SKRIPSI ILMU KOMPUTER SISTEM PENGAMANAN PINTU RUANGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI PASSWORD JARI DAN KARTU MEMANFAATKAN PPI 8255 MODUS 0 DIDUKUNG OLEH BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI 5.0



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Balakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, telah berpengaruh dan memiliki arti penting terhadap kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan adanya berbagai kemudahan yang ditawarkan dan disediakan. Sehubungan dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi itu, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang cakap dan siap untuk memanfaatkannya, sehingga manusia tidak ketinggalan, atau dengan kata lain dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada.
Salah satu perkembangan teknologi yang pesat terlihat pada bidang teknologi berbasiskan komputer. Meningkatnya teknologi berbasiskan komputer ini, juga berpengaruh terhadap kebutuhan akan  pengamanan yang canggih. Apakah pada hal-hal yang menyangkut keselamatan, kekayaan, keamanan negara atau kerahasian lainnya.
Instansi-insatansi seperti laboratorium ,perkantoran dan lain-lain, biasanya memiliki ruangan yang tidak semua orang bebas masuk, karena biasanya menyimpan informasi dan dokumen-dokumen yang rahasia.  Untuk menjaga keamanan itu maka dibutuhkan suatu sistem pengamanan yang baik guna mencegah terjadinya  penyusupan dan pencurian data. Untuk menjamin tingkat kerahasiaan tersebut dapat digunakan kode-kode dengan berbagai variasi kombinasi, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengakses kode ini. Keseluruhan kode-kode ini dapat diwujudkan dengan menggunakan kombinasi-kombinasi lubang yang ada pada suatu kartu (card) khusus.
Pengamanan ruangan secara manual selama ini dinilai kurang efektif karena apabila terjadi penyusupan, kehilangan atau pencurian data sangat susah dalam mendeteksi pelakunya. Oleh sebab itu, merupakan hal yang menarik untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dengan merancang suatu sistem yang mampu mengatasi permasalahan tersebut dan sekaligus menjadi judul skripsi, yaitu :   SISTEM PENGAMANAN PINTU RUANGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI PASSWORD JARI DAN KARTU MEMANFAATKAN PPI 8255 MODUS 0 DIDUKUNG OLEH BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI 5.0”.

1.2  Perumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang pemilihan judul di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Input dibaca dari kombinasi lubang yang ada pada kartu (card) dan kombinasi saklar yang aktif karena  ditekan oleh jari user.
2.      Perpindahan data antara komputer dengan peralatan luar terjadi melalui port-port PPI. Sebagai pengendali PPI Card, menggunakan program pengendalian, dalam hal ini menggunakan Bahasa Pemrograman Borland Delphi 5.0.
3.      Performance alat disimulasikan untuk membuka dan menutup pintu ruangan secara otomatis.


1.3  Ruang Lingkup Masalah
            Untuk memfokuskan penelitian agar tidak mengembang, maka penelitian dibatasi, yaitu mencakup :
1.      Pengontrolan sepenuhnya dilakukan oleh Personal Computer beserta komponen pendukungnya.
2.      Interface yang digunakan adalah  Programmable Peripheral Interface (PPI) 8255 dengan modus pengalamatan modus 0.
3.      Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Bahasa Pemrograman Borland Delphi 5.0

1.4  Hipotesa
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka dapat diambil beberapa hipotesa diantaranya :
1.       Dengan adanya sistem pengamanan berbasiskan komputer maka orang-orang yang bisa masuk dapat dikontrol, karena hanya orang yang memegang card dan sudah terdaftar dalam database komputer  saja yang bisa membuka pintu.
2.       Apabila terjadi penyusupan, maka dapat dilihat dari database para user yang masuk pada saat itu sehingga memudahkan dalam mencari penyusup tesebut.
3.       Ketika pintu dibuka, maka pada monitor akan ditampilkan identitas orang yang masuk pada saat itu sehingga akan memudahkan dalam melakukan pengontrolan.



1.5  Tujuan Penelitian
            Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah :
1.      Memahami instruksi serta prinsip kerja dari PPI 8255.
2.      Membuktikan bahwa PC itu tidak hanya bisa digunakan untuk pengolahan, penyimpanan, dan pengambilan data, tetapi juga bisa digunakan untuk  hal-hal lain yang bersifat khusus seperti  pengontrolan dan sebagainya.
3.      Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan secara langsung, sehingga dapat lebih memahami dan mengembangkannya.

1.6  Metode Penelitian
            Dalam menyusun skripsi ini menggunakan dua metode penelitian, yaitu :
1.      Penelitian Pustaka (Library Research).
Penelitian dilakukan secara langsung pada perpustakaan guna memperoleh data dan informasi yang sifatnya teoritis yang dapat membantu dalam menyusun komponen beserta karakteristiknya.
2.      Penelitian Laboratorium (Labority Research)
Melakukan percobaan – percobaan atau eksperimen serta melakukan pengujian komponen yang diperlukan dalam menyusun rangkaian di Laboratorium Sistem Komputer Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, dan di rumah peneliti sendiri. Adapun spesifikasi hardware  dan software yang digunakan adalah :

a.      Hardware
-         Motherboard ASUS dengan Processor Intel Pentium  III – 800 Mhz
-         Monitor SVGA 14 Inchi
-         Memory 128 Mbyte dan Hard Disk 20 Gbyte
-         Floppy Disk Drive 3,5 Inchi
-         Keyboard AT 101 Key dan Mouse Standar Serial
-         Multitester
-         Solder
-         Bread Board
-         Power Supply
b.      Software
-          Sistem Operasi Windows 98 dilengkapi Microsoft Office XP.
-          Circuit Maker V6.00d PRO.
-          Electronics Workbench 5.12
-          Bahasa Pemrograman Borland Delphi 5.0

1.7  Sistematika Penulisan
            Dalam pembahasan skripsi dilakukan dengan membagi tiap – tiap bab sebagai berikut :
BAB I     PENDAHULUAN
Bab I merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup masalah, hipotesa, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II    LANDASAN TEORI
Menjelaskan  kajian teori untuk merealisasikan konsep dan ide dari alat yang dibuat berdasarkan filosopi yang ada, membahas latar belakang teknik serta literatur dari komponen-komponen pendukung yang digunakan.

BAB III  ANALISA DAN HASIL
Bab ini menjelaskan perancangan, prinsip kerja, pengujian dan pembuatan alat yang meliputi aliran data, rancangan fisik, blok diagram alat serta analisa rangkaian secara menyeluruh.

BAB IV  PENUTUP
Bab ini membuat kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran pengembangan yang dapat dilakukan.



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Latar Belakang Teknik
Sub bab ini menjelaskan teori-teori dasar yang berhubungan dengan perancangan pengontrolan keamanan, menjelaskan sistim komputer itu sendiri, interface yang digunakan, serta komponen-komponen pendukung yang digunakan dalam perancangan itu.

2.1.1  Sistim Komputer
Komputer merupakan alat elektronika yang digunakan untuk mengolah data-data yang dimasukkan melalui perangkat input, selanjutnya  diproses menggunakan program tertentu oleh Central Processing Unit (CPU), sehingga menghasilkan suatu informasi yang diinginkan. Selanjutnya Informasi yang dihasilkan itu dikeluarkan melalui perangkat output.
Komputer atau mikrokomputer terdiri atas 3 (tiga) bagian utama yang meliputi Central Processing Unit (CPU), Main Memory, dan I/O modul. Hubungan antara bagian atau elemen dasar yang membentuk sebuah komputer didapat melalui tiga jalur (Bus), yaitu Jalur Data (Data Bus), Jalur Alamat (Addres Bus), Jalur Kontrol (Control Bus).
Bus alamat terdiri atas 18, 20, 24 atau lebih jalur sinyal paralel. Pada jalur-jalur ini, CPU mengirimkan alamat dari lokasi memori yang akan ditulisi atau dibaca. Jumlah lokasi memori yang dapat dialamati tergantung dari banyaknya jalur data. Jika CPU mempunyai n jumlah jalur alamat, maka dapat mengalamati 2n lokasi memori.
Bus data terdiri dari 8, 16, 32 atau lebih jalur sinyal paralel. Sifat bus data  ini adalah dua arah (bidirectional), artinya CPU dapat membaca data dari memori atau port pada bus data tersebut. Banyak piranti yang dapat dihubungkan pada bus data ini, tetapi hanya satu peralatan output yang boleh ada pada bus data saat itu.
Bus kontrol berisi 4-10 jalur sinyal paralel. CPU megirimkan sinyal keluaran pada bus kontrol untuk meng-enablekan output dari memori atau port yang dialamati. Umumnya sinyal-sinyal di bus kontrol adalah memori yang sedang membaca (read), menulis (write), I/O  membaca (read I/O), dan I/O menulis  (write I/O).
2.1.1.1  Central Processing Unit
Unit pengolahan utama merupakan bagian yang mengendalikan operasi dari komputer. CPU ini membaca instruksi-instruksi yang terkode dari memori, kemudian menterjemahkannya menjadi sederetan instruksi yang dijadikan sebagai acuan untuk melakukan operasi.  CPU memiliki Arithmatic and Logical Unit (ALU) yang dapat melakukan operasi pengolahan matematis dan operasi pengambilan keputusan  (logika), sebuah  Control Unit (CU) yang berfungsi untuk mengontrol seluruh aktifitas yang akan dilakukan. CPU, juga berisi sebuah address counter yang digunakan untuk menyimpan data biner, dan rangkaian yang mengaktifkan sinyal kontrol untuk sementara.

2.1.1.2  Memori
Memori internal sebuah komputer biasanya terdiri atas RAM dan ROM. Jika sebuah komputer menjalankan suatu program, CPU akan berhubungan dengan RAM secara terus menerus. Besar kecilnya RAM sangat berpengaruh terhadap kinerja CPU. ROM hanya dapat dibaca dan digunakan untuk menyimpan prosedur-prosedur yang bersifat tetap, misalnya BIOS (Basic Input/Output system). Jadi saluran data untuk ROM bersifat satu arah (keluaran).
Biasanya komputer juga memiliki memori eksternal berupa disk magnetik, harddisk magnetik dan sebagainya. Memori ini dapat menyimpan informasi (instruksi dan data) dalam jumlah yang sangat besar. Memori ini dipakai untuk menyimpan program dan data yang tidak sedang digunakan. Memori eksternal tidak berhubungan langsung dengan CPU. Jika CPU memerlukan informasi yang terdapat dalam memori eksternal, inforsmasi ini dipindahkan dulu ke RAM sebelum dapat diolah. Semua informasi dan data disimpan dalam kode biner di memori.
2.1.1.3  I/O Modul
I/O modul diperlukan oleh komputer untuk mengambil atau mengirim data. Piranti I/O ini diantaranya keyboard, monitor, printer, modem, dan lain-lain. Bagian fisik yang menghubungkan  bus-bus komputer dengan sistim di luar disebut dengan port, yang terdiri atas port input dan port output. Port input digunakan  untuk memasukan data ke komputer, sedangkan port output digunakan untuk mengirim data dari komputer ke berbagai piranti keluaran seperti monitor, printer, maupun DAC. Port ini merupakan sekumpulan D flip-flop yang membolehkan data melaluinya apabila di-enable atau diclock oleh sinyal kontrol dari CPU terlebih dahulu.
Fungsi dari port I/O antara lain :
1.             Menyimpan status peralatan untuk penyajian ke komputer pada saat dibutuhkan, menggunakan register status peralatan.
2.             Menyediakan ruang penyimpanan (register buffer data) paling sedikit satu karekter, atau satu kata, untuk digunakan saat pemindahan data ke atau dari komputer.
3.             Mengenal alamat peralatan pada saat alamat ini tampil di saluran alamat port I/O.
4.             Menyediakan sinyal pemilihan gerbang dan waktu yang cocok, untuk menyelesaikan transfer data atau informasi status seperti  yang diminta. 

2.1.2  Sistim Kendali
Setiap karya manusia yang dapat dikategorikan sebagai mesin merupakan mekanisme terkontrol. Terdiri atas bagian yang terpasang mati dan bagian yang dapat bergerak untuk melaksanakan perubahan gaya, gerak dan listrik agar menghasilkan suatu usaha. Pengontrolan bisa dilakukan secara langsung oleh manusia sebagai operator maupun seracara otomatis berdasarkan rancangan kerja suatu alat. Tujuan pengontrolan adalah  untuk menciptakan suatu hasil kerja yang optimal, sesuai dengan yang diharapkan serta memiliki tingkat kesalahan sekecil mungkin.

Komputer sebagai pengendali terbentuk dari pengaturan logika. Maksudnya, sistim pengaturan kerja komputer didasarkan pada pengaturan sinyal-sinyal digital yang dihasilkan untuk komponen-komponen pendukungnya. Sistim kendali yang digunakan adalah sistim switching, dimana pengendalian sinyal-sinyal tersebut bagaikan suatu switch yang dapat mengaktifkan atau menon-aktifkan komponen yang diperlukan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada arsitektur proses input/output yang terjadi di komputer, berdasarkan arsitektur Von Neuman pada gambar di bawah ini :


 




Sistim kontrol  berdasarkan cara kerjanya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistim kontrol loop terbuka dan sistim kontrol loop tertutup.

2.1.2.1 Sistim Kendali Loop Terbuka
            Sistim kontrol loop terbuka merupakan sistim yang keluaranya tidak mempunyai pengaruh terhadap aksi control.            Dalam suatu sistim kontrol loop terbuka, keluaran tidak dapat dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi untuk setiap masukan acuan berhubungan dengan kondisi operasi tertentu, sebagai akibat ketepatan dari sistim tergantung kepada kalibrasinya. Berikut ini diagram dari sistim kontrol loop terbuka.

2.1.2.2 Sistim Kendali Loop Tertutup
            Sistim kontrol loop tertutup merupakan sistim yang mempertahankan hubungan yang ditentukan antara keluaran dan beberapa masukan acuan, membandingkannya menggunakan perbedaan sebagai alat kontrol. Dengan kata lain, sistim kendali loop tertutup  keluarannya dapat digunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan masukan.         Pada sistim kontrol loop tertutup, sinyal kesalahan yang bekerja, yaitu perbedaan antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik (yang mungkin sinyal keluarannya sendiri atau fungsi dari sinyal keluaran), disajikan ke controller sedemikian rupa untuk mengurangi kesalahan dan membawa keluaran sistim ke nilai yang dikehendaki.
            Suatu kelebihan dari sistim kontrol loop tertutup adalah dengan penggunaan umpan balik, respon sistim relative kurang peka terhadap gangguan eksternal dan perubahan internal pada parameter sistim. Jadi dapat digunakan komponen-komponen yang relatif kurang teliti dan murah untuk mendapatkan pengontrolan sistim dengan teliti, hal ini tidak mungkin dapat diperoleh pada sistim loop terbuka.

2.1.3  Sistim Antar Muka (Interface)
Rangkaian antar muka / interface dibutuhkan sebagai perantara antara alat yang dikendalikan (piranti peripheral) dengan komputer agar bisa berhubugan. Pengertian lain, interface merupakan rangkaian elektronika yang menghubungkan antara dua buah system yang berbeda agar kedua sistim tersebut dapat berkomunikasi.
Rangkaian interface berfungsi untuk menterjemahkan setiap proses input/output dari piranti ke komputer atau sebaliknya. Pengaturan ini perlu dilakukan karena adanya perbedaan sistim penyaluran data, besar tegangan, arus, daya dan kecepatan pengolahan antara komputer dengan piranti. Sebuah interface dapat saja menghubungkan lebih dari satu peralatan input/output, karena biasanya terdiri dari beberapa port. Port merupakan jalur-jalur komunikasi dengan peralatan eksternal. Dalam hal ini akan digunakan interface PPI 8255 yang dapat melakukan pengiriman data secara paralel.  Pengiriman data secara paralel dapat lebih cepat serta relatif lebih mudah dari pada pengiriman data secara serial.
2.2  Komponen Pendukung
2.2.1  Programmable Peripheral Interface (PPI) 8255
2.2.1.1  Defenisi PPI 8255
            Programmable Peripheral Interface (PPI) 8255 merupakan suatu IC versi intel mengenai port paralel input / output. Dikatakan paralel karena data dapat diolah 8 bit sekaligus. IC PPI 8255 memiliki 40 pin dengan 24 saluran masukan atau keluaran. Masing-masing dapat diprogram dalam 2 group (masing-masing 12 pin) dan digunakan dalam 3 mode operasi. Mempunyai 3 port, yaitu port A, port B, port C, dengan 8 sambungan atau pin untuk setiap port, yang dapat diakses ke bus data baik sebagai input maupun sebagai output, sehingga setiap proses transmisi dapat dijalurkan masing-masing 1 byte.


NB : SOBAT INGIN BAB SELANJUTNYA... SILAHKAN SOBAT REQUEST DIKOLOM KOMENTAR, KAMI AKAN KIRIMKAN KE E-MAIL SOBAT MASING-MASING.....


0 Response to "SKRIPSI ILMU KOMPUTER SISTEM PENGAMANAN PINTU RUANGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI PASSWORD JARI DAN KARTU MEMANFAATKAN PPI 8255 MODUS 0 DIDUKUNG OLEH BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI 5.0"

Post a Comment