SKRIPSI KOMPUTER PERANCANGAN APLIKASI CASH REGISTER MENGGUNAKAN VISUAL FOXPRO



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perkembangan teknologi terutama pada bidang komputer sekarang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik itu perkembangan perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Kemajuan pada bidang software ini sendiri sangat membantu bagi dunia bisnis dan usaha baik yang bergerak pada bidang usaha barang maupun jasa.
Membangun suatu aplikasi yang berbasis windows ini dapat menggunakan beberapa bahasa pemrograman, salah satunya dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual FoxPro. FoxPro merupakan suatu bahasa pemrograman berorientasi obyek yang berbaisis Windows.
Dalam proposal tugas akhir ini akan dibangun suatu program aplikasi Cash Register yang berbasis Windows yang dapat menggantikan posisi mesin Cash Register yang sampai saat ini masih digunakan di supermarket, swalayan, atupun toko-toko kecil. Dimana dengan aplikasi ini, pendataan barang dan transaksi penjualan bisa lebih mudah dan akurat, selain itu dapat juga melakukan suatu kontrol intern dengan membuat laporan penjualan.
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan di atas maka penulis mencoba mengajukan penelitian tugas akhir dengan judul
“PERANCANGAN APLIKASI CASH REGISTER MENGGUNAKAN VISUAL FOXPRO”.
Alasan perlunya adanya aplikasi Cash Register di supermarket, swalayan, ataupun toko-toko yaitu setiap transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan lebih akurat.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimana Merancang dan membangun aplikasi Cash Register.”

1.3  Batasan Masalah
Penelitian ini disusun dengan batasan masalah sebagai berikut:
  1. Pengenalan nama dan jenis barang melalui pengisian kode barang yang dibuat sendiri oleh penulis. Bukan melalui pendektesian Barcode.
  2. Aplikasi ini hanya berjalan secara stand alone

1.4  Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
  1. Merancang dan membangun aplikasi yang mempermudah kasir melakukan transaksi.
  2. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah.
1.5  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian antara lain:
  1. Memperdalam pengetahuan dan pemahaman tentang aplikasi Cash Register.
  2. Sistem aplikasi yang dibuat dapat menjadi cikal-bakal dari suatu aplikasi yang lebih baik dan lebih lengkap dalam pengembangannya.

1.6  Sistematika Penulisan
BAB I       Pendahuluan
Mengenai latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II      Landasan Teori
Berisi tentang teori-teori yang terkait dengan teori Sistem Informasi, Database dan Pemrograman Visual FoxPro.
BAB III    Metodologi Penelitian
Tentang metode penelitian, metode pengujian, alat dan bahan, variabel dan sekilas materi perancangan
BAB IV    Hasil dan Pembahasan
Mengenai perancangan database, Interface aplikasi yang dibuat, implementasi serta uji kelayakan perangkat lunak.
BAB V      Kesimpulan dan Saran
Merupakan kesimpulan dari pembahasan yang telah disusun dan juga saran bagi pembaca.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Sistem Informasi
2.1.1        Definisi Sistem
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu organisasi seperti perusahaan atau suatu area fungsional cocok dengan definisi ini. Organisasi terdiri dari sejumlah sumber daya, yang pertama adalah sumber daya fisik dimana di dalamnya terdiri dari manusia, material, mesin (termasuk fasilitas dan energi) dan uang, kemudian yang kedua adalah sumber daya konseptual yaitu informasi (termasuk data). Sumber daya tersebut bekerja sama menuju tercapainya suatu tujuan tertentu.
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu. Karakteristik-karakteristik atau sifat-sifat tertentu tersebut adalah  :
1)      Komponen sistem
Sistem terdiri dari komponen yang berinteraksi. Komponen atau  elemen sistem tersebut dapat berupa sub sistem atau dapat juga disebut sebagai bagian-bagian dari sistem itu sendiri.


2)      Batasan Sistem
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah batasan yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya, atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batasan sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3)      Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar (enviroment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menggantungkan dan merugikan sistem tersebut.
4)      Penghubung Sistem
Penghubung (interface) merupkan media penghubung antara satu subsistem dengan yang lainnya. Melalui penghubung ini kemungkinan keluaran (output) lain. Satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya. Dengan adanya penghubung, subsistem dapat berinteraksi dengan subsistem lainnya membentuk satu kesatuan.
5)      Masukan
Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa :
a.       Masukan perawatan, yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi (program).
b.      Masukan signal, yaitu energi yang diproses untuk mendapat keluaran
6.   Keluaran Sistem.
Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasikan menjadi keluaran yang berguna (informasi) dan sisa pembuangan (panas komputer).
7.   Umpan Balik.
Umpan balik merupakan perbaikan-perbaikan atau pemeliharaan sistem bila di kemudian hari diperlukan.
8.  Pengolahan sistem
Pengolahan sistem adalah bagian dari salah satu sistem yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
9.   Sasaran sistem
Suatu sistem harus memiliki tujuan dan sasaran. Apabila suatu sistem tidak memiliki tujuan dan sasaran bisa dikatakan sistem tersebut tidak  ada gunanya.

2.1.2        Definisi Informasi
Telah digabungkan data dan informasi dalam pengelompokan jenis-jenis sumber daya, namun keduanya tidaklah sama. Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai. Sedangkan informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penggunanya.

2.1.2.1  Siklus Informasi
Sebuah informasi biasanya mempunyai aliran. Aliran tersebut dinamakan siklus informasi. Siklus Informasi tersebut diawali dari data yang diolah melalui suatu model. Data yang telah diolah tersebut kemudian menjadi sebuah informasi yang akan diterima oleh penerima. Penerima kemudian membuat suatu keputusan serta melakukan sebuah tindakan. Tindakan tersebut mengakibatkan tindakan-tindakan lain mengembalikan sejumlah data. Data yang telah dikembalikan yang kemudian akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus informasi (siklus pengolahan data). Untuk lebih jelasnya, siklus informasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

2.1.2.2  Kualitas Informasi
Kualitas suatu informasi bergantung pada tiga hal, yaitu :
a)      Akurat

Informasi harus terlepas dari kesalahan maupun gangguan yang dapat merusak atau merubah informasi yang  mengakibatkan si penerima salah informasi. Tepat pada waktunya informasi yang datang sebisa mungkin tidak terlambat dikarenakan informasi yang sudah lama atau usang tidak bernilai lagi bagi si penerima.
b)      Relevan
Informasi yang akan ditangkap oleh si penerima mempunyai manfaat alaupun tingkat relevansi setiap orang berbeda-beda.

2.1.3        Definisi Sistem Informasi
Jadi dapat dikatakan bahwa informasi tersebut suatu yang sangat penting bagi manejemen di dalam mengambil suatu keputusan dan informasi dapat diperoleh dari sistem informasi. Maka sistem informasi tersebut dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, yang bersifat menejerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2.2  Jenis-Jenis Aplikasi Kasir
2.2.1        Point Of Sale (POS)
Sistem aplikasi POS adalah program untuk mempermudah melakukan transaksi dan untuk memonitor stok barang penjualan / pembelian barang secara up-to-date / realtime, aplikasi ini juga dilengkapi hutang-piutang, giro, rugi laba dengan security user level access, sehingga data transaksi dapat dikontrol dengan mudah.

2.2.2        Cash Register
Aplikasi Cash Register adalah aplikasi untuk penjualan yang berbasis Personal Computer (PC) dan menggunakan database yang umum dikenal, sehingga bisa dikelola untuk menghasilkan berbagai laporan. Aplikasi Cash Register digunakan untuk mempermudah kasir dalam melakukan transaksi penjualan barang seperti di Supermarket sehingga data dapat dikontrol dengan mudah. Bedanya dengan System POS adalah, aplikasi Cash Register tidak menghitung stok, hutang-piutang, giro, dan rugi laba.

2.3  Basis Data
Basis data (data base) dapat dibayangkan sebagai sebuah lemari arsip. Basis data dapat terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul, sedangkan data adalah representasi fakta yang mewakili suatu objek seperti konsep keadaan dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar atau kombinasinya. Basis data adalah himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
Data base adalah kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu data base menunjukan kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan, instansi.
Perancangan basis data merupakan langkah untuk menentukan basis data yang diharapkan dapat mewakili seluruh kebutuhan pengguna. Komponen-komponen penting yang terdapat dalam perancangan basis data adalah :
a)      Entitas, merupakan objek atau kejadian yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Pada model  relasional, entitas akan menjadi tabel.
b)      Atribut, adalah item data yang menjadi bagian dari suatu entitas atau yang mendeskripsikan karakteristik (property) dari entitas.
c)      Record/Tuple, adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang misalnya NIP, Nama Pegawai,Alamat.
d)     Data Value (nilai atau isi data), adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau atribut.
e)      File, adalah kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama namun berbeda-beda data valuenya.
f)        Hubungan, adalah asosiasi atau kaitan antara dua entitas.
g)      Domain, adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut. Kekangan domain mendefinisikan nama, tipe, format, dan nilai masing-masing item.
h)      Integritas Refensial, adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer (primary key) dan kunci tamu (foreign key). Tujuan integritas referensial adalah untuk menjamin agar elemen dalam satu tabel yang menunjuk ke suatu Pengenal unik pada suatu baris pada tabel lain benar-benar menunjuk ke suatu nilai yang memang ada.
i)        Kunci Kandidat adalah kunci yang secara unik (tidak mungkin Kembar) dapat dipakai untuk mengidentifikasi suatu baris (nilai atribut) dalam tabel.
j)        Kunci Primer (primary key), adalah kunci kandidat yang dipilih sebagai kunci utama untuk mengindentifikasi baris dalam tabel. Kunci Tamu (foreign key), adalah sembarang atribut yang menunjuk ke kunci primer pada tabel lain.
Perancangan basis data yang benar akan dapat memenuhi tujuan (objektif) dari basis data itu sendiri seperti: kecepatan dan kemudahan akses, efisiensi ruang penyimpanan, keakuratan, ketersediaan, kelengkapan, keamanan dan kebersamaan pemakaian yang berpengaruh pada informasi yang akan diterima. Terdapat dua teknik dalam perancangan database, yaitu:
a)      Teknik Normalisasi
Proses normalisasi merupakan proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam basis data. Dari proses tersebut diatas menghasilkan struktur record yang konsisten secara logik, yang mudah dimengerti dan sederhana dalam pemeliharaannya.
b)      Entity Relationship.
Entity Relationship adalah relasi atau hubungan antara dua tabel atau lebih yang saling berhubungan satu sama lainnya.

2.4  Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran data yang dapat diaplikasikan  pada saat data bergerak dari input ke output. DFD dapat digunakan untuk menyajikan ilustrasi sebuah sistem. Notasi dasar yang digunakan dalam pembuatan DFD dapat digambarkan sebagai berikut:

NB : SOBAT INGIN BAB 3 4 DAN 5 SILAHAN REQUEST DIKOLOM KOMENTAR.... TERIMA KASIH.............................
  

0 Response to "SKRIPSI KOMPUTER PERANCANGAN APLIKASI CASH REGISTER MENGGUNAKAN VISUAL FOXPRO"

Post a Comment