BUKU PANDUAN BIMTEK KLUB OLAHRAGA CABOR PERMAINAN TENIS MEJA



BAB I PENDAHULUAN
Bahasan tentang teknik dasar tenis meja ditekankan pada pemahaman konsepsual tentang teknik dasar tersebut, dan penguasaan keterampilannya. Berangkat dari hal itu, kajian teoritis materi ini proporsinya juga relatif banyak, disamping deskripsi teknik pelaksanaan  dalam melakukan pukulan-pukulan tertentu. Sistematika materi ini diawali dengan memaparkan karakteristik permainan tenis meja, dilanjutkan dengan menampilkan teknik dasar yang sederhana dan mudah dilakukan, misalnya cara memegang bat, posisi siap, sampai pada materi yang sangat komplek dan sulit dilakukan, misalnya bagaimana melakukan pukulan agar bola dapat berputar dengan cepat, atau bagaimana cara mengembalikan pukulan top spin.

Setelah paparan tentang latihan teknik, dilanjutkan dengan paparan tentang latihan taktik, latihan mental dan diakhiri dengan paparan tentang peraturan permainan dan peraturan pertandingan. Sistematika yang seperti ini diharapkan memudahkan para pelatih klub olahraga untuk memahami dan menerapkannya dalam praktik pelatihan.

Hal terpenting yang perlu dilakukan para pelatih tenis meja adalah rasionalitas dalam menjalankan tugas profesinya. Rasionalitas tersebut dipahami sebagai pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang didasari oleh pemahaman konseptual yang tepat (ilmiah), karena memang didukung oleh dasar keilmuan yang tepat, sehingga keputusan yang diambil dalam menyelenggarakan pelatihan dapat dijelaskan kemengapaannya. Hal ini sangat penting diungkap, mengingat “tradisi” pelatihan yang selama ini berkembang adalah, kurangnya landasan ilmiah dalam menangani atlet. Dalam menjalankan pelatihan banyak dijumpai pelatih yang menerapkan model pelatihan atas dasar “warisan” pelatihnya dahulu, tanpa melakukan kajian terhadap kebermaknaannya, bahkan yang paling memprihatinkan adalah pelatih yang kurang memahami dasar konseptual keilmuan cabor yang dilatihkan, kemudian melatih sesuai dengan “kebiasaan”, “selera” yang kurang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

                            BAB II  PELATIHAN PERMAINAN TENIS MEJA

Dalam melakukan pelatihan tenis meja, hal pertama yang perlu dipahami adalah tentang karakteristik permainannya. Dengan pemahaman itu selanjutnya disusun program yang sesuai dengan gerak dominan yang terdapat dalam tenis meja. Berdasarkan argumen seperti itu, isi dan sistematika bab ini diawali dengan memaparkan pengertian permainan tenis meja, analisis gerak dominan tenis meja, kemudian dilanjutkan dengan memaparkan teknik dasar permainan tenis meja, latihan teknik dan taktik, latihan mental, peraturan permainan dan pertandingan tenis meja

1. Karakteristik Permainan Tenis Meja
Tiap-tiap cabang olahraga mempunyai kekhasan permainan yang berbeda satu dengan lainnya.Dalam permainan tenis meja, terdapattiga ciri khas yang menonjol, yaitu kecepatan (speed), penempatan (placement) dan putaran (spin).
Siapapun akan mengakui, bahwa permainan tenis meja merupakan cabang olahraga yang tercepat dalam memainkan bola. Hal ini dikarenakan daya pantul bola yang relatif tinggi terhadap meja maupun terhadap bet yang dilapisi karet, apalagi dimainkan dalam meja yang relatif kecil. Kecepatan seperti itu banyakdimanfaatkan para pemain untuk mendapatkan angka, yaitu dengan melakukan serangan kilat (fast attact).Oleh karena itu, kondisi fisik sangat berperan untuk menunjang kecepatan reaksi dan kelincahan dalam mengantisipasi datangnya bola sehingga seseorang dapat bermain dengan baik.
Tak jarang dijumpai seorang pemain dengan tipe bertahan (defensif) yang mengandalkan kemampuan dalam menempatkan bola pada sasaran tertentu, agar lawan berbuat kesalahan sendiri.Tipe itu membutuhkan ketenangan, keuletan dan touch ball dalam mengarahkan bola pada titik kelemahan lawan, atau melakukan pukulan dengan beragam jenis, untuk menghasilkan arah bola yang sesuai dengan keinginannya.
Kemampuan dalam memutar bola sangat dominan sebagai faktor penentu pemerolehan angka.Putaran merupakan ciri khas permainan tenis meja yang paling menonjol, karena bola yang terbuat dari bahan seluloid sangat peka terhadap gesekan bat yang dilapisi dengan karet.
Secara umum, putaran dalam tenis meja dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu putaran ke depan, ke belakang, dan kesamping.
 Putaran ke Depan
Putaran ke depan merupakan hasil pukulanyaitu pukulan yang dilakukan dengan cara menggesekkan bet pada bola dengan arah ayun ke atas dan sedikit ke depan (misalnya pukulan drive dan top spin). Hasil pukulan seperti itu mengakibatkan bola bola berputar sangat cepat ke arah lawan (depan) dengan laju bola yang lambat, sehingga membentuk lintasan melengkung dan menukik tajam. Begitu menyentuh meja lawan, bola akan memantul tinggi dengan cepat sekali, akibatnya, jika lawan kurang terampil mengembalikan bola tipe itu, bola pengembaliannya akan cenderung melenting naik.
Gambar di bawah ini menunjukkan karakteristik bola yang berputar  cepat ke arah depan
 




 Putaran ke Belakang
Putaran ini biasanya merupakan hasil pukulan back spin, yaitu pukulan yang dilakukan dengan cara menggesekkan bat pada bola dengan arah ayun ke bawah dan sedikit ke depan, akibatnya bola akan berputar ke belakang dan melaju dengan membentuk lintasan datar, setelah menyentuh meja lawan, bola cenderung tertahan dan pantulannya rendah. Pemain yang kurang terampil dalam memukul bola seperti itu, bola hasil pukulan pengembaliannya akan menukik ke bawah dan membentur net. Pukulan ini biasanya digunakan untuk bertahan, atau pukulan penjajagan untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kelemahan lawan.
Gambar berikutini akan lebih memperjelas paparan di atas.
 


Putaran ke Samping
Putaran ke samping ini bisa terjadi ke kiri ataupun ke kanan, biasanya akibat pukulan side spin, yaitu pukulan yang dilakukan dengan cara menggesekkan bat pada bola dengan arah ayun ke samping. Pengembalian yang kurang sempurna terhadap bola yang berputar ke samping, mengakibatkan bola terarah ke luar meja.
Faktor kecepatan, ketepatan, dan putaran, dalam pelaksanaannya tidak berdiri secara terpisah.banyak dijumpai pemain yang mengkombinasikan ketiga faktor tadidalam upaya meraih angka, terutama kombinasi antara kecepatan dan putaran merupakan senjata yang ampuh untuk mengalahkan lawan.

2.    Gerak Dominan dan Teknik Dasar Permainan Tenis Meja
a.  Gerak dominan
Unsur gerak yang dominan dalam permainan tenis meja adalah kecepatan reaksi terhadap objek, ketepatan mengarahkan objek pada sasaran, dan power dalam melakukan pukulan. Oleh karena itu, dalam proses latihan harus lebih ditekankan pada gerakan tersebut.
Kecepatan reaksi merupakan kemampuan atlet dalam merespon obyek (bola) dengan suatu gerakan fungsional yang efektif dan efisien. Karakteristik permainan tenis meja adalah gerak cepat dalam memukul bola yang mempunyai daya pantul yang tinggi, sehingga atlet tenis meja yang baik diprasyarati oleh kemampuan dalam bereaksi secara cepat dan tepat terhadap pukulan cepat lawan.
Ketepatan dalam tenis meja diartikan sebagai kemampuan mengarahkan pukulan pada daerah tertentu yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang diharapkan. Dasar dari kemampuan ini adalah konsistensi pukulan yang diperoleh dari latihan ketelatenan dalam melakukan rally dalam waktu yang relatif lama.
Gerak dominan yang didukung dengan power diartikan sebagai gerakan pukulan dalam tenis meja yang dilakukan dengan kuat dan cepat. Kemampuan ini akan mendukung atlet dalam bereaksi terhadap pukulan lawan, sehingga mampu mengembalikannya dengan baik, kemudian mampu melakukan penyelesaian pukulan untuk memperoleh angka (mematikan lawan)

b.  Teknik Dasar
Teknik dasar dalam permainan tenis meja, meliputi: pegangan, pukulan drive, pukulan push,  pukulan chop, dan pukulan service.Agar seorang guru atau pelatih bisa melatih atlet pemula diperlukan penguasan ke enam teknik dasar baik dilakukanoleh bagian forehand maupun backhand.

Grip ( Pegangan)
1.    Cara memegang Shakehand
Para shakehand pegangan forehand-sisiPara shakehand pegangan-sisi backhand
Deskripsi cara memegang shakehand:
a.  Dicekeram dengan semua jari.
b.  Jari keliking, jari manis dan jari tengah mengbukus satu sisi pegangan.
c.   Jari telunjuk terletak pada tepi samping bawah karet
d.  Ibu jari terletak pada bagian atas jari tengah disisi berlawanan
e.  Kekutan cekeraman sekitar 20 s/d 30 persen dari kekuatan cekeraman maksimal (cekeraman harus terasa nyaman dan bet tidak jatuh)
2.  Cara memegang penhold
Para penhold cengkeram sisi backhandPara penhold pegangan forehand-sisi
Deskripsi cara memegang Penhold:
a.    Dicekeram seperti memegang pena
b.    Ibu jari dan jari telunjuk mebungkus satu sisi pegangan yang berlawanan.
c.    Jari tengah, jari manis dan jari kelingking tersimpan disisi lain sebagai penyangga.
d.    Kekuatan cekraman sekitar 20s/d 30 % dari cekraman maksimal (cekraman harus terasa nyaman dan bet tidak jatuh)
3. Cara memegang seemiller
Para seemiller pegangan kembaliPara seemiller pegangan-depan
Deskripsi cara memegang Seemiller
a.     Dicekeram dengan semua jari.
b.     Jari keliking, jari manis dan jari tengah mengbukus satu sisi pegangan.
c.      Jari telunjuk membungkus tepi bawah pemukul ( karet)
d.     Ibu jari terletak pada bagian atas jari tengah disisi berlawanan
e.     Kekutan cekeraman sekitar 20 s/d 30 persen dari kekuatan cekeraman maksimal (cekeraman harus terasa nyaman dan bet tidak jatuh)
http://library.thinkquest.org/20570/media/pixel.gifKeuntungan menggunakan pegangan shakehands adalah:
·            Sama kuat forehand dan backhand
Keuntungan menggunakan pegangan penhold adalah:
·       Sebuah permainan dominan forehand (sebagian besar pemain penhold mengandalkan permainan forehand, dan membutuhkan kecepatan gerak kaki diperlukan untuk menunjang)
http://library.thinkquest.org/20570/media/pixel.gifKeuntungan menggunakan pegangan seemiller adalah:
  • Sama kuat forehand dan backhand
  • Posisi memblokir unggul

Posisi siap
Posisi siap harus selalu dijaga selama permainan untuk mempertahankan gerakan terkoordinasi dengan baik dan eksplosif serta  footwork. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Posisi siap
Gambar Posisi Siap
Adapun deskripsi posisi siap adalah sebagaiberikut:
a.     Tempat untuk berdiri adalah pada bagian backhand meja,  kaki kanan harus sedikit ke kiri dari garis tengah bagi yang tidak kidal. Yang kidal sebaliknya.
b.     Berdiri pada jarak yang cukup dengan meja, (ujung bet tidak menyentuh meja)
c.      Berdiri seimbang dan titik berat badan ditengah
d.     Tubuh menghadap meja sedikit miring
e.     Kedua tumit sedikit diangkat
f.       Kedua sendi engkel ditekuk
g.     Kedua lutut sedikit ditekuk
h.     Sendi pinggul sedikit ditekuk sehingga badan sedikit agak condong ke dapan  (jangan terlalu membukuk)
i.       Lengan atas harus dekat dengan tubuh tetapi tidak menempel tubuh.
j.       Sendi siku ditekuk 90 derajat
k.      Lengan bawah dan raket harus menunjuk ke depan
l.       Sendi tangan ditekuk
m.    Poster tubuh rileks untuk menghindari ketengangan.

Pukulan Push
Push adalah dorongan yang dipergunakan untuk mengembalikan laju putaran bola rendah dan atau dekat dengan net. Juga dipergunakan untuk mengembalikan bola servis backspin rendah dan dekat net. Push umumnya dipakai untuk defensif. Bola dipukul tepat setelah bouncing dengan bet terbuka. Bagaimana terbuka bet ini tergantung pada intensitas (kekuatan) backspin pada bola. Backspin berat membutuhkan bet lebih terbuka untuk mengembalikan bola melewati net.
1.  Panduan Forehand Push
Forehand push-followthruForehand push-backswing
Gambar Forehand Push
Deskripsi Teknik Forehand Push
a.    Sikap Awal
-            Posisi siap seprti deskripsi dia tas
-            Berdiri seimbang dengan kaki kanan sedikit di depan dan titik berat badan ditengah.
b.    Backswing
-            Putar pinggang ke kiri dan diikuti lengan serta bet keatas setinggi bahu dengan menunjuk posisi jam 3.
-            Menggeser  berat badan ke kaki kanan
-            Pergelangan tangan sedikit ditekuk kebelakang (ekstensi)
-            Lihat bola
c.    Swing
-            Dorong bet  kebawah depan
-            Snap lengan bawah ke depan (gerakan supinasi lengan bawah) ke arah sedikit ke atas.
-            Siku sebagai pivot point, tetapi tidak harus bergerak begitu banyak naik turun, tetapi juga harus diperbolehkan untuk bergerak sedikit ke depan dalam tindak lanjut.
-            Bet terbuka
-            Lihat bola
d.    Gerak lanjut
-            Setelah kontak dengan bola, posisi bet terbuka
-            Segera kembali ke posisi siap.

2. Panduan Backhand Push
Gambar: Teknik Backhand Push
Backhand push followthruBackhand push-backswing
  Deskripsi Teknik Backhand Push
a. Sikap awal
-       Posisi siap, deskripsi seperti diatas.
-       Berdiri seimbang dengan kaki kanan sedikit di depan dan titik berat badan ditengah.
        b. Backswing
-       Putar pinggang kekanan dan diikuti lengan serta bet mendekat didepan pusar dengan menunjuk posisi jam 9.
-       Menggeser  berat badan ke kaki kanan
-       Pergelangan tangan sedikit ditekuk kebelakang (ekstensi)
-       Lihat bola
        c. Swing
-       Dorong kedepan dengan meluruskan siku
-       Snap lengan bawah ke depan (gerakan pronasi lengan bawah) ke arah sedikit ke atas.
-       Padangan lihat bola
-       Posisi bet terbuka
       d. Gerak lanjutan
-       Setelah kontak dengan bola, posisi bet terbuka
-       Segera kembali ke posisi siap.
PukulanDrive
Drive adalah stroke topspin ringan yang menghasilkan lintasan bola rendah. Penguasaan baik forehand dan backhand drive adalah penting karena tidak  memberi kesempatan lawan untuk mimilih dan  menggunakan stroke menyerang.
1. Panduan Teknik Forehand Drive.
Gambar pelaksanan forehand drive
Forehand drive-backswingForehand drive-followthru
      Deskripsi Forehand Drive
a.    Sikap awal
-       Posisi siap, deskripsi seperti diatas. 
-       Berdiri seimbang dengan  kaki kiri sedikit didepan dan tiitk berat badan di tengah.
b.    Backswing
-       Putar pinggang ke kanan kebelakang dan  lengan mengikuti kebelakang ke posisi jam 3
-       Menggeser  berat badan ke kaki kanan
-       lihat bola
c.    Swing Ke depan
-       Putar pingang kedepan, disertai ayunan lengan dan bet kedepan sedikit keatas
-       Gunakan siku sebagai pivot point, tetapi tidak harus bergerak begitu banyak naik turun, tetapi juga harus diperbolehkan untuk bergerak sedikit ke depan dalam tindak lanjut
-       Perkenaan bola bagian tengah belakang sedikit kebawah.
-       Pada saat bet kena bola, kekuatan cekeraman bet ditambah
d.    Gerak lanjutan
-       Bet sejajar dengan bahu kiri dengan posisi sedikit tertutup pada jasm 9.
-       Segera kembali ke posisi siap.
    2.  Panduan Teknik Backhand Drive
Gambar : Teknik Backhand Drive
Backhand drive-backswingBackhand drive-followthru
      Deskripsi Backhand  Drive            
a.      Sikap awal
-            Posisi siap, deskripsi seperti diatas
-            Berdiri seimbang dengan kaki kanan sedikit di depan dan titik berat badan ditengah.
b.      Backswing
-       Putar pinggang ke kiri dan diikuti lengan serta bet mendekat didepan pusar dengan menunjuk posisi jam 9.
-       Menggeser  berat badan ke kaki kiri
c.         Swing Ke depan
-       Putar pingang kedepan, disertai ayunan lengan dan bet kedepan sedikit keatas.
-       Siku sebagai pivot point, tetapi tidak harus bergerak begitu banyak naik turun, tetapi juga harus diperbolehkan untuk bergerak sedikit ke depan dalam tindak lanjut.
-       Snap lengan bawah ke depan (gerakan pronasi lengan bawah) ke arah sedikit ke atas.
-       Perkenaan bola bagian tengah belakang sedikit kebawah.
-       Pada saat bet kena bola, kekuatan cekeraman bet ditambah untuk menambah power.
d.         Gerak lanjutan
-       Bet posisi sedikit tertutup dalam posisi jam 1
-       Setelah kontak dengan bola, Kaki kiri harus bergeser kedepan kanan.
-       Segera kembali ke posisi siap.
Chop
Chop adalah pukulan dalam permainan tenis meja seperti menebang pohon dengan maksud menghasilkan putaran ke belakan (back spin). Pada dasarnya chop yang dilakukan dengan cara pukulan forehand mempunyai karakter gerakan yang sama dengan chop yang dilkukan secara backhand.
DeskripsiForehand Chop
a.  Sikap Awal
     -   Ikuti gerakan kaki secara alami, ke arah depan dan atas
     -   Tangan tidak kaku.
     -   Kembali ke posisi siap.
b.  Tahap pelaksanaan
      -  Gerakan kaki kanan ke belakang 
      -   Gerakan tangan ke arah atas dan bawah
      -   Pergelangan tangan ditekuk kebelakang
      -   Sebagian besar berat badan  ke kaki yang di belakang
      -   Gerakan bet ke bawah dan ke depan dengan menggunakan siku
      -   Sentakan pergelangan tangan saat terjadi kontak
      -   Bet dibuka dan digesek ke bawah pada saat berkenaan dengan bola
c.   Tahap akhir
      -    Ikuti gerakan akhir secara alami, ke arah depan
      -    Tangan harus diluruskan
      -    Bet harus mengarah ke arah pukulan
      -    Kembali ke posisi siap
Deskripsi Backhands Chop
a.  Sikap Awal
     -   Ikuti gerakan kaki secara alami, ke arah depan dan atas
     -   Tangan tidak kaku.
     -   Kembali ke posisi siap.
b.  Tahap pelaksanaan
      -  Gerakan kaki kiri ke belakang
      -   Gerakan tangan ke arah atas dan bawah
      -   Pergelangan tangan ditekuk kebelakang
      -   Sebagian besar berat badan  ke kaki yang di belakang
      -   Gerakan bet ke bawah dan ke depan dengan menggunakan siku
      -   Sentakan pergelangan tangan saat terjadi kontak
      -   Bet dibuka dan digesek ke bawah pada saat berkenaan dengan bola
c.   Tahap akhir
      -    Ikuti gerakan akhir secara alami, ke arah depan
      -    Tangan harus diluruskan
      -    Bet harus mengarah ke arah pukulan
      -    Kembali ke posisi siap
TeknikDasar Servis
http://library.thinkquest.org/20570/media/pixel.gifBerikut ini adalah aturan dasar servis:
a.    Bola harus dipegang di atas permukaan meja agar lawan dan wasit melihatnya.
b.    Bola harus dipegang di telapak tangan dengan jari menggeliat, dan melemparkan vertikal setidaknya enam inci.
c.    Bola harus dipukul hanya pada saat turun.
d.    Bola harus dipukul di belakang garis akhir.

Dalam permainan tenis mejaada  dua macam servis yaitu (1) service forehand, dan (2)  servis backhand. Servis forehand adalah service yang dilakukan dengan bagian depan bet/raket, di sebelah kanan badan bagi seorang pemain yang memegang bet dengan tangan kanan atau sebelah kiri badan bagi seorang pemain kidal. Servis backhand adalah Servis yang dilakukan dengan menggunakan bagian belakang kepala bet.
Posisi bet akan melakukan servis forehand dan backhand  apabila bet dengan meja  membentuk sudut 90, maka posisi bet tersebut tegak lurus. Jika sudutnya lebih kecil 90, maka kedudukan bet tersebut tertutup. Sedangkan jika sudutnya lebih besar dari 90, maka kedudukan bet tersebut terbuka. Oleh karena itu ada 3 macam servis berdasarkan putaran bola yaitu servis forehand dan backhand topspin, servis forehand dan backhand backspin dan servis forehand dan backhand side spin.
Pelayanan dasar posisi-ingat untuk menempatkan bola di * datar * Anda sawit
1.     ServisForehand

Deskripsi Servis Forehand Chop
a.      Posisi Siap:
-          Posisi kaki kiri berada di depan dan badan agak condong ke arah meja (bagi yang tidak kidal).
-          Posisi lengan membentuk sudut kecil dengan tubuh lengan bahwa mengarah ke bawah.
-          Posisi bet dengan meja membentuk sudut 90 derajat
-          Bola terletak ditelapak tangan kanan setingga tangan
b.    Backswing:
-          Putar pinggang ke arah kanan dan diikuti lengan serta bet keatas setinggi bahu disertai tangan kanan melempar bola ke atas
-          Pindahkan titik berat badan di kaki kanan
c.    Swing         :
-          Posisi bet terbuka
-          Lempar bola vertikal (ke atas) minimal 6 sentimeter
-          Dorong bet dari atas ke bawah mengenai bagian bawah bola menghasilkan bola backspin.
-          Memotong atau mengiris dari atas ke bawah mengenai bagian bawah bola menghasilkan bola backspin.
-          Gerakan supinasi pada lengan bawah

2.      Servis Backhand Chop
       Deskripsi
a.      Posisi Siap
-       Posisi siap, deskripsi seperti diatas.
-       Berdiri seimbang dengan kaki kanan sedikit di depan dan titik berat badan ditengah.
-       Tangan kanan memegang bola berada dibawah taqngan kanan ( yang memegang bet)
b.  Backswing
-       Putar pinggang kekanan dan diikuti lengan serta bet mendekat didepan pusar dengan menunjuk posisi jam 9.
-       Menggeser  berat badan ke kaki kanan
-       Pergelangan tangan sedikit ditekuk kebelakang (ekstensi)
-       Bet tegak lurus dengan meja
c.    Swing:
-          Posisi bet terbuka
-          Lempar bola vertikal (ke atas) minimal 6 sentimeter
-          Dorong bet atas ke bawah mengenai bagian bawah bola menghasilkan bola backspin.
-          Memotong atau mengiris dari atas ke bawah mengenai bagian bawah bola menghasilkan bola backspin.
-          Gerakan pronasi pada lengan bawah
3. Latihan Fisik
a. Warming up/pemanasan
   1.  Statis
Pemanasan statis merupakan aktifitas peregangan yang bertujuan untuk meregangkan otot dan sendi sebelum melakukan aktifitas olahraga.Pemanasan statis idealnya dilakukan secara sistematis atau berurutan baik dari atas ke bawah ataupun sebaliknya.Pemanasan statis biasanya dimulai dengan urutan dari atas ke bawah pertama-tama dimulai dari kepala, lengan, pinggang sampai kaki dengan gerakan meregangkan otot tanpa adanya kejutan. Adapun rincinya adalah sebagai berikut:
Kepala
-            Kepala menengadah ke atas dengan gerakan vertikal sampai batas maksimal dan ditahan oleh tangan selama 8 -10 hitungan. Kemudian lakukan kebalikannya dengan menurunkan kepala sampai dengan melihat ke lantai sampai batas maksimal selama 8-10 hitungan.
-            Kepala diputar ke arah samping kanan dan kiri, tahan oleh tangan selama 8-10 hitungan.
-            Kepala dimiringkan kesamping kanan dan kiri, tahan oleh tangan selama 8-10 hitungan.
Lengan
-            Silangkan lengan kanan ke depan dada mengarah ke kiri dan lengan kanan mengarah ke kiri dan ditahan oleh tangan bebas di daerah sikut tekan serta tahan selama 8-10 hitungan.
-            Angkat lengan kanan atau kiri menyilang ke belakang kepala, tahan dengan tangan bebas pada daerah siku tahan selama 8-10 hitungan.
-            Rapatkan kedua lengan dengan telapak tangan saling berpegangan, putar sampai telapatangan menghadap keluar dengan jari-jari tangan masih saling mengikat, tarik ke arah atas. Pada posisi yang sama pindahkan kedua tangan kebelakang dan tari kedepan sampai badan membungkuk.
Pinggang
-            Sama halnya seperti posisi lengan pada tahap sebelumnya, namun sekarang dimiringkan ke samping kiri dan kanan, kebawah sampai seperti mencium lutut dan kebelakang tahan sampai 8-10 hitungan.
-            Pada posisi yang sama putar tangan kesamping kanan dan kiri  sampai hampir 180 derajat ke belakang, tahan 8-10 hitungan.

Kaki
-            Cium lutut dalam posisi berdiri dengan melingkarkan tangan kebelakang kaki, tahan 8-10 hitungan.
-            Angkat kaki kedepan perut dengan cara menekuk lutut sampai paha merapat ke  perut tahan oleh tangan 8-10 hitungan. Kemudian pada posisi yang sama angkat di samping perut kanan dan kiri.
-            Langkahkan kaki ke depan sampai kaki depan membentuk sudut dengan posisi kaki belakang lurus, tahan 8-10 hitungan.
-            Langkahkan kaki kesamping kanan dan kiri, salah satu kaki membentuk sudut dan yang satu lagu lurus, tahan 8-10 hitungan.
2.  Dinamis
            Pemanasan dinamis merupakan tahap lanjutan dari pemanasan statis yang tujuannya sama dengan pemanasan statis, namun pada pemanasan dinamis gerakannya dilakukan secara berulang-ulang dan adanya kejutan pada setiap gerakan. Sama halnya dengan pemanasan statis, pemanasan dinamis juga idealnya dilakukan secara sistematis dari atas sampai ke bawah.  Berikut ini adalah rincian gerakananya:
Kepala
-            Kepala dianggukan 2 kali ke depan dengan pandangan  ke arah bawah dan 2 kali ke belakang atau ke arah atas. Lakukan masing-masing 8 hitungan.
-            Putar kepala dan di regut-regutkan ke arah samping kanan dan kiri. Lakukan masing-masing 8 hitungan.
-            Miringkan kepala ke kanan dan ke kiri.
-            Putar kepala
Lengan
-            Posisi tangan bertemu di depan dada dengan menekuk siku, kemudian tangan di rentangkan dengan posisi siku tetap membentuk sudut. Setelah itu rentangkan dengan meluruskan siku sampai dada benar-benar terbuka.
-            Simpan dengan satu di ke ataskan dan yang satu lurus menghadap bawah, dalam posisi itu tarik lengan kebelakang dan bergantian setelah 2 hitungan.
-            Pada posisi awal yang sama, lakukan dengan merenggutkan lengan menyilang ke belakang kepala dan yang satu lagi ke belakang punggung.
-            Putar lengan kedapan dan ke belakang.
Pinggang
-            Renggutkan badan kedepan (mengarah ke bawah) dan ke belakang.
-            Renggutkan pinggang ke arah samping.
-            Renggutkan pinggang dengan gerakan memutar ke kanan dan ke kiri.
-            Putar pinggang sampai.
Kaki
-            Angkat lutut ke atas sampai paha mengenai perut dengan gerakan yang dihentak.
-            Angkat lutut ke atas dengan posisi di samping badan.
-            Tendang kaki ke depan sampai mengarah ke atas.
-            Tending kaki kesamping sampai mengarah ke atas.
3.   Permainan
            Permainan merupakan salah satu alternatif untuk melakukan pemanasan agar tidak jenuh, terutama untuk siswa sekolah dasar.Pemanasan melalui aktivitas permainan bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh anak agar semua sistem organ siap untuk melakukan aktivitas olahraga.
            Salah satu permainannya adalah permainan kucing-kucingan.Aturan mainnya, pilih satu anak sebagai kucing dan siswa lain lari  dan berusaha agar tidak tertangkap oleh kucing. Jika ada anak yang kena, maka kucing akan bertambah jadi 2. Semakin banyak anak yang terkena kucing, maka akan semakin banyak pula siswa yang menjadi kucing. Pemenangnya adalah siswa yang paling terakhir terkena kucing.
4.  Warming up formal
            Warming up formal merupakan pemanasan kecabangan yang gerakannya menyerupai gerakan pada permainan tenis meja. Tujuan dari pemanasan formal ini adalah disamping untuk meningkatkan suhu tubuh,  juga untuk membiasakan otot pada gerakan-gerakan permainan tenis meja.
            Salah satu model warming up formal adalah dengan cara bermain dengan menggunakan bet dan bola tenis meja. Bentuk permainannya adalah dengan cara memumukul bola secara berpasangan tanpa mengenai lantai selama mungkin. Lakukan permainan ini  dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, mulaidari mengatur jarak, pemain bergerak, berikan bola-bola sulit sampai mengatur ketinggian pukulan bola.
b.  Latihan kecepatan reaksi
Pada model latihan kecepatan reaksi, banyak cara atau model latihan untuk meningkatkan kecepatan reaksi. Salah satu contohnya adalah melalui permaian seperti: permainan hitam-hijau, permainan cermin, permainan jala ikan dan banyak lagi permainan-permainan yang dapat dilakukan sebagai alternatif untuk meningkatkan kecepatan reaksi.
Permainan hitam-hijau merupakan salah satu permainan tradisional yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan kecepatan reaksi.Tujuan dalam permainan tenis mejanya adalah untuk melatih reaksi ketika bola datang ke daerah permainan sendiri. Adapun cara bermainnya adalah dengan melibatkan banyak orang dengan jumlah yang genap. Semua siswa akan dibagi menjadi 2 kelompok besar. Setiap kelompok berbanjar saling berhadapan (kelompok 1 berhadapan dengan kelompok 2) untuk melihat terlebih dahulu lawan mainnya.  Kemudian kelompok satu akan diberi nama kelompok hitam dan kelompok 2 akan diberi nama kelompok hijau. Setelah semua siap, kedua kelompok saling membelakangi dengan jarak 2 meter dan guru/ pelatih akan menyebutkan nama salah satu kelompok. Bagi kelompok yang disebut namanya harus berlari dan yang tidak dipanggil harus mengejar sampai batas yang ditentukan. Agar permainan lebih menarik, berikan hukuman bagi yang  refleksnya lambat.
c.  Latihan akurasi
Model latihan akurasi merupakan latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ketepatan.Hal ini berkenaan dengan permainan tenis meja yang menuntut kemampuan penempatan bola yang akurat pada tiap bidang meja lawan. Pada level yang lebih tinggi, penempatan bola yang  baik menjadi salah satu kunci kemenangan dalam suatu pertandingan.
Salah satu bentuk permainan untuk meningkat akurasi adalah dengan mengarahkan pukulan pada satu titik. Buat lingkaran pada dinding, kemudian arahkan pukulan ke lingkaran tersebut .lakukan terus menerus tanpa henti, seolah sedang melakukan rely. Atur jarak dengan dinding untuk tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
 Alternatif lain untuk latihan akurasi adalah dengan menggunakan kardus sebagai target. Kemudian pukul bola sampai masuk ke dalam kardus, atur tingkat kesulitan dengan cara mengatur jarak pukul.Agar permainan lebih menarik, lakukan berpasangan dan berlomba dengan teman, siapa yang paling sedikit masuk ke dalam kardus, maka dia yang kalah.
4.  Latihan Teknik Dasar
Berikut ini disajikan limabentuk latihan dalam permainan tenis meja, yang masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian, diantaranya:
a.  Berlatih dengan pemain lain
Metode ini merupakan metode yang sering dilakukan apabila jumlah atletnya banyak, yaitu dengan cara bermain berpasangan dengan sesama atlet/pemain.
b.  Berlatih dengan pelatih
Belajar tanpa adanya pelatih tidak akan adanya proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pelatih merupakan media untuk mengkoreksi jiga ada gerakan-gerakan kita yang salah. Metode ini merupakan metode yang paling cocok untukberlatih tenis meja, karena atlet akan lebih berkonsentrasi pada kelemahannya tanpa harus memikirkan lawan atau teman berlatih, juga jika ada kesalahan akan langsung diberi petunjuk.
c.  Berlatih sendiri
Metode ini sangat mungkin dan harus dilakukan bagi atlet yang ingin meraih prestasi yang maksimal. Penambahan latihan akan menambah kemampuan dalam bermain lebih diatas yang tidak melakukan penambahan jadwal latihan. Adapun cara yang dapat dilakukan dengan melakukan latihan teknik yakni melakukan latihan shadow dengan pengulangan (drill) gerakan, dilakukan di depan cernmin agar siswa dapat melihat gerakannya sendiri apakah sudah benar atau masih salah.
Metode ini bertujuan untuk menambah keterampilan siswa dalam bermain tenis meja. Jadi ketika latihan dengan guru/pelatih sudah terbiasa, sehingga proses pembelajaran tenis meja akan lebih cepat dari biasanya dan siswa siap untuk belajar teniknik lainnya yang lebihh membutuh skill yang lebih tinggi.
d.  Menggunakan bola banyak/Multiball
Metode ini merupakan salah satu metode drill atau latihan pengulangan gerakan. Di katakana multiball, karena bola yang di pakai relative banyak. Hal ini dilakukan agar jumlah pengulangan pukulan menjadi lebih banyak yang nantinya akan mudah menguasai jenis pukulan tertentu. Adapun cara melakukannya adalah dengan bantuan teman, teman anda diminta untuk melemparkan bola satu persatu kea rah anda, dan anda secara terus-menerus melakukan pengulangan pukulan sampai bola yang di leparkan habis.
Kerugian dari metode ini adalah pemain yang berlatih hanya terfokus pada satu orang.Tidak bisa dilakukan latihan secara bersamaan, tapi latihan ini bisa dilakukan secara bergantian. Metode ini merupakan metode yang sering digunakan oleh banyak pelatih untuk meningkatkan keterampilan atletnya dalam  bermain tenis meja.
e.  Menggunakan Mesin
Pada dasarnya mesin merupakan alat yang diciptakan untuk membantu atlet dalam melakukan latihan drill.Pada zaman modern ini tidak sering kita jumpai orang melakukan latihan menggunakan mesin.Walaupun harga mesin itu cukup mahal, namun lemparan bola yang di keluarkan oleh mesin cenderung tetap (relative konstan).Sehingga  mudah untuk atlet berlatih keterampilan, juga memudahkan pelatih dalam melatih atletnya bahkan pelatih tidak perlu sering melatih secara langsung.
4.  Latihan Taktik
Taktik adalah suatu kemampuan fisik maupun mental mengambil keuntungan dalam setiap kesempatan yang ada/memungkinkan, sebelum, selama dan sesudah suatu pertandingan agar dapat bermain dengan efisien dan efektif.
a. Taktik untuk pemain serang
Pada dasarnya pola pemain serang adalah memperoleh poin melalui serangannya yang disusun melalui suatu rangkaian pukulan serangan.
Beberapa prinsip taktis bagi pemain serang
1)        Posisi dasar paling jauh 1 meter di belakang base line dan berada di dalam daerah side line.
2)        Service diperlukan banyak variasi.
3)        Pukulan-pukulan terutama drive bersama-sama dengan blok dan drop shot.
4)        Temponya cepat.
5)        Tujuannya sederhana, yaitu bermain singkat untuk memperoleh poin dengan posisi membunuh.
6)        Smash-smash diarahkan ke badan atau jauh dari badan lawan.
Kesalahan-kesalahan  taktis pemain serang
1)        Service selalu diarahkan kesatu sasaran, tidak bervariasi, tidak meneruskan servis-servis yang berhasil dengan baik .
2)        Mengajukan peluang untuk smash/membikin poin.
3)        Penempatan dropshot terlalu panjang.
4)        Memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengatur tempo permainan.
5)        Terlalu banyak rencana serangan yang gagal.
6)        Kesalahan dalam posisi.
Kesalahan-kesalahan umum tersebutharus diperbaiki dengan taktik-taktik khusus dengan tipe bermain lawan.
b.  Taktik pemain serang lawan pemain serang
1)        Servis; lakukan servis yang bervariasi,serangan pendek kearah forehand.
2)        Tujuan; mengatur permainan dengan menggunakan servis.
3)        Penerimaan servis; jika memungkinkan cobalah serang (second attack) atau dorong pendek ke sisi forehand.
4)        Pukulan; kombinasi berbagai pukulan serang. Berusaahalah menekan lawan, sehingga pengembalian bola lawan menuju posisi forehand dengan baik, sehingga dengan mudah dapat membikin poin. Kadang-kadang perlu mundur sedikit, tetapi janganlah melakukan drive yang tinggi ke posisi forehand karena ada kemungkinan lawan secara tib-tiba melakukan smash. Begitu pul jika memukul bola kedaerah tengah (middle zone) jangan terlalu tinggi karena resikonya lawan dapat melakukan smash/counter smash.

c. Taktik pemain serang lawan pemain bertahan
1)        Servis harus bervariasi.
2)        Penerimaan servis secara umum dengan pukulan-pukulan serang, kadang-kadang dengan pukulan push untuk membingungkan lawan.
3)        Pukulan-pukulan yang dilakukan sama seperti lawan pemain yang mengambil posisi medium. Gunakan banyak dropshot dari rangkaian serangan/pukulan yang berbeda. Secaara umumtempatkan dropshot ke arah dari mana datangnya bola.
4)        Penempatan bola dilakukan keseluruhan zone (3 zone) yaitu net zone, middle zone dan baseline zone. Suatu variasi yang baik dapat dilakukan dengan cara:
*  Penempatan bola pendek dan panjang.
*  Penempatan bola lurus dan menyilang.
*  Drive dengan lambungan tinggi dan rendah.

d.  Taktik pemain allround lawan pemain serang
1)        Servis dilakukan umumnya ke arah backhand dengan teknik pukulan chop,ke arah lainnya hanya kadang-kadang saja.
2)        Pengembalian servis juga dengan chop cut ke arah backhand dengan tujuan mengganggu/merusak posisi lawan atau merusak irama permainannya sehingga berbuat kesalahan.
3)        Pukulan bervariasi antara pukulan bertahan dan pukulan serang,hampir tidak ada dropshot.
4)        Penempatan bola sedapat mungkin panjang ke daerah baseline atau sangat pendek dekat net.

e.  Taktik pemain all round lawan pemain all round
1)        Servis; sama seperti melawan pemain serang
2)        Penerimaan servis sama seperti pemain serang.
3)        Pukulan yang digunakan adalah setiap pukulan serang dan bertaha termasuk dropshot dan blok. Catatan penting; janganlah perpancing untu menjadi pemain serang, hal ini akan merugikan anda sendiri. Ingatlah: jika dua pemain dengan style yang sama bertanding, pemain yang mengubah style biasanya akan akan.
4)        Daaerah sasaran; bebas tetapi jangan tinggi.

f.  Taktik pemain allround lawan pemain bertahan
1)        Servis; lakukan bervariasi.
2)        Penerimaan servis; gunakan berbagai tektik pukulan yang paling tepat atau sesuai.
3)        Pukulan; sama seperti melawan pemain allround. Catatan penting: janganlah mengubah tipe/gaya permainan.
4)        Daerah sasaran bebas.

g.  Taktik untuk pemain bertahan
Pada dasarnya pemain bertahan mengharapkan poin (kemenangan) melalui kesalahan yang dilakukan oleh lawannya.
Petunjuk praktis untuk pemain bertahan.
1)        Posisi dasar; 2 sampai 3 meter di belakang baseline dan diantara sideline.
2)        Servis yang dilakukan umumnya chop. Terlalu banyak variasi dalam servis seringkali menyulitkan diri sendiri,karena pengembalikan dari lawan lebih merupakan refleksi dari servis.
3)        Penggunaan pukulan; terutama vaariasi pukulan chop (isi, kosong) dengan push dan blok. Kemampuan melakukan counter smash atau drive yang tiba-tiba sangat dianjurkan.
4)        Tempo permainan umumnya lambat.
5)        Sasaran dan gerakan dalam permainan; disesuaikan, arahkan ke tempat-tempat yang memungkinkan membikin poin. Lepas kontrol walaupun sedikit harus dihindari sama sekali.
Kesalahan-kesalahan taktis yang sering terjaaadi pada pemain bertahan.
1)        Kurang berhati-hati dalam melakukan smash atau tidak berencana dalam bermain.
2)        Kegagalan dalam memvariasi pengembalian dengan chop.
3)        Chop terlalu tinggi.
4)        Pengembalian “balloon ball” mendarat terlalu dekat dengan net.
5)        Servis terlalu bervariasi.
6)        Posisi dasar kurang baik/benar.

h.  Taktik  bertahan melawan  pemain serang
1)        Servis dilakukan dengan chop menengah panjang ke sis backhand.
2)        Penerimaan servis; backhand chop ke sisi belakang
3)        Penggunaan pukulan; semua jenis pukulan bertahan termaasuk push dan blok, kadang-kadang smash atau drive secara tiba-tiba untuk memperoleh poin.
4)        Penempatan; jika memungkinkan sangat panjang atau pendek.

h.  Taktik bertahan melawan pemain allround
1)        Sama seperti melawan pemain serang.
2)        Taktik bertahan melawan pemain bertahan
3)        Servis; lakukan ke sisi backhand atau forehand dan kadang-kadang bervariasi.
4)        Pengembalian servis; dengan chop terutama ke sisi forehand untukmemancing lawan menyerang.
5)        Penggunaan pukulan; semua jenis pukulan bertahan, hampir tidak ada dropshot atau blok. Cari kesempatan baik untuk melakukan smash, terutama jika posisinya memungkinkan untuk memperoleh poin. Peringatan: terutama dalam keadaan berimbang, jangan meninggalkan tipe bermain yang sesunggunya. Tempatkan bola hingga lawan selalu bergerak jauh dan mendorong dia untuk berbuat kesalahan akibat posisi yang salah.

i.  Taktik  untuk server (pelaku servis)
1)        Jangan terlalu terburu-buru atau tergesa-gesa untuk mendapat poin.
2)        Lakukan counter smash untuk bola smash dari lawan.
3)        Janganlah terlambat melakukan pukulan seragan, misalnya pukulan 9 atau 10 harus sudah dipersiapkan. Bersiaplah terhadap kemungkinan suatu smash dapat dikembalikan oleh lawan.
        
j.  Taktik untuk penerima servis
1)        Utamakan selamat bola dalam permainan.
2)        Jangan memberi kesempatan kepada lawan untuk menyerang, misalnya forehand attack/forehand smash.
3)        Sekali-kali lakukan serangan.
4)        Jika anda pemain serang sebagai penerima servis, jangan terus menerus melakukan coba-coba, apalagi bertahan. Lakukan serangan-serang yang safe.

5.  Latihan mental
a.  Latihan konsentrasi
Konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian kepada tugas dengan tidak terganggu dan terpengaruhi oleh stimuli yang bersifat internal maupun eksternal.
Petunjuk Sebelum Latihan Konsentrasi
Atlet untuk bisa berkonsentrasi dengan baik tidak bisa dicapai dalam waktu yang relatif singkat, tetapi harus melalui proses latihan yang lama ( longterm training ). Beberapa petunjuk yang harus dilakukan sebelum melakukan konsentrasi adalah :
1)    Jauhkan pikiran dari sesuatu yang pernah anda lakukan atau pernah anda alami.
Pusatkan perhatian anda pada satu tempat.
2)    Tujukan pusat perhatian pada satu lokasi tersebut.
3)    Kosongkan pikiran anda dan biarkan tetap kosong.
4)    Pindahkan dari sasaran khusus ke pusat perhatian seperti gambar panorama. Kemudian ikut dihadirkan pada suatu gambaran besar yang memungkinkan masukan tanpa menyeleksinya.
5)    Berusaha mampu memusatkan perhatian pada semua benda.
6)    Berhentilah kemudian mulai lagi berkonsentrasi.
Untuk bisa berkonsentrasi selama pertandingan, latihan konsentrasi dalam setiap sesi latihan harus diberikan. Upaya untuk membantu melatih keterampilan konsentrasi ada berbagai kegiatan yang bisa dilakukan antara lain : duduk tegak dikursi, kaki menapak lantai, kedua tangan disamping badan, tutup mata, ambil napas dalam-dalam lalu keluarkan sampai ketegangan diseluruh tubuh menghilang. Begitu rileks, perhatikan irama napas, lalu mulai perlahan menghitungnya jika anda kehilangan hitungan atau lupa angka hitungannya berarti anda kehilangan konsentrasi karena itu berhentilah sejenak lalu mulailah berkonsentrasi kembali.
Atlet dalam mengikuti pertandingan terkadang mengalami gangguan konsentrasi sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.Dalam setiap cabang olahraga panahan konsentrasi sangat penting, karena dalam cabang olahraga tersebut menuntut ketelitian dan kecermatan dalam melakukan tembakan.Oleh karena itu pemanah perlu dilatih keterampilan konsentrasinya sehingga apabila menemui permasalahan yang mengganggu konsentrasinya pemanah bisa mengatasi masalah tersebut dengan mudah.
Strategi yang bisa dilakukan oleh para atlet tenis meja untuk melatih konsentrasi, sebagai berikut:Mengamati jarum detik dalam jam. Amati jam dengan hati-hati selanjutnya hitung dari 1 sampai 5 ketika jarum detik berjalan. Ulangi menghitung selama satu menit.Berhenti sejenak kemudian ulangi lagi dengan mata tertutup selama satu menit. Kemudian cek waktu di jam setelah melakukan kegiatan tersebut. Prinsip terpenting yang harus diingat atlet adalah menjaga suasana hati agar tetap dalam keadaan tenang dan mengkonsentrasikan tugas-tugas yang harus dilakukan.
b.  Latihan relaksasi
Relaksasi adalah satu bentuk aktivitas yang dapat membantu mengatasi stres.Teknik relaksasi ini melibatkan pergerakan anggota badan secara mudah dan dapat dilakukan di mana saja.Teknik relaksasi ini dapat dilakukan kurang lebih selama 20 menit.
Tujuan teknik relaksasi yaitu:
1. Menurunkan kecemasan /stress
2. Menurunkan nyeri
3. Membantu melupakan nyeri yang dirasakan
4. Meningkatkan periode istirahat dan tidur
5. Meningkatkan rasa nyaman

Langkah-langkah relaksasi pernapasan yaitu sebagai berikut:
1.    Tarik nafas dalam-dalam dan tahan di dalam paru
2.    Keluarkan udara perlahan-lahan dan rasakan tubuh menjadi kendor dan rasakan betapa nyaman hal tersebut
3.    Bernafaslah secara normal dalam beberapa waktu
4.    Ambil nafas dalam-dalam kembali dan keluarkan secara perlahan-lahan,
5.    Biarkan telapak kaki rileks.
6.    Konsentrasikan pikiran pada kaki
c. Latihan Ketelitian
Pada permainan tenis meja, ketelitian sangatlah diperlukan bagi pemain.Hal ini berhubungan dengan lajunya bola yang sangat cepat, sehingga pemain bukan hanya dituntut untuk dapat mengatur irama bola tapi juga dituntut ketelitian dalam penempatan bola.
Salah satu cara untuk dapat meningkatkan ketelitian adalah dengan cara memperbanyak latihan rally dengan bantun pemain lain. Pemain yang hendak berlatih harus melakukan rally dengan arah bola yang tetap pada suatu titik. Sedangkan pemain pendampingnya memberika bola dengan arah yang berbeda-beda.Pemain yang berlatih dituntut untuk dapat mengejar bola kemanapun arah datang, tetapi arah pukulannya harus tetap pada satu titik.

5. Monitoring Keterampilan Tenis Meja
Dalam menilai hasil belajar dan berlatih tenis meja dapat dilakukan dengan caraobservasi dan tes ketepatan sasaran pukulan.
a.  Penilaian dengan observasi
Penilaian observasi terlebih dahulu pelatih dan guru menyusun : (1) pedoman observasi penilaian ( kisi-kisi penilaian), dan (2) menyusun rubrik sebagai alat untuk mengamati di lapangan.
Contoh pedoman observasi penilaian berlatih teknik forehand drive.
Indikator teknik forehand drive yang penting
Deskripsi
Grip
1.    Dicekeram semua jari dengan kekuatan 20 persen dari kekuatan maksimal (tidak jatuh)
3.    Jari keliking, jari manis dan jari tengah mengbukus satu sisi pegangan.
4.    Jari telunjuk terletak pada tepi samping bawah karet
4 . Ibu jari terletak pada bagian atas jari tengah disisi berlawanan
Posisi siap
1. Berdiri seimbang pada jarak yang cukup dengan meja, (ujung bet tidak menyentuh meja)
2. Sendi siku ditekuk 90 derajat
3. Tubuh menghadap meja sedikit miring
4. Kedua lutut sedikit ditekuk
Backswing

1.   Putar pinggang ke kanan kebelakang
2.   lengan mengikuti kebelakang ke posisi jam 3
3.   Menggeser  berat badan ke kaki kanan
4.  Lihat bola
Swing
1.    Putar pingang kedepan, disertai ayunan lengan dan bet kedepan sedikit keatas.
2.   siku sebagai pivot point
3.   Perkenaan bola bagian tengah belakang sedikit kebawah.
4.   Pada saat bet kena bola, kekuatan cekeraman bet ditambah
Gerak Lanjutan
1.   Bet sejajar dengan bahu kiri dengan posisi sedikit tertutup pada jasm 9.
2.   Segera kembali ke posisi siap.
Contoh Rubrik (Lembar observasi di lapangan)
Beri tanda V bila  yang didemonstrasikan oleh atlet sesuai dengan deskripsi yang terdapat dalam pedoman observasi.
No
Nama atlet
Grip
Posisi Siap
Backswing
Swing
Gerak
lanjutan
Total
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2

1
Didik
V
v
v
-
v
v
v
v
-
v
v
v
v
v
V
v
v
-
14










































Skor Nilai = ( jumlah total : jumlah maksimal) x 100 =
Skor Nilai = (15:18) x 100 = ….
Koreksi Atlet:
1.  Grip no 4. Ibu jari terletak pada bagian atas jari tengah disisi berlawanan perlu diperbaiiki.
2.  Backswing no 4. Putar pinggang ke kanan kebelakang perlu diperbaiiki
3.  Gerak lanjutan no 2. Kembali ke posisi semula perlu diperbaiiki.

2.  Tes Kemampuan Ketepatan Forehand Drive
a.   Tujuan instrumen     : untuk mengukur ketepatan forehand  drive.
b.   Validitas isi tinggi (CVR=0.99). 
c.   Relibilitas : 0.95 (atlet pemula), 0.96 ( untuk yunior)
d.   Peralatan   : Bola tenis meja, bet, meja, stop wacth dan skor shet                
e.  Tanda Meja  (Table marking) : Tanda untuk dua sasaran sebelah kiri testi yaitu   pertama  luas 30 cm x 30 cm,   kedua  luasnya 60cm x60cm                                              
Meja yang diberi tanda sasaran

0 Response to "BUKU PANDUAN BIMTEK KLUB OLAHRAGA CABOR PERMAINAN TENIS MEJA"

Post a Comment