. Demikian pula halnya dalam pencapaian materi tertentu membutuhkan metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan bagaimana cara mempelajarinya.
Efektifnya suatu metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar, dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Karena dari hasil belajar tersebut tercermin perlibatan mental secara penuh antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Menurut Sudirman N, dkk, suatu metode yang digunakan oleh guru tidak selamanya berat, namun tergantung pada bagaimana guru dan murid dapat melibatkan mentalnya dengan sepenuhnya.(1991:111)
Rasio efektifitas suatu metode  mengajar sulit dipastikan, karena penggunaan metode pembelajaran tersebut masih membutuhkan penyesuaian-penyesuaian pada sekolah yang bersangkutan, sehingga ada kemungkinan antara tiga metode mengajar yang disamakan secara efektif untuk menyampaikan materi yang sama
Pelakasanaan proses belajar mengajar  di SMU I Temon Kulon Progo banyak metode mengajar yang digunakan dalam menyampaikan materi fisika,adalah :metode ceramah ,metode diskusi ,metode demontrasi. Namun metode berprograma dan metode penemuan belum digunakan.Sehingga bertolak dari hal tersebut maka penelitian dalam hal ini ingin mencobakan apakah ada perbedaan hasil belajar antara metode berprograma,metode penemuan dan metode ceramah pada mata pelajaran fisika pokok bahasan kinematika gerak lurus pada siswa kelas 1 SMU I Temon Kulon Progo.
Dari ketiga metode mengajar diatas ada kelebihan dan ada kekurangannya,namun menurut penulis metode penemuan lebih unggul dari metode yang lain.hal ini hanya sebatas perkiraan saja,namun akan terbukti ketika penulis melakukan penelitian.Selain hal tersebut diatas , sepanjang pengetahuan peneliti , di SMU I Temon Kulon Progo belum ada peneliti lain yang mengadakan penelitian dengan masalah yang sama yang di lakukan oleh peneliti.  

1.3. Rumusan Masalah

Adapun masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah :
Adakah perbedaan antara prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Kinematika Gerak Lurus  Kelas 1 yang menggunakan: metode berprograma, metode penemuan, metode ceramah.
Metode mana yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan prestasi siswa kelas 1 SMU 1 Temon Kulon Progo Yogyakarta tahun pelajaran 2004/20051.4. Batasan Masalah

1.5. Tujuan Penelitian

      Sesuai dengan masalah penelitian yang diungkap pada pereumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah:
a.Mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa dengan penerapan metode berprograma, metode penemuan, dan metode ceramah pada pokok bahasan Kinematika Gerak Lurus pada semester 1 kelas 1 SMU 1 Temon Kulon Progo Yogyakarta tahun pelajaran 2004/2005.
b. Mengetahui metode mana yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode berprograma, penemuan dan ceramah pada mata pelajaran fisika pokok bahasan kinematika gerak lurus pada siswa kelas I SMU I Temon Kulon Progo Semester I th. 2004/2005.

1.6. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai :
Bahan masukan bagi sekolah, khususnya SMU I Temon Kulon Progo semester I th.2004/2005
Bahan pertimbangan hasil staf pengajar SMU I Temon Kulon Progo dalam memilih strategi mengajar khususnya kelas I semester I dan sekolah lainnya pada umumnya.
Dasar acuan bagi peneliti di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta khususnya program pendidikan.
Tambahan pengetahuan bagi peneliti dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam bentuk penelitian

1.7. Tinjauan Pustaka

Sepanjang penulis ketahui bahwa belum ada buku yang membahas tentang perbedaan hasil belajar antara metode berprograma, metode penemuan dan metode ceramah. Di dalam buku “Proses Belajar Mengajar” oleh B.Suryo Subroto di dalamnya hanya berisi secara garis besar kelemahan dan kelebihan metode.(1997:165-168). Di samping itu juga dalam buku Tehnologi Pendidikan oleh S.Nasution di dalamnya hanya berisi tentang pengertian tentang metode-metode mengajar beserta ciri-cirinya, bukan perbedaan antara metode-metode pengajaran tersebut.(1987:58).
Di dalam buku Diktaktik Metodik Pendidikan Umum oleh Imansyah Alipandle di dalamnya hanya berisi secara garis besar tentang metode ceramah, sedangkan metode berprograma di dalamnya tidak dijelaskan oleh sebab itu dari buku-buku yang penulis baca, bahwa belum ada judul buku yang membahas tentang perbedaan hasil belajar antara ketiga metode tersebut. Oleh karenanya penulis memberanikan diri untuk menulis skripsi ini.(1984:75)






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Pustaka tentang Metode Mengajar
Setelah tujuan dan materi dirumuskan,maka dalam proses belajar mengajar,maka perlu dipertimbangkan metode mana yang paling tepat untuk digunakan didalam proses belajar mengajar sehingga hasil yang belajar yang diharapakan dapat tercapai.
            Berkaitan dengan hal di atas dikatakan bahwa ,metode mengajar adalah cara guru mengajar  (Engkoswara ,1998 :45 ) .Sedangkan Imansyah Alipandle mengatakan bahwa, metode adalah cara yang sistematis yang digunakan unatuk mencapai tujuan (1984 :71) .Berdasar pendapat kedua diatas dapat disimpulkan bahwa metode mengajar adalah cara guru didalam menympaikan materi secara sistematis untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.
           Memilih metode pengajaran perlu diperhatikan beberapa pertimbangan,yaitu :
a.       Tujuan yang hendak dicapai ;
b.      Bahan atau materi pengajaran ;
c.       Jumlah siswa yang akan menerima pengajaran ;
d.      Kemampuan guru dan kemampuan siswa ;
e.       Media / sarana – prasarana pengajaran yang tersedia ;
f.       Waktu yang dibutuhkan ;
g.      Keseluruhan situasi bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar   (Oemar H Malik ,1975 :92 ) .
          Penggunaan metode mengajar  sangat bergantung pada guru sebagai pemegang manajemen kelas dan sekaligus akan menentukan berhasil tidaknya pencapaian tujuan yang hendak dicapai.Menurut S. Nasution mengatakan bahwa:
"Mengajar belajar adalah kegiatan guru dan murid untuk mencapai tujuan tertentu.Diduga semakin jelas tujuan  semakin jelas kemungkinan – kemungkinannya ditemukan metode yang serasi . Namun tidak ada pegangan yang pasti cara mendapatkan metode mengajar yang paling tepat .Tetapi baik tidaknya suatu metode mengajar   baru terbukti  dari hasil belajar murid . Bila hasil belajar murid tercapai ,maka dianggap telah terjadi proses belajar mengajar yang tepat " ( 1987 : 54 )
           Berdasarkan uraian diatas ,disebutkan bahwa banyak macam metode mengajar yang dapat dipakai dalam pengajaran Fisika . Dari sekian banyak metode mengajar tersebut penulis sengaja hanya membahas metode berprograma , metode penemuan dan metode ceramah saja , dengan  maksud untuk dibandingkan tingkat efektifitasnya dengan jalan  mengadakan penelitian . Mana diantara metode itu yang lebih efektif dalam pengajaran Fisika khususnya pada pokok bahasan Kinematika Gerak Lurus.

2.2. Tinjauan Pustaka tentang Metode Berprograma
Berdasarkan pengertian judul yang telah disebutkan bahwa metode berprograma merupakan suatu metode mengajar yang memungkinkan siswa untuk mempelajari sendiri bahan-bahan yang telah disusun secara sistem, atas dengan digantu oleh alat-alat yang sebagian besar bekerja secara otomatis, yang menyebabkan siswa dapat berdialod langsung dengan bahan-bahan yang telah disediakan oleh tanggung jawab sendiri.
Berkaitan dengan hal itu, dalam buku teknologi pendidikan dikatakan bahwa “pengajaran berprograma yang diajarkan oleh skinner dan kemudian dimodifikasi oleh Crowder pada prinsipnya terdiri atas langkah-langkah yang tersusun menurut urutan yang membawa murid dari apa yang telah diketahuinya, yaitu tujuan pembelajaran itu, langkah-langkah itu ditunjukkan berdasarkan analisa keseluruhan bahan yang akan disampaikan. Tiap bahan dituangkan dalam bentuk frame atau bingkai yang berisi suatu pernyataan yang harus dijawab oleh pelajar. Jawaban antara respon siswa segera dinilai sehingga siswa mengetahui apakah ia benar atau salah, kesalahan diperbaiki dan murid melanjutkan kesalahan. (S. Nasution, 1987 :58)
Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran berprograma merupakan suatu cara penyajian pelajaran secara programatis, sehingga murid dapat mempelajarinya sendiri. Bingkai-bingkai tersebut dapat berbicara secara langsung dengan pembicara tentang apa yang harus diperhatikan, apa yang harus diperbuat, apa yang diperbuat itu benar atau salah serta apa yang harus diperhatikan sesudah itu sebagai kelanjutan.
Adapun ciri-ciri pengajaran berprograma adalah:
a.       Bahan dipecah-pecah menjadi bingkai-bingkai atau unit-unit bagi yang kecil
b.      Terdapat soal tertentu dalam setiap unit, tiap unit memberikan kemungkinan kepada murid untuk merespon. Ini berarti ada aktifitas antara murid dan programa
c.       Terdapat ketentuan yang segera apakah siswa merespon dengan benar atau salah. Jika respon itu salah maka akan segera membenarkannya sendiri
d.      Unit disusun yang sebenarnya ke arah yang lebih kompleks sehingga mudah ditangkap dan dipelajari berangsur-angsur (Engkoswara, 1980: 86)
           Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pada pengajaran berprograma bahan dipecah-pecah  dalam bentuk bingkai-bingkai dan setiap bingkai memuat soal tertentu untuk diberi respon oleh siswa.selanjutnya siswa dapat segera mengetahui apakah respon yang diberikan itu benar atau salah.Hal ini dapatdiketahui melalui bingkai berikutnya yang dibaca oleh siswa.Penyusunan bingkai tersebut dimulai dari yang mudah menuju kearah yang lebih sulit sampai bahan yang disampaikan selesai.
2.2.1. Kelebihan Metode Berprograma
Suatu metode yang digunakan dalam pembelajaran sangat penting diperhatikan oleh seorang guru ,karena hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar yang dihasilkan.Setiap metode pembelajaran mempunyai kelebihan dan juga kelemahan.Adapun kelebihan dari metode berprograma adalah:
a.       Langkah-langkah menuju tujuan dapat dikontrol atau diatur dengan jaminan yang tiggi bahwa tujuan akan tercapai sepenuhnya;
b.      Feedback yang langsung atau segera,sehingga dapat segera diketahui kesalahan murid untuk diperbaiki ;
c.       Partisipasi aktif dari pihak murid ;
d.      Kesempatan bagi murid untuk belajar dan maju menurut kecepatan masing-masing” (S.Nasution ,1987 :59-60)
Berdasarkan pendapat diatas dapat diketahui ,bahwa dengan menggunakan metode berprograma siswa dilibatkan secara aktif dalam proses belajar mengajar dengan sedikit mendapat bimbingan dari pengajar apabila terdapat kesulitan.Selain itu siswa kesempatan untuk belajar dan maju kecepatannya masing-masing sehingga anak yang cepat tidak mengganggu anak yang lambat dan sebaliknya. 
2.2.2. Kelemahan Metode Berprograma
Selain kelebihan yang dimiliki oleh metode berprograma ada pula kelemahannya:
“Kelemahan dari metode berprograma adalah:
a.       Program ini sering panjang lebar dan karena itu membosankan, kecuali bila diberi kesempatan untuk maju menurut kecepatan masing-masing siswa;
b.      Tidak memberi kesempatan individualisasi bahan pelajaran, karena bahan pelajaran dan cara mempelajarinya telah ditentukan,
c.       Sedikit kemungkinan membuat kesalahan karena program ini telah diatur sedemikian rupa sehingga langkah-langkah itu sangat mudah untuk dijawab dengan baik”. (S. Nasution, 1987: 59-60)
Setelah mengetahui kelemahan dari metode berprograma itu, maka guru atau pengajar diharapkan dapat mencari alternatif lain untuk menutupi dari kekurangan-kekurangan yang ada, termasuk bagaimana guru harus memahami dan mengetahui cara dan tehnik pembuatan buku berprograma agar sesuai yang diharapkan.
2.2.3. Tinjauan Pustaka tentang Metode Penemuan
Mengenai metode penemuan, Sund (dalam Roestiyah N-K) berpendapat bahwa discovery (penemuan) adalah proses mental di mana siswa mampu mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip (2980: 20).
Selanjutnya dikatakan juga oleh Rosefendi E-T bahwa yang dimaksud dengan metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri. (1980: 209).
Berdasarkan pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa dalam metode penemuan dimungkinkan siswa menemukan sendiri pola-pola atau struktur-struktur yang dipelajari melalui pengalaman yang lampau sehingga guru tidak menyelesaikan masalah-masalah bagi siswanya, melainkan membuat siswanya menyelesaikan sendiri masalahnya,akan tetapi jika siswa itu dalam menghadapi masalah kesulitan, maka guru memberikan pertolongan atau bimbingan.
2.2.4. Kelebihan Metode Penemuan
Mengenai metode penemuan ini seperti halnya metode berprograma, juga mempunyai kelebihan-kelebihan dan juga kekurangan-kekurangan.
“Kelebihan metode penemuan adalah:
1.      Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berfikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir;
2.      Siswa memahami dengan benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses menemukannya sehingga lebih lama diingat;
3.      Menemukan sendiri menumbuhkan rasa puas. Kepuasan intrinsik ini mendorongnya ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat;
4.      Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan menggunakan metode penemuan akan lebih mampu mentransferkan kemampuannya ke berbagai konteks;
5.      Melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri”. (Sudjana; 1986: 89-90).
Menyimak kelebihan yang dimiliki oleh metode penemuan di atas maka dapat disimpulkan bahwa, metode penemuan dapat digunakan untuk melatih siswa agar belajar sendiri menemukan konsep sehingga apa yang didapat lebih lama untuk diingat dan meningkatkan semangat belajarnya.
2.2.5. Kelemahan Metode Penemuan
Adapun kelemahan yang dimiliki oleh metode penemuan, adalah:
1.      Metode ini banyak menyita waktu, juga tidak menjamin siswa untuk dapat bersemangan menemukan;
2.      Tidak tiap guru mempunyai selera atau kemampuan mengajar dengan cara penemuan, kecuali itu tugas guru sekarang cukup berat;
3.      Tidak semua anak mampu melakukan penemuan apabila bimbingan guru tidak sesuai dengan kesiapan intelektual siswa, dapat merusak struktur pengetahuannya, juga bimbingan yang terlalu banyak dapat mematikan inisiatifnya;
4.      Metode ini tidak dapat digunakan untuk mengajarkan tiap topik;
5.      Kelas yang banyak muridnya akan sangat merepotkan guru dalam memberikan bimbingan dan pengarahan belajar dengan metode penemuan. (Sudjana, 1986: 90-91).
Berdasarkan kelemahan-kelamahan yang ada pada metode penemuan, maka guru harus benar-benar mampu memilih topik yang sesuai dengan melihat kondisi siswa sebagai obyek dalam proses belajar mengajar.
2.2.6. Tinjauan Pustaka tentang Metode Ceramah
Berdasarkan pengertian judul yang telah disebutkan di atas bahwa metode ceramah merupakan penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya. Selama berlangsungnya ceramah, guru dapat menggunakan alat-alat pembantu seperti gambar-gambar bagan, agar urusannya menjadi jelas, tetapi metode utama dalam perhubunag gur dan murid adalah berbicara. Di dalam menggunakan metode ceramah, ketika guru menjelaskan materi, kemudian memberikan contoh, setelah itu memberukan soal-soal sesuai dengan materi yang telah disampaikan.
Tehnik ini juga banyak digunakan hampir dalam segala kegiatan baik di sekolah, kursus-kursus atau penataran, karena dianggap sebagai cara yang paling baik bagi seorang guru atau pentar atau pelatih untuk menyajikan secara lisan tentang informasi suatu pelajaran. Dalam metode ceramah sesuai dengan maksudnya sebagai penerangan atau penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas, maka peranan murid adalah mendengarkan denga teliti serta mencatat hal-hal yang penting secara garis besar atau menanyakan hal-hal yang belum jelas yang diberikan oleh guru (Imansyah Alipande; 1984: 76).
Berkenaan dengan sifatnya, metode yang demikian maka biasanya secara wajar metode ceramah dilaksanakan dalam hal apabila;
a.       Guru akan menyampaikan fakta-fakta kenyataan atau pendapat-pendapat di mana tidak ada bahan bacaan yang menerangkan fakta-fakta tersebut
b.      Guru harus menyampaikan fakta kepada murid-murid yang besar jumlahnya, sehingga metode lain tak mungkin dipakai
c.       Guru menghendaki berbicara yang bersemangat untuk merangsang murid-murid mengerjakan sesuatu
d.      Guru akan menyampaikan pokok penting yang telah dipelajari untuk memperjelas murid dalam melihat hubungan antara hal-hal yang penting lainnya
e.       Guru akan memperkenalkan hal-hal baru dalam kerangka berpikir hipotesis
2.2.7. Kelebihan dari penggunaan metode ceramah
Metode ceramah dalam pelaksanaannya memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Nyoman Kertisia: Kelebihan dari penggunaan metode ceramah antara lain:
1.      Menghemat waktu, sebab gagasan-gagasan guru segera dibawa ke pusat perhatian;
2.      Metode ini memungkinkan guru menggunakan pengalamannya, pengetahuannya dan kebijaksanaannya, tidak hanya mengandalkan kepada metode yang menyebabkan siswa berusaha mencari sendiri mencoba-mencoba (trial and error)
3.      Metode ini memungkinkan guru berhadapan dengan siswa dalam jumlah yang besar, bila perlu dapat menjelaskan materi yang banyak.
4.      Metode ini dapat mendorong siswa membawa dan belajar dari sumber-sumber lain.
2.2.8. Kelemahan Metode Ceramah

Namun demikian seringkali metode ceramah mendapat kritikan yang disebabkan kekurangan-kekurangan dalam metode ceramah antara lain:
  1. Metode ini cenderung menjadi pesan satu arah dengan siswa mengambil peran aktif
  2. Metode ini menyebabkan guru membahas hal-hal yang sebenarnya dapat dengan mudah dapat dibaca oleh siswa
  3. Sukar mengukur tingkat belajar siswa ataupun minatnya, terutama pada waktu ceramah itu berlangsung;
  4. Metode ini tidak memadai untuk mengajarkan ketrampilan dan sikap;
  5. Metode ini kadang membosankan siswa. (Sulistyo (skripsi), 1998: 27)
Beberapa kelemahan dari metode ceramah tersebut dapat diatasi dengan metode lain, yaitu dengan menggunakan beberapa alternatif misalnya menggunakan metode berprograma atau menggunakan metode penemuan. 

Advertisement

0 Response to "SKRIPSI PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM STUDI FISIKA IMPLEMENTASI METODE BERPROGRAMA, PENEMUAN DAN CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN FISIKA"

Post a Comment