iklan

CONTOH MAKALAH OLAHRAGA BAHAN PELATIHAN CABANG OLAHRAGA DAN SISTEM PERTANDINGAN SEPAKTAKRAW



  1. PERMAINAN SEPAKTAKRAW
1.         PENGERTIAN
Permainan sepaktakraw adalah permainan yang menggunakan objek berupa bola yang bisa terbuat dari rotan (takraw) atau bahan yang sejenisnya (tiruan dari plastik) yang dimainkan oleh 2-3 orang pemain pada setiap timnya. Permainan sepaktakraw biasanya dimainkan di lapangan datar yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 13,40 m dan lebar 6,10 m, di mana di tengah-tengahnya dipisahkan oleh net. Perhitungan angka kemenangan pada setiap setnya maksimal15 point, kecuali pada posisi point, 14-14 pemenang ditentukan melalui selisih 2 point sampai batas akhir, 17 point,  3 set kemenangan Dalam permainan sepaktakraw terdapat dua jenis posisi pemain yaitu pemain pelambung bola (apit kanan dan apit kiri) dan pemain penendang bola (tekong). Sepaktakraw sendiri muncul dari jenis olahraga campuran dari sepakbola dan bolavoli yang dimainkan pada lapangan ganda permainan bulu tangkis, dan semua pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan.
Permainan sepaktakraw itu sendiri biasanya dibagi menjadi menjadi 4 nomor/jenis yang biasa dilombakan, yaitu antara lain:
Catatan : untuk usia dini hanya nomor inter regu 4 orang dan hoop 4 orang.
a)  Double event yaitu pertandingan sepaktakraw yang dimainkan oleh 2 orang pemain inti dan 1 pemain cadangan. Pada permainan ini bola dilambungkan sendiri dan ditendang sendiri oleh pemain tekong dari sepanjang belakang garis belakang (base line) dan servis secara otomatis dilakukan secara bergantian.
b)  Inter regu yaitu pertandingan sepaktakraw yang dimainkan oleh 3 orang pemain inti dan 1 pemain cadangan. Pada permainan ini bola dilambungkan oleh apit kanan atau apit kiri dan ditendang oleh pemain tekong dari lingkaran yang berada di tengah-tengah lapangan.
c)  Hoop sepaktakraw yaitu pertandingan sepaktakraw pada lapangan berbentuk lingkaran yang berdiameter 4 m dengan sasaran memasukkan bola takraw sebanyak-banyaknya pada 3 lingkaran dengan diameter 50 cm yang dirangkai menjadi bentuk segitiga yang digantung pada ketinggian 4, 75 m untuk putra dan 4,50 m untuk putri yang dimainkan oleh 5 orang pemain inti dan 1 pemain cadangan selama kurang lebih 30 menit. Setiap bola takraw yang masuk pada lingkaran yang ditentukan secara sah akan mendapatkan skor 10 point.
Catatan: untuk usia dini tingi ring hoop 3 m untuk putra dan putri tidak dipertandingkan, dimainkan 3 orang inti cadangan 1 orang,
d)  Beach sepaktakraw yaitu pertandingan sepaktakraw yang dimainkan di lapangan pasir (pantai) oleh 4 orang pemain inti dan 1 pemain cadangan. Pada permainan ini skor dan ukuran lapangan sama dengan ukuran lapangan sepaktakraw lainnya dan bola dilambungkan sendiri dan ditendang sendiri oleh pemain tekong dari sepanjang belakang garis belakang (base line) dan servis secara otomatis dilakukan secara bergantian.
Permainan sepaktakraw untuk anak usia sekolah dasar merupakan permainan sepaktakraw mini yang telah dimodifikasi. Modifikasi atau perubahan dalam permainan ini meliputi: 1) lapangan: panjang lapangan 6m, lebar lapangan 3 m, daerah bebas rintangan 3,5 m, 2) garis batas: lebar garis batas tidak lebih dari 1,9cm, garis batas lapangan maksimal 1m, 3) perempat lingkaran untuk melambungkan bola dengan jari-jari 35cm, 4) lingkaran sepak pertama berjari-jari 0,18 m dari titik tengah berjarak 1,22 m dan dari garis belakang atau garis samping berjarak 1,75 m, 5) jaring (net): tinggi 1,35 m, 6) bola: terbuat dari bahan anyaman rotan atau sejenisnya, 7) skor, peraturan dan jumlah pemain sama seperti pada permainan sepaktakraw pada umumnya.
2.         GERAK DASAR DOMINAN FUNDAMENTAL DAN TEKNIK DASAR
a.    Gerak Dasar Dominan Fondamental
Hampir disemua cabang olahraga gerak merupakan fokus utama. Kualitas gerak dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya: faktor biomekanis (keterampilan gerak yang efektif, efisien, aman dan lancar), fisiologis (gerak dipenaguhi oleh unsur-unsur kondisi fisik dan bentuk), sosiologis (gerak dipengaruhi oleh kelompok dan sosial), dan psikologis (gerak dipengaruhi oleh kondisi tubuh secara positif atau negatif, susah, senang atau cemas).
1)   Gerak Lokomotor
Gerak lokomotor merupakan aktivitas gerak tubuh di mana tubuh dapat mengalami perpindahan posisi dari satu tempat ke tempat lain atau terjadi perpindahan titik berat badan dengan telapak kaki yang meninggalkan tempat semula.
Contohnya: berjalan, berlari, lompat (jauh dan tinggi), meluncur, dll.
2)   Gerak Non Lokomotor
Gerak non lokomotor merupakan gerak tubuh terampil dan stabil, di mana perpindahan gerakannya hanya sedikit atau bahkan tidak bergerak atau pindah tempat bila dipandang dari satu sudut pangkal geraknya.
Contohnya: penguluran, menarik, mendorong, meliuk, mengayun, menghela, dll.
3)   Gerak Manipulatif
Gerak manipulatif merupakan gerakan tubuh yang melibatkan kombinasi dan kontrol antara objek utama (benda) dengan mata, tangan dan tungkai.
Contohnya: melempar, menendang, menyundul, menangkap, memukul, menggiring, dll.
b.   Teknik Dasar
Teknik dasar merupakan proses gerak sebagai kondisi dengan tuntutan kondisi gerak sederhana, mudah dan merupakan unsur yang sangat penting yang dapat memperlancar, menghidupkan dan memperindah jalannya suatu permainan. Upaya untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik maka setiap pemain haruslah mengenal dan mampu menguasai teknik dasar dan ketrampilan yang lain dalam bermain sepaktakraw dengan sebaik-baiknya. Untuk itu pemain atau atlet harus menguasai teknik-teknik dasar dalam permainan sepaktakraw, yang diantaranya meliputi:
1)   Menyepak/menendang
a)    Sepak Mula (service)
Sepak mula (Service) adalah sepakan yang dilakukan oleh tekong kearah lapangan lawan sebagai cara untuk memulai permainan. Servis merupakan suatu gerak kerja yang penting dalam permainan sepaktakraw, karena point dapat dibuat oleh regu yang melakukan servis. Tujuan suatu servis hendaklah dipusatkan kepada pengacuan permainan atau pertahanan lawan sehingga dapat mengatur serangan untuk mematikan dan mempersulit lawan dalam menerima bola.

Gambar Teknik Dasar Sepak Mula (Service)
b)   Sepak Sila
Sepak sila adalah menyepak bola dengan menggunakan kaki bagian dalam gunanya untuk menerima dan menimang bola, mengumpan dan menyelamatkan bola dari serangan lawan.

Gambar Teknik Dasar Sepak Sila
c)    Sepak Cungkil
Sepak cungkil adalah menyepak bola dengan menggunakan ujung kaki bagian depan (jari kaki). Sepak cungkil digunakan untuk mengambil bola yang jauh, rendah dan bola-bola yang liar akibat dari pantulan bola pada saat melakukan blocking.

Gambar Teknik Dasar Sepak Cungkil
d)   Sepak Kuda/Kura
Sepak kuda atau sepak kura adalah sepakan dengan menggunakan kura-kura atau punggung kaki penuh. Sepak kuda digunakan untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan dan memainkan bola dengan usaha menyelamatkan bola serta untuk mengambil bola yang rendah.

Gambar Teknik Dasar Sepak Kura/Kuda
e)    Sepak Simpuh/Sepak Badek
 Sepak badek adalah menyepak bola dengan kaki bagian luar atau samping luar. Sepak simpuh digunakan untuk menyelamatkan bola dari pihak lawan dan mengontrol bola dalam usaha peyelamatan.

Gambar teknik dasar simpuh/sepak badek
f)    Serangan Rejam (Smash)
Smash adalah tendangan yang utama, keras dan menukik ke daerah lawan dalam upaya penyerangan untuk mencapai usaha dalam memperoleh kemenangan atau point. Smash bertujuannya untuk mendapatkan point dari pihak lawan dan mematikan permainan lawan.

Gambar teknik dasar serangan rejam (smash)

Gambar Teknik Dasar Serangan Rejam (Smash)
g)   Menapak
Menapak adalah menyepak bola dengan menggunakan telapak kaki. Menapak dapat digunakan untuk melakukan smash ke pihak lawan, menahan atau membloking smash dari pihak lawan dan menyelamatkan bola yang berada di dekat net (jaring).

Gambar teknik dasar menapak
h)   Memaha
Memaha adalah memainkan bola dengan paha dalam usaha mengontrol dan menguasai bola. Memaha digunakan untuk menahan, menerima dan menyelamatkan bola dari serangan lawan.

Gambar Teknik Dasar Memaha
Sumber: Andri Eko H (2012)
2)   Menyundul (heading)
Menyundul bola (heading) adalah memainkan bola dengan menggunakan bagian kepala. Menyundul bola dapat digunakan untuk menerima bola pertama dari pihak lawan, melakukan smash atau serangan, dan menyelamatkan bola dari serangan lawan.

Gambar Teknik Dasar Menyundul (Heading).

Gambar Teknik Dasar Menyundul (Heading).
3)   Mendada
Mendada adalah memainkan bola dengan tubuh pada bagian dada. Mendada digunakan untuk mengontrol bola untuk dapat diolah dan dimainkan dengan teknik selanjutnya.

Gambar teknik dasar mendada
4)   Membahu
Membahu adalah memainkan bola dengan bagian tubuh pada bahu (pundak) dalam usaha mempertahankan bola dari serangan pihak lawan yang mendadak, di mana pihak pertahanan dalam keadaan terdesak, kurang siap dan dalam posisi yang kurang baik.

Gambar teknik dasar membahu
5)   Menahan (Block)
Menahan adalah salah satu dari beberapa cara gerak kerja bertahan untuk menghalangi serangan dari lawan yang melakukan serangan smash. Menahan bertujuan untuk menggagalkan serangan dari lawan untuk mendapatkan point. Menahan (block) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: dengan punggung badan dan dengan dengan kaki.

Gambar teknik dasar menahan (block)

3.         LATIHAN FISIK
a.    Komponen Kondisi Fisik yang Dominan
Kondisi fisik merupakan salah satu prasyarat utama yang sangat diperlukan oleh seorang atlet guna menunjang upayanya untuk memperoleh peningkatan prestasi pada cabang olahraga tertentu. Kemampuan kondisi fisik dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya: faktor usia, jenis kelamin, faktor genetika, faktor latihan, kebiasaan dan gaya hidup (merokok, miras, dll), istirahat, makanan dan gizi. Kondisi fisik sesungguhnya merupakan landasan dasar yang digunakan sebagai titik tolak pada suatu cabang olahraga tertentu untuk menuju pada suatu prestasi yang optimal. Kondisi fisik akan dapat mencapai titik optimal jika latihan dimulai pada usia dini yang tepat dan dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip dasar latihan yang baik dan benar.
Di dalam masing-masing cabang olahraga terdapat unsur-unsur kondisi fisik yang dominan (utama) dan sangat dibutuhkan dalam spesifikasi cabang olahraga tersebut. Dalam cabang olahraga sepaktakraw komponen kondisi fisik yang utama, antara lain adalah:
1)   Kecepatan (speed)
Kecepatan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan serangkaian gerakan yang sama secara berkesinambungan untuk menempuh jarak tertentu agar mendapatkan waktu yang sesingkat-singkatnya.
2)   Kelincahan (agility)
Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam bergerak dan berubah arah, dalam berbagai posisi di berbagai dimensi. Seseorang yang mampu berubah dari satu posisi kesuatu posisi yang berbeda, dengan kecepatan tinggi dan kordinasi gerak yang baik, berarti memiliki kelincahan yang cukup tinggi.
3)   Kelentukan (flexibility)
Kelentukan adalah keefektifan seseorang dalam penyesuaian dirinya untuk melakukan segala aktivitas tubuh dengan penguluran dan peregangan otot-otot, ligamen-ligamen atau persendian secara mudah dan luas tanpa mengalami rasa sakit atau cedera.
4)   Koordinasi (coordination)
Koordinasi adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasi dan merangkaikan berbagai gerakan yang berbeda ke dalam satu pola gerakan tunggal  yang efektif, efisien dan aman.
5)   Kekuatan (strenght)
Kekuatan adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan kontraksi ototnya untuk membangkitkan, menerima dan mengangkat beban atau tahanan secara maksimal pada saat bekerja.
6)   Daya ledak otot kaki (Power)
Daya ledak adalah kemampuan seseorang untuk mengerahkan kekuatan maksimum dengan usaha/daya yang dikerahkannya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Dalam hal ini biasanya dapat dikemukakan bahwa daya ledak otot atau power = kekuatan atau Force X kecepatan atau Velocity (P = F X T).
7)   Daya Tahan (endurance)
Daya tahan dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
a)    Daya tahan otot setempat/lokal (local endurance) yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan suatu kelompok ototnya untuk berkontraksi secara terus-menerus dalam waktu relatif cukup lama dengan pembebanan tertentu.
b)   Daya tahan umum (cardiorespiratory endurance) yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, pernafasan dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien dalam menjalankan kerjanya secara kontinyu dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
8)   Reaksi (Reaction)
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk bertindak secara cepat dalarn menanggapi berbagai rangsangan yang datang secara tiba-tiba yang diterima oleh panca indera, pusat syaraf atau feeling lainnya.
9)   Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kemampuan seseorang untuk berusaha dan mengendalikan posisi, sikap, organ-organ tubuh, syaraf dan otot-ototnya agar tubuh tetap berada dalam keadaan stabil baik pada saat diam (tidak pindah tempat/statis) atau selama melakukan gerakan (dinamis/pindah tempat) yang cepat dengan perubahan letak titik-titik berat badan yang cepat pula.
b.   Bentuk-bentuk Latihan Fisik
Secara umum dalam memberikan latihan fisik untuk menjaga dan meningkatkan kondisi fisik perlu maka perlu memperhatikan prinsip-prinsip umum latihan. Adapun bentuk-bentuk latihan kondisi fisik secara umum yang dapat disajikan kepada anak sekolah dasar, antara lain:
1)   Kelentukan
Bentuk latihan untuk meningkatkan kelentukan, antara lain: latihan kelenturan otot leher, latihan kelenturan sendi pergelangan tangan, lengan tangan dan bahu, latihan kelenturan lutut, otot pinggang, sendi pinggul, cium lutut, sit-rich, split, dll.

Gambar latihan gerakan streaching statis dan dinamis.

Gambar latihan streaching cium lutut.

Gambar latihan PNF berpasangan
2)   Kecepatan
Bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan, antara lain adalah: lari sprint dengan jarak 40 m, 50 m, 60 m, 100 m, dan 200 m, lari akselerasi (dimulai dari gerak lambat kemudian semakin cepat), lari naik turun bukit (up-down hill), lari naik turun tangga, dll.

Gambar latihan lari cepat.
3)   Kelincahan
Bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan, antara lain dengan: suttle run, lari zig-zag, dogging run, dll.

Gambar latihan lari zig-zag.

Gambar latihan lari bolak-balik suttle run.
4)   Daya ledak otot kaki (Power)
Bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak otot kaki, antara lain dengan: lompat-loncat,

Gambar latihan loncat kaki ke kanan, kekiri, kedepan dan kebelakang.

Gambar latihan loncat ke depan.
5)   Koordinasi
Bentuk latihan untuk meningkatkan koordinasi, antara lain dengan: kombinasi tanpa objek, misalnya: gerak samba, lempar, tangkap, tendang, sundul).

Gambar latihan lempar tangkap dengan bola sebagai objeknya.
6)   Kekuatan
Bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan, misalnya seperti: mendorong dan mengangkat beban, Push up dan tolak bola medicine (untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu), Sit up (untuk melatih kekuatan otot perut), Back up / back lift (untuk melatih kekuatan otot punggung), Squat jump/vertical jump (untuk melatih kekuatan otot tungkai kaki dan pinggul), dll.

Gambar Latihan beban angkat barbel

Gambar Latihan angkat beban teman sendiri secara berpasangan.
7)   Daya Tahan
Pada saat latihan daya tahan perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu: lamanya latihan, beban latihan/intensitas, ulangan gerakan/repetisi, dan masa istirahat/recovery.
Bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru antara lain adalah:
a)    Daya tahan otot, bentuk latihannya antara lain: Pull up/Push up/tolak bola medicine (untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu), Sit up (untuk melatih kekuatan otot perut), Back up / back lift (untuk melatih kekuatan otot punggung), dll.

Gambar Latihan sit up

Gambar latihan back up
b)   Daya tahan jantung dan paru-paru (kardio respirasi), bentuk latihannya antara lain: lari jarak jauh, skipping, Cross Country, marathon, lari naik turun gunung, lari lintas alam, fartlek, lari multy stage, lari suttle-run, lari 12 menit, lari 2,4 km, Renang jarak jauh, Interval training (latihan dalam waktu yang lama dan diselangi dengan diselingi istirahat.

Gambar gerakan skipping.

Gambar Latihan keliling lapangan


Gambar Latihan naik turun gunung.
8)   Reaksi
Kecepatan dan kemampuan reaksi latihannya dapat digabung dengan latihan koordinasi yang menggunakan objek benda atau tanpa benda/objek, permainan hitam hijau, dll.

Gambar latihan reaksi dengan media bola sebagai objek
9)   Keseimbangan
Bentuk Latihan keseimbangan dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a)      Latihan keseimbangan statis (tidak pindah tempat/diam), misalnya dengan gerakan berdiri dengan sikap kapal terbang, berdiri dengan tumpuan satu kaki, kepala, atau tangan dalam waktu tertentu.

Gambar latihan berdiri dengan satu kaki

Gambar latihan berdiri dengan satu kaki (sikap kapan terbang)
b)   Latihan keseimbangan dinamis (berpindah tempat/bergerak), misalnya dengan gerakan berjalan dengan meniti balok tumpu.

Gambar latihan berjalan meniti balok tumpu
4.         LATIHAN TEKNIK DAN TAKTIK
a.    Latihan Teknik Dasar
1)   Menyepak/menendang
a)    Sepak Mula (service)
Sepak mula (Service) adalah sepakan yang dilakukan oleh tekong kearah lapangan lawan sebagai cara untuk memulai permainan. Servis merupakan suatu gerak kerja yang penting dalam permainan sepaktakraw, karena point dapat dibuat oleh regu yang melakukan servis. Tujuan suatu servis hendaklah dipusatkan kepada pengacuan permainan atau pertahanan lawan sehingga dapat mengatur serangan untuk mematikan dan mempersulit lawan dalam menerima bola.

Gambar Teknik Dasar Sepak Mula (Service)

Gambar Latihan Service
b)   Sepak Sila
Sepak sila adalah menyepak bola dengan menggunakan kaki bagian dalam gunanya untuk menerima dan menimang bola, mengumpan dan menyelamatkan bola dari serangan lawan.

Gambar Teknik Dasar Sepak Sila

Gambar latihan sepak sila berpasangan
c)    Sepak Cungkil
Sepak cungkil adalah menyepak bola dengan menggunakan ujung kaki bagian depan (jari kaki). Sepak cungkil digunakan untuk mengambil bola yang jauh, rendah dan bola-bola yang liar akibat dari pantulan bola pada saat melakukan blocking.

Gambar latihan Teknik Dasar Sepak Cungkil

Gambar latihan Teknik Dasar Sepak Cungkil
d)   Sepak Kuda/Kura
Sepak kuda atau sepak kura adalah sepakan dengan menggunakan kura-kura atau punggung kaki penuh. Sepak kuda digunakan untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan dan memainkan bola dengan usaha menyelamatkan bola serta untuk mengambil bola yang rendah.

Gambar latihan Teknik Dasar Sepak Kura/Kuda

Gambar latihan Teknik Dasar Sepak Kura/Kuda
e)    Sepak Simpuh/Sepak Badek
Sepak badek adalah menyepak bola dengan kaki bagian luar atau samping luar. Sepak simpuh digunakan untuk menyelamatkan bola dari pihak lawan dan mengontrol bola dalam usaha penyelamatan.

Gambar latihan Sepak simpuh/sepak badek

f)    Serangan Rejam (Smash)
Smash adalah tendangan yang utama, keras dan menukik ke daerah lawan dalam upaya penyerangan untuk mencapai usaha dalam memperoleh kemenangan atau point. Smash bertujuannya untuk mendapatkan point dari pihak lawan dan mematikan permainan lawan.

Gambar latihan Teknik Dasar Serangan Rejam (Smash)

Gambar latihan Teknik Dasar Serangan Rejam (Smash)
g)   Menapak
Menapak adalah menyepak bola dengan menggunakan telapak kaki. Menapak dapat digunakan untuk melakukan smash ke pihak lawan, menahan atau membloking smash dari pihak lawan dan menyelamatkan bola yang berada di dekat net (jaring).

Gambar latihan menapak
h)   Memaha
Memaha adalah memainkan bola dengan paha dalam usaha mengontrol dan menguasai bola. Memaha digunakan untuk menahan, menerima dan menyelamatkan bola dari serangan lawan.

Gambar Teknik Dasar Memaha
Sumber: Andri Eko H (2012)
2)   Menyundul (heading)
Menyundul bola (heading) adalah memainkan bola dengan menggunakan bagian kepala. Menyundul bola dapat digunakan untuk menerima bola pertama dari pihak lawan, melakukan smash atau serangan, dan menyelamatkan bola dari serangan lawan.

Gambar latihan Teknik Dasar Menyundul (Heading).

Gambar latihan Teknik Dasar Menyundul (Heading).

Gambar latihan Teknik Dasar Menyundul (Heading).
3)   Mendada
Mendada adalah memainkan bola dengan tubuh pada bagian dada. Mendada digunakan untuk mengontrol bola untuk dapat diolah dan dimainkan dengan teknik selanjutnya.

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "CONTOH MAKALAH OLAHRAGA BAHAN PELATIHAN CABANG OLAHRAGA DAN SISTEM PERTANDINGAN SEPAKTAKRAW"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top