SKRIPSI PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN STUDI KEADAAN SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG AKTIFITAS PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR



"STUDI KEADAAN SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG AKTIFITAS
PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH
DASAR "

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian intergral dari pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitaas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui
aktivitas jasmani. Menurut Adang Suherman (1999/2000) bahwa,”Pendidikan jasmani merupakan bagian dari program pendidikan umum yang memberi kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh”. Pendidikan jasmani adalah pendidikan yang menggunakan aktivtas jasmani sebagai media utama mencapai tujuan pembelajaran, adapun aktivitas utamanya adalah cabang-cabang olahraga.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang diajarkan di sekolah
 peranan yang sangat penting di antaranya: memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar yang diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik dan sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. . Kesegaran jasmani merupakan salah satu unsur untuk meningkatkan kualitas manusia, pendidikan jasmani adalah pendidikan yang menggunakan jasmani sebagai titik pangkal mendidik anak dan anak dipandang sebagai satu kesatuan jiwa raga. Dengan demikian tujuan pendidikan jasmani disekolah identik dengan tujuan pendidikan. Menurut Ratal Wirjasatonsa (1984: 25) istilah pendidkan jasmani berkembang sejak perjuangan fisik, dengan terbitnya Undangundang No. 4 tahun 1950, memberikan landasan yang kuat pendidikan jasmanni disekolah. Dalam Bab VI pasal 9 tercantum:
“…….Pendidikan jasmani yang menuju keselarasan antara tumbuhnya badan dan perkembangan jiwa merupakan satu usaha untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sehat lahir batin, diberikan kepada semua jenis sekolah”.
Dari uraian di atas diharapkan dapat tercapai tujuan pendidikan jasmani. Olahraga merupakan suatu bentuk pendidikan individu dan masyarakat yang mengutamakan peningkatan dan pemanfaatan fisik manusia. Olahraga adalah salah satu cara belajar mengenai dunia sekelilingnya dan diri sendiri oleh karena itu olahraga merupakan bagian integral dari pendidikan yang dapat memberikan sambungan yang berharga bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia seutuhnya yang berlangsung seumur hidup.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan mata pelajaran yang memiliki kontribusi besar untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan
secara keseluruhan. Tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dapat tercapai, jika materi-materi dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diajarkan dengan baik dan benar. Menurut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2007: 20) bahwa, “Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Jasmani
Olahraga dan Kesehatan meliputi aspek: permainan olahraga, aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik dan kesehatan”. Mengingat pentingnya jasmani yang kuat agar dapat melaksanakan tugas sehari-hari maka pendidikan jasmani menjadi kunci bagi peningkatan kemampuan jasmani disekolah. Mutu, kesuksesan dan keberhasilan pembelajaran pendidikan jasmani sangat dipengaruhi unsur-unsur antara lain: guru sebagai unsure utama, siswa, kurikulum, tujuan, metode, sarana dan prasarana, penilaian, dan suasana kelas. Pendidikan jasmani disekolah juga memiliki peranan penting diantaranya: memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Agar pembelajaran pendidikan jasmani efekif diperlukan sarana dan prasarana yang sesuai dengan materi pembelajaran, apalagi untuk mencapai keberhasilan pembelajaran semakin menuntut kondisi, mutu, keadaan dan jumlah sarana dan prasarana yang memadai.
Kelancaran pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tidak terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Adanya sarana dan prasarana yang memadai akan mencerminkan kualitas pendidikan, sehingga tujuan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan akan tercapai dengan baik.Namun sebaliknya, sarana dan prasarana yang kurang memadai akan berdampak pada rendahnya kualitas pendidikan, bahkan kurikulum tidak akan berjalan. Soekatamsi dan Srihati Waryati (1996:10) berpendapat. ”Olahraga di sekolah harus diusahakan agar diperlukan sama dengan hal-hal lain dalam kurikulum, dan harus disediakan bangsal dan lapangan olahraga dengan jumlah dan luas yang cukup sehingga memungkinkan pelaksanaan program olahraga dapat dilakukan dengan penuh oleh setiap murid. Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penunjang untuk
mencapai hasil belajar yang optimal. Dalam pengajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sarana dan prasarana yang memadai sangat penting untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas proses belajar mengajar pendidikan jasmani. Kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan besar sekali manfaatnya bagi guru dan siswa, sehingga pembelajaran dapat berjalan lancar serta tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Namun sebaliknya sarana dan prasarana yeng tidak lengkap atau tidak sesuai dengan kurikulum akan menyulitkan Guru dan siswa sehingga materi tidak dapat disampaikan pada siswa dan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai.
Di dalam proses belajar mengajar sarana dan prasarana pendidikan ke beradaanya sangat diperlukan. Pencapian tujuan pendidikan sangat tergantung dari sarana dan prasarana pendidiknya. Tujuan pendidikan akan berjalan lancar jika di dukung dengan sarana dan prasarana yang cukup dan memadai baik dari kualitas maupun kuantitas. Berkaitan dengan sarana dan prasarana penelitan akan mengkaji kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten tahun
2009.
Berdasarkan jumlah Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten tahun 2009 sebanyak 36 Sekolah Dasar Negeri. Dari 36 Sekolah Dasar Negeri tersebut belum diketahui keadaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Apakah sudah ideal ataukah belum ideal karena belum diketahui keadaan prasarana dan pendidikan jasmani dan kesehatan.
Berdasarkan kenyataannya bahwa masih banyak anggapan di sekolahsekolah bahwa prasarana dan sarana pendidikan jasmani dianggap kurang penting dibandingkan dengan prasarana dan sarana pelajaran lainnya seperti pelajaran
Kimia, Biologi, IPA, Matematika, sehingga tidak jarang prasarana dan sarana pendidikan jasmani di sekolah-sekolah di kesampingkan. Jika prasarana dan sarana pendidikan jasmani di sekolah dikesampingkan, maka pembelajaran tidak dapat berjalan. Di samping itu juga, kualitas dan kondisi prasarana dan sarana pendidikan jasmani yang kurang atau tidak ideal serta tidak layak masih digunakan dalam pembelajaran, sehingga akan mempengaruhi guru pendidikan jasmani dalam mengajar dan keahlian yang dimilikinya. Peralatan olahraga yang tidak layak pakai justru menjadi masalah bagi guru dalam mengajar, bahkan dapat membahayakan siswa. Tetapi sebaliknya, jika jenis, jumlah, kualitas dan kondisi sarana dan prasarana pendidikan jasmani lengkap dan memenuhi syarat akan membantu guru pendidikan jasmani dalam membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam pelajaran pendidikan jasmani, sehingga membantu keberhasilan tujuan pendidikan.
Melengkapi jenis, jumlah dan kondisi prasarana dan sarana pendidikan jasmani adalah sangat penting. Penyediaan prasarana dan sarana pendidikan jasmani yang ideal sangat menunjang terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan jasmani. Peralatan yang kurang lengkap menyebabkan kerugian pada materi pelajaran, waktu serta tenaga dalam proses belajar mengajar.
Peralatan olahraga yang tidak lengkap juga menimbulkan kurangnya interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah, sehingga mengakibatkan prestasi belajar pendidikan jasmani akan turun, berdampak pada penurunan tingkat kesegaran jasmani siswa yang pada akhirnya akan mempengaruhi pencapaian prestasi belajar secara keseluruhan.
Kondisi sarana dan prasarana pendidikan sangat penting. Penyediaan sarana dan prasarana dalam pendidikan jasmani yang ideal sangat menunjang terhadap pelaksanaan proses balajar mengajar pendidikan jasmani. Peralatan olahraga yang tidak lengkap juga menimbulkan kurangnya interaksi antara guru dengan peserta didik dalam proses belajar mengajar di sekolah, sehingga prestasi belajar pendidikan jasmani akan menurun.
Permasalah-permasalahan yang telah dikemukakan di atas yang melatar
belakangi judul penelitian “Studi Keadaan Sarana dan Prasarana Penunjang Aktifitas Pendidikan Jasmani Olahraga Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan
Jatinom Kabupaten Klaten tahun 2009”.


NB : JIKA SOBAT INGIN VERSI LENGKAP DARI SKRIPSI INI , SILAHKAN REQUEST DI KOLOM KOMENTAR DENGAN MENINGGALKAN E-MAIL SOBAT. UNTUK FAST RESPON SILAHKAN HUB.SAYA DI NO.KONTAK DIATAS...............
Advertisement
 

0 Response to "SKRIPSI PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN STUDI KEADAAN SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG AKTIFITAS PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR"

Post a Comment