CONTOH MAKALAH OLAHRAGA PENGERTIAN PENCAK SILAT



PENCAK SILAT


A.   Pengertian
Pada mulanya pencak silat diciptakan manusia untuk memperoleh keamanan dari ancaman binatang buas. Tidak ada yang tahu kapan, di mana dan bagaimana pertama kali proses tersebut berlangsung, karena informasi yang tersedia sangat terbatas. Namun demikian menurut catatan sejarah bahwa pencak silat berkembang di kawasan Indonesia.  Seperti diungkapkan oleh Draeger (1992:32; dalam Maryono:1998:37) pentjak-silat is certainly to be termed a combative form indigenous to Indonesia. But it is a synthesis product, not purely autogenic endeavor”.
Pencak silat dalam kontek pendidikan bermula di pesantren, sebagai bagian integral dari ajaran agama (Maryono, 1998: 51). Dalam proses pendidikan tersebut, seorang santri selain mendalami ilmu agama, juga dibelaki keterampilan ilmu silat, untuk kepentingan penyebaran agama. Pendidikan agama dan pencak silat ini awalnya hanya diberikan kepada sekelompok bangsawan tertentu, misalnya Syech Burhanuddin penyebar agama Islam di Sumatera Barat dan Aceh pada abad XV, dan para wali Songo di tanah Jawa. Pencak silat hingga kini terus berkembang di masyarakat luas sebagai media pendidikan. Tradisi pencak silat sebagai pendidikan terus berlangsung, dan kini telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah.
Secara substansial pelajaran pencak silat terdiri dari empat aspek yaitu aspek mental, beladiri, seni dan olahraga.   Keempat  aspek  tersebut  diajarkan di sekolah dalam satu kesatuan yang berlandaskan pada falsafah budi pekerti luhur. Falsafah budi pekerti luhur adalah ajaran moral masyarakat lokal etnis Nusantara (Groot dan Notosoejitno, 2006).  Nilai-nilai yang terkandung dari falsafah budi pekerti luhur adalah nilai pendidikan karakter, yang melekat dalam pembelajaran pencak silat. 
            Pencak Silat memiliki pengertian permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang dan membela diri, baik dengan atau tanpa senjata.  Penjelasan dari segi ilmu bahasa tidak selalu diterima oleh para pendekar-pendekar daerah.  Menurut para pendekar istilah pencak silat dibagi dalam dua arti yang berbeda.  Menurut guru pencak silat Bawean, Abdus Syukur (dalam Maryono; 1998) menyatakan sebagai berikut: Pencak adalah gerakan langkah keindahan dengan menghindar, yang disertakan gerakan berunsur komedi.  Pencak dapat dipertontonkan sebagai sarana hiburan.  Sedangkan, silat adalah unsur teknik bela diri menangkis, menyerang dan mengunci yang tidak dapat diperagakan di depan umum. 
            Pernyataan senada diperkuat oleh Mr. Wongsonegoro ketua IPSI yang pertama mengatakan bahwa: pencak adalah gerakan serang bela yang berupa tari dan berirama dengan peraturan adat kesopanan tertentu, yang bisa dipertunjukan di depan umum. Silat adalah inti sari dari pencak, ilmu untuk perkelahian atau membela diri mati-matian yang tidak dapat dipertunjukan di depan umum.  Istilah ini didukung  oleh alm. Imam Koesoepangat, guru besar Setia Hati Teratai, mengatakan ‘ pencak sebagai gerak beladiri tanpa lawan, dan silat sebagai bela diri yang tidak boleh dipertandingkan.  Dari semua definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa yang  menjadi kriteria untuk membedakan arti ‘pencak’ dan arti ‘silat’ adalah apakah sebuah gerakan itu boleh ditonton atau tidak. (Maryono;1998).
            Tokoh-tokoh pendiri IPSI akhirnya sepakat untuk tidak membedakan pengertian pencak dengan silat, karena kedua kata tersebut memang mempunyai pengertian yang sama.  Kata pencak maupun silat sama-sama mengandung pengertian kerohanian, irama, keindahan dan kiat maupun praktek, kinerja atau aplikasinya.  Karena itu dalam rangka usaha untuk mempersatukan perguruan pencak dan perguruan silat, pada tahun 1948  kedua kata tersebut telah dipadukan menjadi pencak silat. Oleh karena itu PB IPSI beserta BAKIN pada tahun 1975 mendefinisikan sebagai berikut Pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela, mempertahankan, eksistensi (kemandiriannya) dan integritasnya (manunggal) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Sebagaimana diketahui bahwa dalam perkembangan sekarang ini, pencak silat sudah dipertandingkan di multi event seperti Sea games, PON, dan pertandingan lainnya baik pada tingkat dewasa maupun tingkat pelajar.  Dalam pertandingan pencak silat terdapat empat nomor pertandingan yaitu: nomor tanding, tunggal, ganda, dan regu. Nomor tanding adalah pertandingan pencak silat yang dilakukan dua orang pesilat yang saling berhadapan daru kubu yang berbeda saling menyerang untuk memperolah nilai tertinggi. Nomor tunggal adalah pertandingan pencak silat yang dilakukan oleh seorang pesilat yang memperagakan kemahiran jurus tunggal baku dalam waktu 3 menit. Nomor ganda adalah pertandingan pencak silat yang memperagakan keterampilan jurusnya yang dilakukan oleh dua orang pesilat pada kubu yang sama dilakukan dengan tangan kosong dan bersenjata dalam waktu 3 mernit. Sedangkan nomor regu adalah peragaan jurus regu baku yang dilakukan oleh tiga orang pesilat, dimana kekompokan gerak merupakan hal yang sangat penting dan dilakukan selama 3 menit.
            Pada buku pedoman ini pembahasan akan lebih banyak diarahkan pada latihan jurus tunggal baku dimana, pada O2SN SD nomor yang dipertandingkan hanya jurus tunggal baku saja. Sebagai landasan pondasinya gerak dominan dan teknik dasar yang terkandung dalam jurus tunggal baku menjadi perhatian utama pembahasana buku ini.
B.   Gerak Dominan dan Teknik Dasar Pencak Silat
1.    Gerak Dominan Olahraga Pencak Silat
Salah satu nomor yang dipertandingkan dalam pencak silat O2SN Sekolah Dasar adalah nomor Tunggal Baku. Dalam jurus baku tersebut teridentifikasi gerakan yang dominan dilakukan oleh atlet adalah:
a)    Gerakan memutar
b)    Gerak berpindah tempat
c)    Gerakan melompat
d)    Gerakan cepat – akurat
Gerakan yang dimaksud di atas harus dikuasai oleh seorang pesilat. Oleh karena itu seorang pelatih perlu memberikan pelatihan pada siswa agar gerakan-gerakan tadi dapat dikuasaii dengan baik.  Memanipulasi gerakan gerakan tersebut dalam latihan dapat disajikan dalam bentuk permainan-permainan yang menyenangkan.
2.    Teknik Dasar Pencak Silat
Keterampilan pencak silat, terdiri dari sikap tubuh, kuda-kuda, sikap pasang, gerak, dan gerak langkah. Sikap tubuh merupakan awal dari gerak. Dengan sikap yang baik akan menghasilkan gerak yang baik dan mantap.  Sikap dan gerak merupakan pedoman dalam melakukan keterampilan teknik dan jurus pencak silat.  Sikap dan gerak dalam pencak silat bermacam-macam, biasanya sesuai dengan aliran atau perguruan pencak silat yang ada pada masa sekarang.  Kuda-kuda adalah kesiapsiagaan tungkai atau kaki disertai dengan pembagian titik berat badan yang proporsional. Kuda –kuda berdasarkan titik berat badannya terdiri dari kuda-kuda ringan, kuda-kuda sedang, dan kuda-kuda berat yang masing-masing memiliki kegunaan tertentu.  Sikap pasang adalah kombinasi antara kuda-kuda sikap tubuh dan sikap tangan.  Sikap pasang dasar terdiri dari 8 jenis.  Jika ditinjau dari taktik penggunaannya sikap pasang meliputi sikap pasang terbuka dan sikap pasang tertutup.  Gerak langkah adalah cara atau taktik dalam mendekati atau menjauhi lawan.  Berdasarkan caranya terdiri dari gerseran, ingsutan, seseran, angkatan, loncatan dan putaran.  Berdasarkan taktiknya terdiri dari langkah lurus, segitiga, zig-zag, ladam, huruf S dan lain-lain.  Serangan dapat dikatakan juga sebagai belaan atau pertahanan aktif.  Serangan dalam pencak silat adalah teknik untuk merebut inisiatif lawan dan atau membuat lawan tidak dapat melakukan serangan atau belaan, dan semuanya dilaksanakan secara taktis.  Belaan atau pertahanan merupakan teknik untuk menggagalkan serangan lawan.  Berdasarkan sifatnya belaan terdiri belaan-layan dan belaan sambut.
a.    Sikap Awal
Dalam mempelajari pencak silat paling tidak ada dua sikap dasar yang harus dilakukan.   Sikap dasar tersebut meliputi: sikap lahir yaitu sikap fisik untuk melakukan gerakan-gerakan atau jurus-jurus dengan teknik yang baik.  Sikap rohani adalah kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan dengan waspada, siaga, praktis dan efisien. 
Berikut akan diperlihatkan pembentukan sikap dasar pada pencak silat. Gambar 1. merupakan sikap tegak satu dengan posisi tangan disamping badan. Gambar 2 memperlihatkan sikap tegak dua  dengan tangan dikepal disamping badan. Gambar 3 memperlihatkan sikap tegak tiga dengan tangan silang di depan dada.
 

                                        





Selain sikap awal, selanjutnya seorang pesilat sebelum mempertunjukkan keterampilannya berupa peragaan jurus-jurus pesilat diharuskan  meninta ijin terlebih dahulu kepada para hadirin atau guru mereka dengan cara penghormatan yang dilakukan seperti pada gambar 4 dibawah ini
 





b.    Kuda-Kuda
Kuda – kuda adalah posisi kaki tertentu sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerak serang bela.  Secara khusus kuda-kuda dapat dibagi menjadi beberapa jenis antara lain kuda-kuda depan, kuda-kuda belakang, kuda-kuda tengah, kuda-kuda samping, kuda-kuda silang belakang, dan kuda-kuda silang depan. Berikut gambar kuda-kuda      
 

           




          Gambar  5                        gambar  6                          gambar 7
    Kuda-kuda depan               kuda–kuda tengah              kuda-kuda samping


 






        Gambar .8                               gambar 9                                       gambar 10              
 kuda-kuda belakang              kuda–kuda silang depan                  kuda-kuda silang belakang               
c.    Sikap Pasang
            Sikap pasang adalah teknik berposisi siap tempur optimal dalam menghadapi lawan yang dilaksanakan secara taktis dan efektif.  Sikap pasang dapat berpola serangan atau belaan.  Pelaksanaan sikap pasang merupakan kombinasi kreatif dari kuda-kuda, sikap tubuh dan sikap tangan,
Sikap pasang dan kuda-kuda.  Berikut gambar sikap pasang dasar yang terbagi menjadi delapan sikap pasang dasar adalah
1.  Sikap pasang dengan kuda-kuda depan sejajar.
2.  Sikp pasang dengan kuda-kuda badan berputar (slewah/suliwa).
3.  Sikap pasang dengan kuda-kuda serong depan
4.  Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
5.  Sikap pasang dengan kuda-kuda silang belakang
6.  Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menyamping
7.  Sikap pasang dengan kuda-kuda silang depan
8.  Sikap pasng dengan kuda-kuda satu kaki diangkat


 





    Gambar .11                                        Gambar 12                                   Gambar 13
   Sikap pasang 1                   Sikap pasang 2                  Sikap Pasang 3




    Gambar 14                                          Gambar  15                     Gambar 16
   Sikap pasang 4                    Sikap pasang 5                 Sikap pasang 6




    Gambar 17                                                            Gambar 18
  Sikap pasang 7                                        Sikap pasang 8
d.    Gerak Langkah
            Gerak langkah adalah teknik perpindahan atau perubahan posisi disertai kewaspadaan mental dan indra secara optimal untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan dalam rangka mendekati atau menjauhi lawan untuk kepentingan serangan dan belaan.  Dalam pelaksanaannya selalu dikombinasikan dengan sikap tubuh dan sikap tangan. 
Berdasarkan arahnya gerak langkah meliputi:
a.    Gerak langkah ke belakang
b.    Gerak langkah ke serong kiri belakang
c.    Gerak langkah ke kiri
d.    Gerak langkah ke serong kiri depan
e.    Gerak langkah ke depan
f.     Gerak langkah ke serong kanan depan
g.    Gerak langkah ke kanan
h.     Gerak langkah ke serong kanan belakang.
 






Gambar 19
delapan penjuru arah mata angin
Gerak langkah ditinjau dari cara pelaksanaannya meliputi : angkatan, geseran, ingsutan (seseran), lompatan, dan puratan.




  Gambar .20                                   Gambar . 21                       Gambar  22
Langkah angkatan              Langkah geseran                    Langkah ingsutan





  Gambar  23                         Gambar  24
Langkah putaran                 Langkah lompatan
Gerak langkah ditinjau dari pola taktik meliputi:
a.    lurus,
b.    zig-zag (gergaji),
c.    segi tiga,
d.    ladam, (tapal kuda),
e.    langkah bentuk huruf S
 

.


Gambar .25 Langkah Lurus                       Gambar  26 Langkah Zif-zag
 



Gambar 27 Langkah Segitiga                                        Gambar  28 Langkah Ladam

Gambar .29 Langkah S
e.    Serangan
            Serangan dapat dikatakan juga sebagai belaan atau pertahanan aktif.  Pengertian serangan dalam pencak silat adalah teknik untuk merebut inisiatif lawan dan atau membuat lawan tidak dapat melakukan serangan atau belaan, dan semuanya dilaksanakan secara taktis.
            Ditinjau dari komponen alat penyerang dan lintasanya. meliputi:
1.  Pukulan
Pukulan merupakan teknik serangan dengan menggunakan  tangan atau lengan, berdasarkan lintasan dan perkenaannya meliputi: pukulan tusuk,  pukulan sangga, pukulan getok, pukulan totok, pukulan tinju, pukulan tampar, pukulan pagut, pukulan cambuk, pukulan busur, pukulan lingkar, pukulan tebas, pukulan papas, pukulan depan, dan pukulan samping.
Gambar  30 Contoh pukulan tinju/lurus


2.  Sikutan
Sikutan berdasarkan lintasanya terdiri dari: sikutan tusuk, sikutan sangga, sikutan atas, sikutan samping ke luar, sikutan samping ke dalam, dan sikutan belakang, Berikut contoh gambar sikut tusuk dan sikutan samping ke dalam
 
      Gb . 31 Sikut tusuk                                         Gambar  32 Sikut samping ke dalam

3. Tendangan
Tendangan dibagi beberapa jenis berdasarkan lintasan dan perkenaannya meliputi: tendangan taji, tendangan depan, tendangan samping, tendangan busur, tendangan sabit, tendangan cangkul, tendangan lingkar, tendangan kuda, dan tendangan belakang.
                        Gambar  33                    Gambar  34
                    Gambar  35                                     Gambar  36
                                                   Gambar  37
4. Lututan
Lututan ditinjau dari lintasanya terdiri dari: lututan depan dan lututan samping. 
                            Gambar 38                                                   Gambar 39
5. Tangkapan
Tangkapan terdiri dari tangkapan dari luar dan tangkapan dari dalam.
Gambar. 40 tangkapan
6.  Kuncian
Kuncian ditinjau dari cara pelaksanaan terdiri dari: kuncian penggoyah, kuncian tiga titik, kuncian lengan, kuncian tungkai, kuncian bahu dan leher.

Gambar  41 Proses Kuncian Lengan
7. Jatuhan
Jatuhan ditinjau dari komponen penyerangnya terdiri dari: sapuan tegak, sapuan rebah, kaitan, ungkitan, dan guntingan.

Gambar  42 Teknik Jatuhan dengan dorongan tangan
Gambar  43
Teknik jatuhan dengan cara menyapu kaki lawan
f.     Belaan
            Belaan atau pertahanan merupakan teknik untuk menggagalkan serangan lawan.  Berdasarkan sifatnya belaan terdiri Belaan-layan dan Belaan sambut.  Ditinjau dari pelaksanaannya belaan layan terdiri dari :
Hindaran, adalah upaya menggagalkan serangan lawan dengan cara menghindari serangan lawan tanpa ada kontak dengan anggota tubuh lawan
            Elakan, adalah upaya mengagalkan serangan lawan dengan cara menghindari serangan lawan tanpa ada kontak dengan anggota tubuh lawan dan tidak berpindah kuda-kuda.
            Egosan, adalah upaya mengagalkan serangan lawan dengan cara menghindari serangan lawan tanpa ada kontak dengan anggota tubuh lawan dan mengubah kuda-kuda salah satu kaki.
            Redaman adalah upaya mengagalkan serangan lawan dengan cara menghindari serangan lawan dengan cara memotong serangan lawan sebelum serangan tersebut terwujud.
               
                Gambar  44                                               Gambar  45
            Tangkisan berdasarkan pelaksanaanya meliputi: tangkisan jemput, tangkisan tempel, tangkisan luar, tangkisan dalam, tangkisan sangga, tangkisan jepit, tangkisan potong, tangkisan lenggang, tangkisan liuk, tangkisan tepis, tangkisan kibas, tangkisan kepruk, dan tangkisan siku.





Gambar  46 tangkisan kaki
Gambar  47 Tangkisan tangan
C.   Latihan Fisik Cabang Olahraga Pencak Silat
Pada dasarnya kemampuan fisik pada cabang olahraga pencak silat sama dengan cabang olahraga beladiri lainnya.  Olahraga pencak silat tergolong olahraga dengan sistem energi kombinasi antara aerobik dan anaerobik.  Yang dimaksud dengan sistem energi aerobik adalah  pencak silat pada nomor tertentu dilakukan dalam waktu yang cukup lama yaitu sekitar lima belas menit. Akan tetapi secara spesifik pada nomr tunggal dilakukan dalam waktu 3 menit. Dikatakann sistem energi an aerobik adalah pada saat gerakan gerakan pada rangkaian jurus yang diperagakan oleh atlet.
Selain itu sercara fungsional kemampuan fisik khusus yang harus dimiliki oleh seorang atlet pencak silat adalah
1). Daya Tahan.
Daya tahan yang dimaksud adalah daya tahan kardiovaskular atau daya tahan jantung – paru. Daya tahan  adalah kemampuan seseorang melawan kelelahan. Seorang atlet apapun dalam bertanding membutuhkan kemampuan daya tahan yang prima agar dapat menjalani latihan atau pertandingan dengan baik, kemampuan untuik bekerja atau berlatih dalam waktu yang lama (Harsono, 1988).  Bagaimana kita dapat mengembangkan daya tahan atlet? Berikut adalah bentuk latihan yang sering digunakan pelatih untuk mengembangkan daya tahan antara lain Fartlek dan interval training. 
Fartlek adalah bentuk latihan daya tahan yang dilakukan di alam terbuka, dimana ada bukit-bukit, belukar, selokan-selokan untuk dilewati, tanah berpasir, tanah berrumput dan lain-lain dengan pemandangan yang indah agar siswa tidak mengalami kebosanan dalam berlatih (Harsono, 1988). Model latihan ini sangat baik untuk siswa sekolah dasar karena mereka bisa mengatur sendiri intensitas dan lamanya latihan tergantung pada keadaan dan kondisi anak.  Selain itu siswa dapat bebas untuk bermain-main dengan kecepatannya.
Interval adalah suatu sistem latihan yang diselingi dengan fase-fase istirahat diantara aktivitas (tugas gerak) (Harsono, 1988).  Dalam menentukan istirahat dan latihannya harus proporsional dan tepat tidak terlalu lama atau terlalu sebentar.  Olah karena itu kecermatan pelatih dalam menentukan istirahat diantara kerja sangat menentukan efektivitas latihan agar daya tahan dapat diperoleh. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menyususn latihan interval yaitu: (a) lama latihan, (b) beban atau intensitas latihan, (c) ulangan atau repetisi melakukan latihan dan (d) masa istirahat.  
2). Fleksibilitas (kelentukan). 
Kelentukan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi (Harsono, 1988).  Kelentukan sangat diperlukan pada semua cabang olahraga tak terkecuali cabang olahraga pencak silat.  Dengan memiliki kelentukan yang baik seseorang dapat melakukan gerak yang efisien dan cepat.  Selain itu kelentikan sangat diperlukan dalam upaya untuk:
a.    Mengurangi kemungkinan terjadi cedera pada otot jika terjadi gerak yang berlebihan.
b.    Membantu mengembangkan kecepatan , koordinasi, dan kelincahan.
c.    Efisiensi energi pada saat melakukan gerak.
d.    Memperbaiki sikap tubuh
Metode yang dapat dikembangkan untuk melatih kelentukan:
1)    Peregangan Statis
2)    Peregangan dinamis
3)    PNF (kontraksi-relaksasi)

3). Power. 
Unsur penting lainnya dalam olahraga pencak silat adalah Power atau sering disebutt juga dengan istilah speed-strength (kekuatan yang cepat).  Seorang pesilat dalam melakukan gerak memukul, menendang dan lain-lain harus dilakukan dengan power yang tinggi atau bertenaga.  Power menurut Harsono (1988:200) adalah “kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang cepat.” Terdapat dua unsur penting dalam komponen power yaitu kekuatan dan kecepatan.  Oleh karena itu sebelum melakukan latihan power sebaiknya dilakukan terlebih dahulu latihan kekuatan.  Latihan kekuatan otot untuk anak usia dini dilakukan  dengan beban sendiri seperti misalnya push-up, sit up dan lain sebagainya. Syarat yang lainnya adalah mengembangkan kecepatan gerak.  Jika kekuatan dan kecepatan gerak telah terpenuhi dan memadai maka dapat dilakukan latihan-latihan power.  Untuk mengembangkan kemampuan power bisa dengan menggunakan metode plyometrik     
4). Agilitas
Unsur fisik penting lainnya dalam pencak silat adalah agilitas. Agilitas dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan istilah kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi dengan cepat dan tepat tanpa kehilangan keseimbangan. Pate et all 1984 (dalam Harsono, 1988) mengatakan bahwa “agility is the ability to change direction quickly and acurately while in movement without losing balance” dengan demikian dapat dikatakan bahwa agilitas adalah kemampuan seseorang melakukan gerak dengan cepat, akurat dan fleksibel. Kemampuan agilitas dibutuhkan oleh seorang pesilat ketika menampilkan jurus-jurus tunggal baku. Demikian juga pada nomor tanding kemampuan kelincahan sangat diperlukan untuk dapat menyerang dan menghindari dari serangan lawan.  Dalam rangkaian jurus mengubah arah atau posisi dengan cepat dan akurat adalah gerakan yang menjadi penilaian utama jurus tunggal.
Banyak bentuk-bentuk latihan untuk mengembangkan kemampuan kelincahan antara lain:
1.    lari bolak-balik (shuttle run)
2.    zig-zag run
3.    squat thrust atau modifikasinya
4.    lari rintangan (dot drill, three corner, boomerang dll)
5.    Bentuk modifikasi lainnya yang disesuaikan dengan konsep kelincahan 

5). Kecepatan gerak (aksi-reaksi)
Secara teoretik kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan berturut-turut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kecepatan terbagi ke dalam tiga bagian yaitu yaitu speed, agility dan quickness (SAQ).  Speed adalah kecepatan gerak berpindah tempat dari satu titik ke titik lain seperti lari. Agility adalah kecepatan mengubah acah atau posisi tanpa kehilangan keseimbangan. Sedangkan quickness adalah kecepatan merespon terhadap rangsang. Dalam konteks pencak silat kecepatan yang dimaksud lebih banyak mengarah pada kecepatan quickness atau kecepatan gerak, dan  agility atau kecepatan mengubah arah.  Oleh karena itu hendaknya latihan kecepatan dilakukan untuk tujuan tersebut.
Bentuk-bentuk latihan kecepatan yang dapat dikembangkan dalam pencak slat antara lain:
1.    dot drill, zigzag run, boomerang dll
2.    Hit the patch
3.    Kick the patch
4.    Punching Ball
5.    Ladder run dan berbagai latihan ”action speed” lainnnya
Selain model latihan yang telah dijelaskan di atas, pelatih perlu juga mengetahui dan mengembangkan model pelatihan sirkuit training. Model latihan sirkuit disajikan manakala waktu yang tersedia untuk melatih komponen-komponen fisik tidak mencukupi, karena berbagai faktor. Untuk mengembangkan komponen fisik biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama sekitar dua sampai tiga bulan lamanya setiap komponen.  Oleh karena itu Morgan dan Adamson pada tahun 1953 mengembangkan bentuk latihan yang dinamakan sirkuit training (Harsono, 1988).  Model ini sangat populer dikalangan pelatih karena secara serempak dapat memperbaiki fitness keseluruhan dari tubuh, yaitu komponen-komponen power, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas, mobilitas dan komponen fisik lainnya.  Latihan sirkuit training biasanya merupakan kombinasi dari semua unsur fisik.  Dalam pengembangannya pelatih juga bisa mengkombinasikan unsur fisik dan teknik secara bersamaan. Dengan sedikit kecerdikan dan kreativitas pelatih akan dapat mendesian suatu sirkuit yang paling cocok untuk cabang olahraganya.
Sirkuit training didasarkan pada asumsi bahwa seorang atlet akan dapat memperkembangkan kekuatannya, daya tahannya, kelincahannya dan total fitnessnya pada suatu satuan latihan.  Namun demikian dalam mendesain sirkiut ini pelatih perlu mempertimbangkan urutan dan kemampuan apa yang ingin dikembangkannya.  Apabila latihan ini dilakukan secara baik, maka akan diperoleh beberapa keuntungan seperti dijelaskan Harsono (1988) sebagai berikut:
a.    Meningkatkan berbagai komponen kondisi fisik secara serempak dalam waktu yang relatif singkat.
b.    Setiap atlet dapat berlatih menurut kemajuannya masing-masing.
c.    Setiap atlet dapat meng-observasi dan menilai kemajuannya sendiri.
d.    Latihan mudah diawasi
e.    Hemat waktu, karena dalam waktu singkat dapat mengembangkan banyak komponen fisik.
6.    Metode Latihan Sirkuit
Metode latihan sirkuit menurut hemat saya sangat cocok diberikan kepada anak-anak, karena akan banyak variasi yang dapat dibuat dan kemungkinan besar bisa dilakukan dengan cara permainan.  Selain itu pada latihan sirkuit intensitas latihan akan sangat moderat dan menyenangkan anak. Latihan sirkuit dapat diberikan misalnya satu kali dalam dua minggu sebagai variasi latihan guna menghindari kebosanan dalam latihan.
Berikut adalah contoh latihan sirkuit yang dapat didesain oleh pelatih dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Dalam pelaksanaannya latihan sirkuit dapat berupa pos-pos latiahn seperti misalnya
1.    Pos 1 berisi latihan lompat (jumping) dan berbagai variasinya.
2.    Pos 2  berisi latihan fleksibilitas pinggang
3.    Pos 3 berisi latihan untuk menguatkan otot perut seperti sit up, mengangkat kaki sambil berbaring dll.
4.    Pos  4 kembali latiahn fleksibilitas pada bagian punggung
5.    Pos 5 latihan-latihan untuk menguatkan otot lengan atau tubuh bagian atas.
6.    Pos 6 skipping dan joging
7.    Pos 7 Fleksibiltas bagian atas tubuh
8.    Pos 8 penguatan otot bagian belakang back extensor
Perhatikan gambar di bawah ini.  Selain itu pelatih dapat juga mendesain bentuk-bentuk latihan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan atletnya. 

0 Response to "CONTOH MAKALAH OLAHRAGA PENGERTIAN PENCAK SILAT"

Post a Comment