iklan

MAKALAH OLAHRAGA BULUTANGKIS PELATIHAN CABANG OLAHRAGA DAN SISTEM PERTANDINGAN BULUTANGKIS



BAB 1. PENDAHULUAN
Permainan bulutangkis merupakan cabang olahraga yang memasyarakat di Indonesia, dan terkenal di dunia yang pernah membawa keharuman dan kebanggaan bangsa dan negara kita. Permainan bulutangkis ini sangat menarik minat masyarakat dari berbagai kelompok umur, pria dan wanita, bisa dimainkan di dalam dan luar ruangan baik hanya sekedar rekreasi atau kebugaran jasmani, maupun untuk meningkatkan prestasi. Jadi permainan bulutangkis dapat dimainkan oleh mereka yang berusia muda, tua, pria, wanita, baik yang memiliki tubuh pendek, tinggi, kurus maupun yang bertubuh gemuk. Olahraga bulutangkis dapat dimainkan di alam terbuka maupun di dalam ruangan, dan cara memainkannya-pun relatif mudah, yang didalamnya banyak aspek yang ditemui seperti persaingan, tantangan, kesenangan, keunggulan, dan penampilan yang mengagumkan. Oleh karena itu, semakin banyak kalangan usia muda yang menyenangi permainan bulutangkis di negeri ini.
            Bulutangkis ini selain terkenal di masyarakat juga diperkenalkan di sekolah, sehingga permainan ini masuk dalam kurikulum disetiap persekolahan. Siswa akan belajar dan bermain bulutangkis sewaktu pelajaran di sekolah atau pada program kegiatan ekstrakurikuler atau klub yang ada di sekolah khususnya di sekolah dasar. Permainan bulutangkis ternyata merupakan jenis permainan yang mempunyai daya tarik menyenangkan dan menegangkan. Didalamnya pemain mampu melakukan gerakan yang penuh atraktif, akrobatik, dan berbagai macam gerakan seperti memukul, meloncat, melangkah, lari cepat, lincah, yang kesemuanya merupakan rangkaian gerakan yang utuh dalam bentuk irama gerak yang terkoordinasi dengan baik. Kemampuan gerak seperti itu memang harus dikuasai secara baik oleh pemain bulutangkis dan ini merupakan refleksi dari hasil latihan yang dilakukan sebelumnya.
            Di samping penguasaan keterampilan tersebut pemain harus memahami dan taat pada peraturan permainan bulutangkis, yang pada hakekatnya akan terlihat dan terukur dengan aspek “sportivitas” yang melandasi jiwa olahraga. Buku ini penulis susun sebagai pedoman bagi para guru yang melatih bulutangkis pada kegiatan ekstrakurikuler cabang olahraga bulutangkis. Harapan kami semoga guru semakin kaya pengalaman baik secara teori maupun secara praktik, karena guru telah dibekali materi tentang bulutangkis dan tata cara mempraktikan materi tersebut. Sehingga guru semakin jelas memahami substansi yang kami paparkan dalam buku ini.

BAB 2. PELATIHAN CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS
1.  PENGERTIAN
            Bulutangkis adalah suatu permainan yang menggunakan sebuah raket dan kok yang di pukul melewati net di daerah lapangan yang berukuran panjang 13,40 m dan lebar 6,10 m. Permainan ini dimainkan dalam bentuk tunggal (single), ganda (double), dan ganda campuran (mixed double). Permainan ini dimainkan oleh: (a) seorang pria melawan seorang pria (tunggal pria atau men’s single); (b) seorang wanita melawan seorang wanita (tunggal wanita atau women’s single); (c) sepasang pria melawan spesang pria (ganda pria atau men’s double); (d) sepasang wanita melawan melawan wanita (ganda putrid atau women’sdouble); (e) sepasang pria dan wanita melawan sepasang pria dan wanita (ganda campuran atau mixed doubles); Tiap partai terdiri dari maksimal tiga set (the best of three games) atau yang di sebut set kesatu, kedua, dan ketiga.

2.  GERAK DOMINAN DAN TEKNIK DASAR
Gerak dominan dalam permainan bulutangkis yaitu gerakan mengayun, memukul, melangkah, lari, dan melompat. Sedangkan unsur-unsur teknik dalam permainan bulutangkis terdiri dari teknik tanpa kok dan teknik pukulan. Teknik tanpa kok terdiri dari teknik pegang raket (grip), dan teknik langkah kaki (foot work). Sedangkan teknik pukulan dibagi menjadi. 1) Teknik pukulan servis terdiri dari teknik servis tinggi melambung (deep singles service), servis pendek (short doubles service), servis mendatar (drive service), dan servis menjentik (flick service). 2) Teknik pukulan overhead lob, terdiri dari pukulan forehand lob, backhand lob, Menurut tujuannya pukulan lob dibedakan lob menyerang, dan lob bertahan. 3) Teknik pukulan overhead drop shot, terdiri dari drop shot lambat, dan drop shot cepat. 4) Teknik pukulan smash, terdiri dari smash penuh (full smash), dan setengah smash (half smash) atau smash dipotong. 5) Teknik pukulan net drop. 6) Teknik pukulan mendatar (drive). 7) Teknik pukulan lob dari bawah (underhand lob) (Budiwanto: 1989). 

3.  LATIHAN FISIK
            Harus diketahui bahwa anak usia sekolah dasar adalah manusia yang sedang dalam masa perkembangan dan pertumbuhan baik fisik, maupun mental emosional. Oleh karena itu, guru pendidikan jasmani, pelatih harus mengetahui tahapan pelatihan fisik yang harus diberikan kepada anak tersebut.
            Melatih bulutangkis untuk anak tantangan dan masalahnya sangat kompleks. Tetapi kunci keberhasilan pelatihan ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut:
1.  Pelatih harus menyenangi dan mencintai pekerjaannya.
2.  Pelatih harus mampu menciptakan suasana berlatih yang menyenangkan.
3.  Pelatih harus terampil, cekatan mendorong, memacu dan merangsang peserta latih untuk senang berlatih.
4.  Pelatih harus terampil menciptakan, merancang bentuk-bentuk latihan yang mudah dimengerti dan mudah dilakukan oleh peserta latih.
            Terkait dengan pelatihan fisik, maka komponen-komponen latihan fisik yang harus dilatihkan antara lain:
1.  Membina aspek perkembangan kemampuan anak pada pertumbuhan secara menyeluruh (multilateral).
2.  Meningkatkan kemampuan dan kekuatan bagian atas dan bawah tubuh secara seimbang dan harmonis.
3.  Membina aspek-aspek kebugaran jasmani anak, seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas, kelincahan, dan koordinasi gerak.
            Pelatih bulutangkis dituntut untuk memahami dan mengetahui secara umum kebutuhan gerak bulutangkis. Bentuk-bentuk latihan fisik secara umum adalah sebagai berikut:
a.  Latihan Daya Tahan
            Kemampuan daya tahan dapat dikembangkan melalui kegiatan lari dan gerakan-gerakan lain yang memiliki nilai aerobik. Biasakan pemain menyenangi latihan lari dengan kecepatan yang bervariasi. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik. Artinya, pemain dipacu untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan tidak mengalami kelelahan yang berarti.
b. Latihan Kekuatan
            Pemain bulutangkis tentu membutuhkan komponen kekuatan, untuk  melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat ke depan, ke belakang, ke samping, memukul sambil loncat, melakukan langkah lebar dengan tiba-tiba. Semua gerak ini membutuhkan kekuatan otot dengan kualitas gerak yang efisien. Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kekuatan adalah berlatih menggunakan beban. Latihan beban untuk anak usia sekolah dasar menggunakan beban berat tubuhnya sendiri seperti dalam bentuk gerakan: (1) mendorong (push up); (2) bangun tidur (sit up), angkat kaki; (3) memperkuat otot punggung, pinggang (back up); (4) jongkok berdiri untuk membina kekuatan tungkai baik individu maupun berpasangan; dan melakukan loncat-loncat di tempat atau sambil bergerak.
c.  Latihan Kecepatan
            Komponen kecepatan dalam bulutangkis sangat penting. Pemain harus bergerak cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan sambil menjangkau atau memukul kok dengan cepat. Cara untuk bergerak cepat adalah melatih kecepatan tungkainya. Komponen kecepatan dalam bulutangkis bertujuan agar pemain cekatan dalam mengubah arah gerak dengan tiba-tiba. Bentuk-bentuk latihan untuk pemain bulutangkis di antaranya adalah:  (a) lari cepat dalam jarak dekat; (b) lari bolak-balik, jarak enam meter (shuttle run); (c) tingkatkan kualitas latihan dengan menggunakan beban, rintangan, dan lain-lain; (d) jongkok-berdiri dan diikuti lari cepat dalam jarak dekat.
d.  Latihan Fleksibilitas
Komponen fleksibilitas merupakan komponen yang sangat penting dikuasi oleh pemain bulutangkis. Karakteristik bulutangkis yaitu gerak cepat, kuat, luwes namun tetap bertenaga, maka pembinaan kelenturan harus mendapat perhatian khusus. Latihan fleksibilitas harus mendapat porsi yang cukup, pemain yang kurang lentur rentan mengalami cedera di bagian otot dan daerah persendian, gerakannya cenderung kaku sehingga menggunakan energy yang kurang harmonis,dan tidak efisien. Latihan-latihan peregangan dengan kualitas gerakan yang benar akan memacu komponen otot dan persendian mengalami peregangan yang optimal. Oleh karena itu, fleksibilitas harus dilatih dengan tekun dan sistematis. Indikator latihan fleksibilitas yaitu tercapainya ROM (range of motion) yang ditandai dengan elastisitas otot, tendon, dan ligamen, oleh sebab itu latihan harus dilakukan “seluas-luasnya”. Metode latihan fleksibilitas bisa dilakukan dalam bentuk dinamis, statis aktif, statis pasif, dan PNF.
Atlet melakukan fleksibilitas dinamis apabila atlet melakukan gerakan peregangan yang dinamis dengan mengaktifkan/menggerak-gerakan bagian badan secara berirama (dinamis). Perhatikan Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Fleksibilitas dinamis (Luki Affari, 2012).

Latihan fleksibilitas statis aktif, yaitu atlet aktif melakukan gerakan peregangan sendiri secara statis (gerakan menahan diam). Perhatikan Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Fleksibilitas statis aktif (Luki Affari, 2012).

Selanjutnya latihan fleksibilitas statis pasif yaitu atlet pasif melakukan gerakan peregangan karena dibantu oleh orang lain secara statis, atlet hanya diam mengikuti gerakan bantuan secara rileks. Perhatikan Gambar 1.3.


Gambar 1.3. Fleksibilitas statis pasif (Luki Affari, 2012).
Sedangkan latihan fleksibilitas PNF yaitu atlet melakukan gerakan peregangan dengan dibantu orang lain saat kontraksi & rileksasi. Perhatikan Gambar 1.4.
Gambar 1.4. Latihan PNF (Luki Affari, 2012)

Latihan tersebut dideskripsikan sebagai berikut:
1.    Teknik Kontraksi-Rileksasi: Otot yang akan diregangkan dikontraksikan secara isometrik terlebih dahulu beberapa saat (bisa 6, 8, atau n hitungan), setelah itu otot dirilekskan dan diregangkan. Metode ini percaya bahwa otot yang telah dikontraksikan, memungkinkan untuk diperpanjang elastisitas ototnya (Reciprocal Inhibition).
2.    Teknik Kontraksi-Relaksasi-Kontraksi. Teknik ini hampir sama dengan teknik kontraksi-relaksasi.  Perbedaannya adalah setelah fase relaksasi, atlet mengkontraksikan otot-otot agonis secara aktif.
3.    Teknik Hold-Relax-Swing. Teknik ini melibatkan penggunaan peregangan secara dinamis dalam hubungannya dengan peregangan statis & isometrik. Namun yang harus diperhatikan dalam teknik ini adalah kontrol swingnya jangan “cepat” supaya tidak terjadi Stretch Reflex.
Adapun pembebanan dalam latihan fleksibilitas yaitu: (1) volume latihan dilakukan dari sedang ke besar (dengan jumlah hitungan/waktu; (2) frekuensi latihan dapat dilakukan setiap hari, selalu dilakukan saat pemanasan dan pelemasan; (3) intensitas latihan, gerakan dilakukan secara perlahan sampai maksimal 100%, tetapi tidak boleh lebih (overstretch); (4) durasi latihan sedang sampai lama; (5) istirahat latihan singkat sampai sedang (Luki Afari, 2012).
Setelah anak menjalani proses pelatihan yang kontinu dan pola geraknya dan aspek-aspek kebugaran sudah berkembang, maka pelatihan fisik harus ditingkatkan secara spesifik berdasarkan kebutuhan kecabangan olahraga, baik itu latihan stamina, kelincahan, da power. Nampaknya untuk pemain bulutangkis pemula stamina belum begitu dominan, karena melihat pola permainan tidak seperti pemain atau atlet elit, jadi pemain pemula cukup berikan dayatahan saja.
Pelatihan fisik secara khusus bertujuan untuk memahami dan mengetahui secara spesifik kebutuhan gerak olahraga yang ditekuninya. Atas dasar pengetahuan ini, pelatih akan mampu merancang bentuk-bentuk latihan fisik secara spesifik, sesuai kebutuhan pemain bulutangkis. Komponen fisik secara khusus dalam bulutangkis untuk anak usia dini bisa dikenalkan latihan kelincahan. Latihan kelincahan (agility) merupakan latihan peningkatkan kemampuan  merubah arah secara cepat dengan seimbang dan mampu mengendalikan posisi tubuh dalam waktu yang singkat. Latihan ini harus dilakukan dengan usaha maksimal (Dikdik, 2012). Contoh bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan pebulutangkis yaitu latihan shuttle run baik dengan cara bolak bali pandangan menghadap net, maupun yang dilakukan kesegala arah. Perhatikan Gambar 1.5.
 

Gambar 1.5. Latihan Shuttle-run (Sumber: Dikdik (2012; ariester.blogsport.com)

            Selain itu anak bisa dikenalkan dengan bentuk latihan power tetapi dengan syarat anak sudah memiliki kekuatan dan kecepatan, jika tidak anak akan mengalami cedera, oleh sebab itu pelatih harus hati-hati dalam memberikan bentuk latihan bagi anak-anak. Intinya latihan fisik bagi anak-anak tidak menggunakan beban eksternal tetapi gunakan beban internal dengan mengacu pada frekuensi pengulangan.
            Power dalam bulutangkis sangat penting untuk mengerahkan tenaga eksplosif, pemain bulutangkis penting memiliki power karena harus melakukan smash dengan cepat sambil melakukan lompatan. Dengan demikian power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat singkat. Komponen kekuatan merupakan dasar untuk membentuk power, dalam bulutangkis supaya pemain memiliki power maka harus dilatih kekuatan ototnya. Misalnya supaya pemain bisa melalukan smash dengan keras dan cepat maka pemain tersebut harus dilatih otot lengannya, begitupun supaya pemain bisa melakukan smash dengan melompat maka pemain perlu dilatih otot tungkainya. Untuk anak-anak bisa dikenalkan latihan menggunakan alat bantu.

Model-Model Latihan Fisik Menggunakan Alat Bantu
a.  Latihan dengan Bola Medicine
            Bola medicine yang beratnya bervariasi antara 1-5 kilogram merupakan alat bantu pelatihan, antara lain untuk kekuatan dan kecepatan melempar, membina kekuatan lengan, tungkai, dan kekuatan bagian atas dan bawah tubuh. Bentuk latihan bola medisin ini antara lain dilakukan dengan melempar ke arah tembok dengan satu atau dengan dua lengan. Berdiri kira-kira 3-4 meter dari tembok, lalu lempar bola itu dan segera tangkap bola tersebut sambil lari mundur ke arah garis start, seperti layaknya gerak mundur dalam permainan bulutangkis. Latihan ini harus disesuaikan dengan kemampuan anak sekolah dasar, dengan beban yang ringan.
b.  Latihan Loncat Tali
            Pemain bulutangkis dianjurkan untuk terampil dan menguasai bentuk latihan loncat tali (skipping). Pengaruh latihan loncat tali yaitu membantu pemain untuk membina kekuatan otot tungkai, pergelangan kaki, daya tahan, koordinasi gerak, dan membantu peningkatan kualitas gerak pergelangan tangan. Latihan loncat tali dirancang dengan sistem interval antara lain sebagai berikut:
A.  Sesi 1: (1) lakukan sebanyak 3 kali selama 30 detik; (2) lakukan sebanyak 5 kali selama 25 detik; (3) lakukan sebanyak 7 kali selama 20 detik; (4) lakukan sebanyak 3 kali selama 30 detik. 5 kali.
B.   Sesi 1: (1) lakukan sebanyak 5 kali selama 25 detik; (2) lakukan sebanyak 7 kali selama 20 detik; (3) lakukan sebanyak 5 kali selama 30 detik; (4) lakukan sebanyak 3 kali selama 40 detik.
Masa istirahat antara kegiatan adalah 15-20 detik. Tingkatkan latihan ini dengan menambah jumlah sesi, waktu kegiatan masa istirahat diperpendek. Dalam aplikasi latihan loncat tali, pelatih harus memberikan motivasi dan pengawasan gerak loncat, sehingga tujuan latihan tercapai dengan baik.
c.  Latihan Bayangan
            Latihan bayangan (shadow badminton) berfungsi untuk meningkatkan kemampuan gerak kaki, kecepatan, serta daya tahan. Latihan ini dapat dijadikan sebagai program khusus, rutin bagi pemain bulutangkis agar langkah dan gerakan kaki (footwork) senantiasa ditingkatkan dan dipelihara terus.
d. Latihan Loncat Bangku/Gawang
            Latihan ini berfungsi untuk membina kekuatan tungkai, konsentrasi, dan kecepatan gerak yang dibutuhkan dalam permainan. Bangku atau gawang dibuat dengan berbagai ukuran tinggi antara lain 20, 30 cm. Alat ini berfungsi sebagai rintangan, tantangan, agar pemain terpacu untuk mengatasinya. Pada pelaksanaan latihan pelatih harus terampil meletakkan gawang/bangku itu sesuai dengan kemampuan pemain dan tujuan latihan dan kebutuhan pemain.
            Permainan bulutangkis sarat dengan berbagai kemampuan dan keterampilan gerak yang kompleks. Sepintas lalu dapat diamati bahwa pemain harus melakukan gerakan-gerakan seperti lari cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan segera bergerak lagi, gerak meloncat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh. Gerakan-gerakan ini harus dilakukan berulang-ulang dan dalam tempo lama, selama pertandingan berlangsung. Akibat proses gerakan itu akan menghasilkan "kelelahan", yang akan berpengaruh langsung pada kerja jantung, paru-paru, sistem peredaran darah, pernapasan, kerja otot, dan persendian tubuh. Karena itu, pebulutangkis sangat penting memiliki derajat kondisi fisik yang prima.
            Melalui proses pelatihan fisik yang terprogram baik, faktor-faktor tersebut dapat dikuasai. Dengan kata lain pebulutangkis harus memiliki kualitas kebugaran jasmani yang prima. Ini akan berdampak positif pada kebugaran mental, psikis, yang akhirnya berpengaruh langsung pada penampilan teknik bermain. Itulah sebabnya pebulutangkis sangat membutuhkan kualitas kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan, agilitas, dan koordinasi gerak yang baik. Aspek-aspek tersebut sangat dibutuhkan agar mampu bergerak dan bereaksi untuk menjelajahi setiap sudut lapangan selama pertandingan.

4.  LATIHAN TEKNIK DAN TAKTIK
A.  LATIHAN TEKNIK
            Keterampilam teknik merupakan dasar yang sangat penting untuk pencapaian kemampuan bermain yang berkualitas dalam permainan bulutangkis. Tanpa keterampilan teknik yang baik, kualitas permainan tidak akan berkembang dengan baik pula. Keterampilan teknik bermain setiap cabang olahraga, termasuk bulutangkis selalu berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi dan peraturan-peraturan permainan yang semakin tinggi tuntutan kualitasnya. Perkembangan teknik tersebut mempunyai tujuan ke arah pencapaian prestasi maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, latihan keterampilan teknik harus mendapat prioritas utama dalam susunan dan pelaksanaan program latihan.
            Unsur-unsur teknik dalam permainan bulutangkis terdiri dari teknik tanpa kok dan teknik pukulan. Teknik tanpa kok terdiri dari teknik pegang raket (grip), dan teknik langkah kaki (foot work). Teknik pukulan dibedakan sebagai berikut. 1) Teknik pukulan servis terdiri dari teknik servis tinggi melambung (deep singles service), servis pendek (short doubles service), servis mendatar (drive service), dan servis menjentik (flick service). 2) Teknik pukulan overhead lob, terdiri dari pukulan forehand lob, backhand lob, Menurut tujuannya pukulan lob dibedakan lob menyerang, dan lob bertahan. 3) Teknik pukulan overhead drop shot, terdiri dari drop shot lambat, dan drop shot cepat. 4) Teknik pukulan smash, terdiri dari smash penuh (full smash), dan setengah smash (half smash) atau smash dipotong. 5) Teknik pukulan net drop. 6) Teknik pukulan mendatar (drive). 7) Teknik pukulan lob dari bawah (underhand lob) (Budiwanto: 1989). 
            Untuk lebih jelas mengenai teknik tersebut penulis akan bahas sebagai berikut:

TEKNIK PEGANG RAKET (GRIP)

            Cara pegang raket dalam bulutangkis tidak terlalu sulit, sebab raket bulutangkis relatif ringan dan bentuk pegangan raket tidak terlalu besar. Setiap pemain mempunyai kebiasaan sendiri dalam cara pegang raket. Apapun macam cara pegang raket yang digunakan, yang penting adalah pemain tidak mengalami kesulitan dalam melakukan berbagai pukulan. Bila mungkin gunakanlah cara pegang raket yang paling sesuai dengan kemungkinan pukulan yang dilakukan dan arah kok yang selalu berubah-ubah. Dengan demikian pemain harus dapat mengubah-ubah cara pegang raket sesuai dengan kemungkinan pukulan yang akan dilakukan. Pada saat melakukan pukulan, peganglah raket secara supel, jari-jari tangan jangan terlalu rapat, raket dipegang dengan kuat tetapi tidak terlalu erat, dan jadikan raket sebagai perpanjangan tangan. Beberapa cara memegang raket dapat penulis jelaskan sebagai berikut: 

a.  Cara pegang kampak
            Cara pegang kampak disebut juga grip Inggris. Pegang raket dengan cara ini dilakukan mirip seperti orang sedang memegang kampak. Cara memegang raket dengan cara ini diawali dengan meletakkan raket dilantai dengan bagian sisi bingkai raket tegak lurus dengan lantai, penampang senar menghadap ke samping kanan dan kiri. Kemudian raket dipegang sedemikian rupa sehingga bagian dari telapak tangan antara ibu jari dan jari telunjuk (bagian yang menyudut atau bagian yang berbentuk V) menempel pada bagian sisi pegangan raket yang sempit; sudut antara ibu jari dan jari telunjuk tersebut lurus dengan sisi samping bingkai raket, seperti sedang memegang kampak. Jika raket diangkat dengan gerakan lengan ke arah depan atas (anteflexi) maka sisi samping bingkai raket akan terarah lurus ke depan. Keuntungan cara pegang kampak ini adalah pemain dapat melakukan pukulan dengan leluasa dan luwes, baik pukulan di bagian forehand maupun backhand.

b. Cara pegang geblok kasur
            Cara pegang geblok kasur atau sering juga disebut grip Amerika. Pegang raket dengan cara ini dilakukan mirip seperti orang sedang memegang geblok kasur. Cara ini dilakukan, raket diletakkan dilantai, penampang senar raket menghadap ke lantai (ke bawah). Kemudian raket dipegang sedemikian rupa sehingga bagian dari telapak tangan antara ibu jari dan jari telunjuk (bagian yang menyudut) menempel pada bagian sisi pegangan raket  yang lebar; sudut antara ibu jari dan jari telunjuk tersebut lurus dengan penampang senar raket, seperti orang sedang memegang geblok kasur. Jika raket diangkat dengan gerakan lengan ke arah depan atas (anteflexi) maka penampang senar raket akan terarah menghadap lurus ke depan. Keuntungan cara pegang raket ini adalah bahwa pukulan di bagian forehand dapat dilakukan dengan keras dan kuat. Sebab kok terpukul secara penuh oleh penampang raket yang menghadap ke depan. Tetapi kelemahan cara pegang raket ini adalah sulit digunakan untuk pukulan di sebelah backhand.

c.  Cara pegang bersalaman (shakehand grip)
            Cara pegang bersalaman dalam bahasa Inggris disebut shakehand grip. Pegang raket dengan cara ini dilakukan mirip seperti orang sedang bersalaman. Pegang raket ini berada di antara cara pegang kampak dan geblok kasur. Jika pegang raket dengan cara bersalaman sebagai grip pokok maka jika akan melakukan pukulan shuttle cock di bagian backhand, grip tersebut harus diubah dengan memutar raket setengah putaran ke luar (supinasi lengan bawah), sehingga ibu jari bertekan pada pegangan raket di bagian yang lebar. Perhatikan Gambar 1.6.

Gambar 1.6. Cara pegang forehand (Sumber: google.com)

d.  Cara pegang backhand
            Cara pegang raket untuk pukulan backhand dilakukan sebagai berikut. Jika cara pegang kampak sebagai grip pokok, maka untuk memukul kok di sebelah backhand cara pegang raket harus diubah dengan memutar pegangan raket seperempat putaran ke arah luar (supinasi pada lengan bawah). Dan ibu jari menempel dan menekan pada bagian pegangan raket yang lebar secara supel. Pegang raket seperti itu akan mempermudah saat melakukan pukulan kok di sebelah backhand dan menghasilkan tenaga pukulan yang lebih besar. Dengan pegang raket seperti itu diharapkan menghasilkan pukulan backhand yang maksimal. Perhatikan Gambar 1.7.

Gambar 1.7. Cara pegang backhand (Sumber: google.com)

e.  Latihan Pengenalan Pegang Raket
            Ada beberapa bentuk latihan pengenalan pegangan raket sebagai berikut.       
1.  Berdiri dengan sikap badan tegak tetapi luwes, pegang dan angkat raket di depan badan. secara supel, sehingga kepala raket ke depan lurus dengan lengan dan tangan pemegang raket. 
2.  Lakukan gerakan mengubah-ubah pegangan raket dengan menggunakan jari-jari dan ibu jari (menggulir-gulirkan pegangan raket), lakukan gerakan tersebut berulang-ulang dari pelan menuju ke gerak lebih cepat.
3.  Selanjutnya, lakukan gerakan pergelangan tangan memutar searah jarum jam, sehingga kepala raket bergerak melingkar searah jarum jam. Dilanjutkan gerakan sebaliknya yaitu menggerakkan pergelangan tangan berlawanan arah jarum jam, sehingga kepala raket bergerak melingkar berlawanan arah jarum jam. 
4.  Peganglah raket dengan penampang senar raket menghadap ke samping kanan/kiri. Gerakkan sendi pergelangan tangan dengan menekuk (flexi) ke arah sisi dalam (ke kiri) dan dilanjutkan menekuk ke sisi luar (ke kanan). Sehingga kepala raket terayun ke kanan dan kiri yang digerakkan hanya oleh sendi pergelangan tangan. Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang dari pelan menuju ke gerak lebih cepat.
5.  Lanjutkan latihan gerakan nomor 4 tersebut dengan menyertakan gerak lengan bawah secara bersamaan (simultan), yaitu menggerakkan sendi siku dengan cara menekuk (flexi) dan mengedangkan (extensi)  
6.  Latihan berikutnya adalah gerakkan pergelangan tangan seperti latihan gerakan nomor 3, tetapi penampang senar raket menghadap atas/bawah, sehingga kepala raket akan terayun ke arah atas dan bawah. Lanjutkan latihan tersebut dengan menyertakan gerak lengan bawah secara bersamaan (simultan), yaitu menggerakkan sendi siku dengan cara menekuk (flexi) dan mengedangkan (extensi). Sehingga terjadi gerak ayunan raket ke belakang atas (tangan dan raket sampai di atas bahu) dilanjutkan dengan gerakan ayunan raket ke arah depan bawah.  Latihan dilakukan secara berulang-ulang dari gerak lambat menuju ke gerak yang lebih cepat.


TEKNIK SIKAP SIAGA
            Sikap siap siaga selalu dilakukan pada setiap saat, maupun setelah gerakan langkah kaki menjangkau dan memukul shuttle cock. Sikap siaga yang baik harus dilakukan agar mudah dan cepat mereaksi jatuhnya kok ke semua arah. Sikap awal ini dimulai dengan sikap dasar berdiri (basic stand) di posisi tengah lapangan mengahadap ke lawan. Jika dalam permainan tunggal posisi berdiri ini terletak di tengah-tengah lapangan, yaitu kira-kira satu setengah meter dari garis servis depan, di garis tengah yang membelah lapangan. Dalam permainan ganda, posisi kedua pemain berdampingan kanan dan kiri, membagi lapangan sama besar. Sikap siaga awal tersebut dilakukan dengan cara:
a.  Berdiri dengan menghadap ke lawan, kedua kaki agak sejajar, jarak kedua kaki kira-kira selebar bahu.
b.  Sikap badan agak merendah dengan sedikit menekuk lutut, berat badan sedikit di-tumpu oleh telapak kaki bagian depan (jinjit sedikit).
c.   Sikap tersebut dilakukan secara luwes dan dalam kondisi stabilitas paling rendah agar dapat melakukan gerak langkah kaki dengan mudah dan cepat.      
d.  Raket dipegang di depan badan, kepala raket kira-kira setinggi bahu. Perhatikan Gambar 1.8.


        Gambar 1.8. Sikap siaga (Sumber:google.com)

TEKNIK LANGKAH KAKI (FOOT WORK)
                        Teknik langkah kaki yang baik adalah gerakan langkah kaki tersebut dapat dilakukan dengan cepat dan mudah ke seluruh penjuru lapangan serta pada saat yang tepat sampai di tempat kok akan jatuh, dapat menjaga keseimbangan badan dengan baik, dan selanjutnya dapat melakukan pukulan dengan baik. Langkah kaki yang baik memungkinkan dapat melakukan pukulan serta dengan mudah kembali ke posisi semula atau gerakan selanjutnya.
            Pemain bulutangkis mempunyai kebiasaan dalam cara melakukan langkah kaki ketika sedang bermain. Dengan cara atau teknik langkah kaki apapun, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dan dilakukan. (1) Jika melakukan langkah kaki ke arah depan (ke kanan depan atau kiri depan), dan ke samping kanan maupun ke samping kiri, langkah kaki harus selalu diakhiri langkah kaki kanan (bagi yang tidak kidal). Langkah kaki terakhir tersebut selebar mungkin untuk menjangkau tempat kok akan jatuh. (2) Jika bergerak melangkah ke belakang, baik pukulan di sebelah forehand maupun backhand, juga harus diakhiri langkah kaki kanan (bagi yang tidak kidal). Posisi kaki kanan berada lebih ke belakang daripada posisi kaki kiri. Berikut ini akan dibahas beberapa teknik langkah kaki, dan bentuk-bentuk latihan langkah kaki.
a.  Langkah Bergantian
            Langkah kaki bergantian adalah cara melangkah yang dilakukan secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri seperti langkah biasa pada waktu berjalan atau berlari. Langkah ini dilakukan pada saat melangkah kedepan, ke belakang, ke samping kanan maupun kiri.
b.  Langkah Berturut-turut
            Langkah berturut-turut adalah cara melangkah kaki kiri dan kanan dilakukan secara susul menyusul berurutan, yaitu setelah kaki kanan melangkah disusul oleh langkah kaki kiri yang ditempatkan di belakang kaki kanan. Langkah ini dilakukan pada saat melangkah kedepan, ke belakang, ke kanan maupun ke kiri.
c.  Langkah Meloncat
            Langkah meloncat dilakukan dengan cara meloncat supaya cepat melakukan pukulan kok. Contoh, pada saat menyergap hasil pukulan lawan yang melambung mengambang tanggung di atas net. Langkah meloncat dilakukan secara mendadak tanpa memperhatikan cara-cara melangkah seperti yang telah dijelaskan di depan. Selain itu, langkah meloncat biasanya dilakukan pada saat ada kesempatan yang amat bagus guna segera melakukan pukulan yang mematikan. Gerakan langkah meloncat ini terutama dilakukan ke arah kanan atau kiri depan dan ke samping kanan atau samping kiri.      
d.  Latihan Langkah Kaki
            Berikut ini disajikan beberapa arah latihan langkah kaki. Tujuan latihan langkah kaki adalah untuk mendapatkan gerak otamatis langkah kaki dalam upaya menempatkan diri dekat dengan kok yang akan dipukul. Latihan langkah dapat mengikuti arah sebagai berikut, perhatikan Gambar 1.9.


Gambar 1.9. Arah langkah kaki (Sumber: badminton-information.com)

e.  Latihan lari dan saling lempar kok
1.    Persiapan: sepuluh kok diletakkan tersebar di sepanjang garis belakang lapangan pada kedua belah lapangan. Seorang pemain berdiri di tengah lapangan, pemain lain berdiri di tengah lapangan yang berseberangan, keduanya saling berhadapan.
2.    Pelaksanaan: setelah aba-aba, pemain berlari mengambil satu demi satu yang ada di garis belakang kemudian dibawa berlari menuju garis dekat net dan melemparkannya sejauh mungkin ke lapangan lawan di seberang net. Lakukan latihan bermain-main ini sampai kok yang kesepuluh. Kedua pemain berlomba untuk segera menyelesaikan sepuluh kali lemparan.

f.  Latihan lari bolak-balik ambil kok (shuttle run)
1.    Persiapan: lima kok diletakkan di atas garis samping. Pemain berdiri di garis samping yang lain menghadap ke arah net dengan sikap siaga.
2.    Pelaksanaan: setelah aba-aba, pemain berlari ke arah garis samping lainnya dan mengambil kok satu demi satu dipindahkan ke garis samping lainnya. Yang perlu diperhatikan dalam latihan langkah kaki adalah pada saat mengambil maupun meletakkan kok, langkah kaki terakhir harus kaki kanan (bagi yang tidak kidal). Dan  saat gerakan berbalik arah, badan ngan membelakangi net. Latihan pertama sebaiknya diawali dengan gerak langkah pelan-pelan, kemudian latihan-latihan berikutnya dilakukan  dengan   gerakan cepat. Untuk memotivasi pemain maka latihan ini dapat dilakukan dengan berlomba antar beberapa pemain dengan melakukan bersama-sama.

g.  Latihan memindahkan kok ke berbagai tempat                               
1.    Persiapan: lima kok diletakkan di bawah net. Pemain berdiri di tengah lapangan dengan sikap siaga.
2.    Pelaksanaan: setelah aba-aba, pemain berlari ke depan mengambil kok, kemudian kembali ke tengah lapangan dengan langkah mundur (tetap menghadap ke net), dilanjutkan dengan berlari dan meletakkan kok di garis samping atau sudut-sudut lapangan yang ditentukan. Yang perlu diperhatikan dalam latihan langkah kaki ini ialah pada saat mengambil maupun meletakkan kok, langkah kaki terakhir harus kaki kanan (bagi yang tidak kidal); selain itu saat berbalik arah, badan jangan sampai membelakangi net. Latihan pertama sebaiknya diawali dengan gerak langkah pelan-pelan, kemudian latihan-latihan berikutnya dilakukan  dengan langkah lebih cepat.

h.  Latihan langkah kaki ke arah depan
Langkah kaki ke depan biasanya dilakukan untuk menempatkan posisi badan   terhadap kok yang dipukul lawan ke arah lapangan bagian depan dekat net.
1.    Latihan diawali dengan pemain berdiri di tengah lapangan dengan sikap siaga,    lakukan latihan langkah kaki bergantian ke arah depan.
2.    Caranya: dari sikap siaga, langkahkan kaki kanan ke depan; dilanjutkan langkah kaki kiri dan diakhiri dengan langkah lebar kaki kanan.
3.    Selanjutnya melakukan sikap akan memukul kok di dekat net, yaitu kaki kanan dilangkahkan ke depan dengan sikap lutut tungkai kaki kanan  ditekuk, berat badan lebih banyak ditumpu oleh kaki kanan, sikap badan tegak, julurkan lengan dan tangan lurus ke arah net.
4.    Setelah berhasil melangkah ke depan, dilanjutkan langkah mundur kembali ke posisi sikap dasar. Variasi latihan dilakukan langkah kaki ke arah kanan depan dan kiri depan. Lakukanlah latihan dari gerak langkah pelan-pelan kemudian tempo langkah kaki ditambah  kecepatannya.

i.  Latihan langkah kaki ke arah belakang kanan (forehand)
            Langkah kaki ke belakang kanan adalah langkah kaki dilakukan untuk menempatkan posisi badan terhadap kok yang dipukul lawan ke arah sudut lapangan sebelah kanan belakang. Setelah badan dapat menempatkan diri dengan tepat, selanjutnya akan dilakukan pukulan forehand di atas kepala (forehand overhead).
1.  Latihan di awali dengan pemain berdiri di tengah lapangan dengan sikap siaga, lakukan latihan langkah kaki bergantian ini ke arah kanan belakang.
2.  Caranya: dari sikap siaga, dengan agak memiringkan badan langkahkan kaki kanan mundur; dilanjutkan langkah kaki kiri dan diakhiri langkah kaki kanan.
3.  Selanjutnya melakukan sikap akan melakukan pukulan forehand overhead.
4.  Setelah berhasil melangkah ke belakang dan melakukan sikap akan memukul, dilanjutkan dengan langkah ke depan kembali ke posisi dasar. Lakukanlah latihan dari gerak langkah pelan-pelan kemudian lebih cepat.

j.  Latihan langkah kaki ke arah belakang kiri (backhand)
            Langkah kaki ke belakang kiri biasanya dilakukan untuk menempatkan posisi badan terhadap kok yang dipukul lawan ke arah sudut lapangan di sebelah kiri belakang. Selanjutnya dilakukan pukulan forehand terhadap kok yang berada di atas kepala (backhand overhead).
1.  Latihan di awali dengan pemain berdiri di tengah lapangan dengan sikap siaga, lakukan latihan langkah kaki bergantian ke arah kiri belakang.
2.  Caranya: dari sikap siaga awal, dengan memutar badan ke arah kiri sembari melangkahkan kaki kanan; dilanjutkan langkah kaki kiri dan diakhiri dengan langkah kaki kanan.
3.  Selanjutnya melakukan sikap akan melakukan pukulan backhand overhead. Setelah berhasil melangkah ke belakang dan melakukan sikap akan memukul, dilanjutkan dengan langkah ke depan kembali ke posisi dasar. Lakukanlah latihan dari gerak langkah pelan-pelan kemudian lebih cepat.

k.  Latihan langkah kaki meloncat
            Langkah kaki meloncat ini biasanya dilakukan untuk menyergap kok yang mengambang di atas net atau digunakan untuk melakukan pukulan  terhadap kok yang melambung tanggung di atas daerah posisi awal.
1.  Latihan meloncat ke depan untuk menyergap kok di atas net, diawali dengan berdiri di atas garis servis depan, kaki kanan lebih di depan daripada kaki kiri, angkat raket di depan wajah dan lebih tinggi dari dari kepala. Kemudian lakukan gerakan meloncat secara mendadak ke arah depan seakan-akan menyergap kok yang melambung di atas net, lakukan pukulan lebih banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan. Setelah berhasil melakukan loncatan, kembali ke sikap permulaan. Lakukan latihan ini berulang-ulang dengan gerakan memukul di sebelah forehand dan backhand secara bergantian. 
2.  Latihan meloncat untuk memukul kok yang melambung tanggung di atas daerah posisi awal di tengah lapangan, diawali dengan berdiri di posisi awal tengah lapangan. Kemudian lakukan gerakan meloncat secara mendadak ke arah atas samping kiri atau kanan. Setelah berhasil melakukan loncatan, kembali ke sikap permulaan. Lakukan latih-an gerakan loncatan ini berulang-ulang ke rah samping kiri dan kanan secara bergantian. 

TEKNIK MEMUKUL KOK
            Memukul kok adalah keterampilan teknik yang paling penting dalam permainan bulutangkis. Memukul kok dalam bermain bulutangkis sebenarnya tidak terlalu sulit dilakukan. Meskipun sikap badan maupun posisi kaki salah, kok masih dapat dipukul. Sebab raket bulutangkis adalah sangat ringan, sehingga mudah diayun untuk memukul kok. Meskipun demikian, jika menginginkan pukulan yang baik, terarah dan kuat, sehingga permainan lebih menarik dan menyenangkan diperlukan teknik memukul yang benar. Apalagi jika menginginkan tingkat keterampilan bermain yang lebih tinggi, maka keterampilan teknik sangat diperlukan.
            Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam latihan keterampilan teknik dasar pukulan bulutangkis. (1) mengambil posisi dengan cepat dan tepat terhadap kok yang akan dipukul dengan menerapkan teknik langkah kaki. (2) menguasai keterampilan teknik dasar dalam kondisi yang sederhana dan mudah. (3) meningkatkan tempo dan frekuensi latihan keterampilan teknik dasar dengan menggunakan kekuatan, kecepatan dan koordinasi yang lebih sulit. (4) menggunakan berbagai pola latihan keterampilan teknik dasar. (5) meningkatkan faktor-faktor kesulitan terhadap latihan keterampilan teknik.

LATIHAN PENGENALAN TERHADAP RAKET DAN KOK
a.  Latihan memukul kok berulang-ulang di depan badan (timang-timang kok).
b.  Berdiri dengan memegang raket di depan badan; lakukan memukul kok  ke arah atas  setinggi setengah meter secara berulang-ulang.
c.   Lakukan latihan seperti nomor 1,  tetapi sambil berjalan maju ke depan.
d.  Lakukan latihan seperti nomor 2, tetapi kok melambung lebih tinggi (kurang lebih dua meter) dan dipukul ke arah depan atas. Sehingga untuk dapat memukul kok harus melangkah beberapa langkah ke depan.
e.  Lakukan latihan seperti nomor 2, tetapi kok melambung lebih tinggi (kurang lebih tiga meter) dan ke arah belakang badan. Sehingga untuk dapat memukul kok harus membalikkan badan.
f.    Latihan berikutnya adalah berpasangan berhadapan berjarak tiga meter. Lakukan latihan pukulan kearah pasangan secara berulang-ulang.

PUKULAN SERVIS
            Pukulan servis adalah pukulan pertama untuk memulai permainan bulutangkis. Pukulan servis dapat diarahkan kemana saja ke daerah petak sasaran servis di lapangan lawan. Pukulan servis yang baik merupakan jaminan pertama untuk dapat memperoleh angka dan memenangkan permainan. Pukulan servis yang tidak baik akan memperkecil kemungkinan memperoleh angka kemenangan. Sesuai dengan perkembangan kualitas permainan, pengertian pukulan servis tidak hanya berarti menyajikan kok untuk memulai permainan. Tetapi pukulan servis hendaknya dijadikan sebagai pukulan serangan pertama kali terhadap lawan. Sehingga dengan pukulan servis tersebut lawan mengalami kesulitan dalam mengarahkan dan mengembalikan pukulan servis.
            Pukulan servis harus dilakukan sesuai dengan peraturan permainan. Setiap pemain bulutangkis harus memahami dan dapat menerapkan peraturan tentang pukulan servis tersebut dalam permainan. Supaya dalam permainan pemain bulutangkis tidak melakukan pelanggaran yang menyalahi peraturan tentang pukulan servis. Secara garis besar ada lima peraturan dalam melakukan pukulan servis.
1.  Pada waktu melakukan pukulan servis, kedua kakinya harus berada di petak daerah servis (harus kontak) dengan lantai tempat melakukan servis; menginjak garis servis dianggap melakukan pelanggaran.
2.  Saat melakukan pukulan servis, kok harus masuk petak sasaran servis lapangan lawan; kok yang menyentuh tepi atas net lebih dahulu dan masuk petak sasaran servis lawan adalah dianggap sah.
3.  Pukulan servis  harus dilakukan dengan sekali gerakan ayunan raket ke depan secara berkesinambungan, gerakan ayunan raket tidak boleh dilakukan dengan gerakan pura-pura atau sengaja menunda (memperlambat) melakukan servis.
4.  Pada saat melakukan pukulan servis (saat perkenaan kok dengan raket), letak kok tidak boleh lebih tinggi dari pinggang server.
5.  Pada saat kok dipukul (saat perkenaan kok dengan raket), kepala raket harus di arahkan ke bawah, sehingga tangan harus benar-benar berada lebih tinggi dari kepala raket; tangan dan kepala raket yang tampak sejajar sudah dianggap salah.
            Berdasarkan arah lambungan kok, pukulan servis dapat dibedakan dalam tiga macam, yaitu servis panjang, servis pendek dan servis mendatar. Cara melakukan pukulan servis dengan pukulan forehand servis dan backhand servis. Ada jenis pukulan servis yang lain yaitu servis menjentik (flick service). Dalam melakukan servis panjang, biasanya dilakukan dengan pukulan forehand servis, kok melambung tinggi dan jatuh masuk di dekat garis batas belakang lapangan lawan. Pukulan servis pendek, kok melambung rendah di atas net dan jatuh masuk dekat garis servis depan lapangan lawan. Servis mendatar, kok melayang datar setinggi net, hampir sejajar dengan lantai. Sedangkan servis menjentik, kok melambung tidak terlalu tinggi ke arah garis servis belakang lawan; dilakukan dengan gerak menjentikkan (mengejutkan) pergelangan tangan, perhatikan arah lambungan kok pada Gambar 1.10.


Gambar 1.10. Arah lambungan kok service (Sumber: badmintonbible.com)

a. Servis Panjang
            Servis panjang disebut juga servis melambung tinggi. Disebut servis panjang atau servis melambung tinggi sebab pukulan servis ini menyebabkan kok melambung tinggi dan panjang ke arah lapangan lawan bagian belakang dan kok jatuh dekat garis batas belakang. Untuk melakukan pukulan servis panjang ini biasanya dilakukan dengan pukulan forehand servis. Dengan pukulan forehand, awalan ayunan raket lebih leluasa dan lebih bertenaga dibanding dengan pukulan backhand. Sehingga pukulan akan menghasilkan kok melambung tinggi dan jauh ke arah garis belakang lapangan lawan. Cara melakukan pukulan servis panjang adalah sebagai berikut:
1. Sikap persiapan:
a.    Berdiri kira-kira satu meter di belakang garis silang T (persilangan garis servis depan dan garis tengah)
b.    Berdiri dengan sikap akan melakukan forehand servis, yaitu posisi kaki kiri  berada lebih di depan dari kaki kanan (bagi yang tidak kidal), berjarak  kira-kira 30 centimeter. Pada sikap ini, berat badan lebih banyak ditumpu oleh kaki kanan (kaki yang di belakang).
c.    Sikap badan tegak menghadap agak serong ke samping kanan depan, sehingga bahu dari tangan yang memegang kok (tangan kiri) terarah ke net.
d.    Tangan pemegang raket (tangan kanan) diangkat setinggi bahu di samping belakang, siap diayun untuk memukul.
e.    Tangan pemegang kok (tangan kiri), diangkat di depan badan setinggi dada.
f.     Kok dipegang oleh ujung ibu jari dan jari-jari lainnya pada bagian luar bulu kok. 
2.  Gerakan memukul
a.    Setelah sikap persiapan dilakukan dengan baik, rangkaian gerakan memukul segera dilakukan, diawali dengan melepaskan kok di depan badan sejauh jangkauan raihan lengan dan raket.
b.    Ayunkan raket dengan cepat untuk melakukan gerakan memukul kok
c.    Gerakan memukul dilakukan disertai dengan gerak kuat lecutan pergelangan tangan.
d.    Bersamaan dengan ayunan raket, berat badan dipindahkan ke kaki kiri (depan) diikuti dengan memutar bahu sedemikian rupa sehingga badan menghadap ke net, tetapi posisi kedua kaki tidak berubah.
e.    Lakukan rangkaian gerakan memukul tersebut secara berkesinambungan tanpa ada gerakan terputus, luwes, supel dan bertenaga.
f.     Arahkan pukulan ke sasaran sesuai yang dikehendaki.
3.  Gerakan lanjutan
a.    Setelah kok dipukul, dilanjutkan dengan gerak lanjutan (follow through) yaitu gerak-an ayunan tangan dan raket dilanjutkan sedemikian rupa sehingga terayun sampai di depan atas bahu kiri.
b.    Kemudian dilanjutkan dengan sikap siap awal untuk menerima pukulan berikutnya dari lawan.

b.  Servis Pendek 
            Pukulan servis pendek dapat dilakukan dengan cara pukulan forehand maupun backhand. Pukulan servis pendek terutama lebih banyak digunakan dalam permainan ganda, meskipun tidak jarang juga digunakan dalam permainan tunggal. Pukulan servis pendek yang baik adalah kok melambung rendah di atas net, jarak lambungan kok sependek  mungkin masuk dekat garis servis depan lapangan lawan, dan tentusaja tidak melanggar peraturan permainan. Berikut ini akan dibahas cara melakukan servis pendek forehand dan backhand.

1)  Servis Pendek Forehand     
            Gerakan dalam melakukan pukulan servis pendek forehand ini sama seperti pada pukulan servis forehand melambung tinggi,. Tetapi pukulan servis forehand pendek ini tidak banyak memerlukan tenaga yang lebih kuat. Bahkan sebaliknya, seluruh rangkaian gerakan dilakukan denagn lembut, gerakan dilakukan dengan halus dan tenang. Yang paling penting bukan kuatnya gerakan pukulan tetapi kelembutan dan ketelitian pukulan dengan hasil kok yang melambung serendah mungkin lewat atas net dan masuk daerah servis lapangan lawan.  Cara melakukan pukulan servis pendek forehand  sebagai berikut:
a.  Sikap persiapan
1.  Berdiri kira-kira setengah meter di belakang garis silang T (persilangan garis servis depan dan garis tengah)
2.  Berdiri dengan sikap akan melakukan forehand servis, yaitu posisi kaki kiri  berada lebih di depan kaki kanan (bagi yang tidak kidal) berjarak  kira-kira 30 centimeter. Pada sikap ini, berat badan lebih banyak ditumpu oleh kaki kanan (kaki yang di belakang).
3.  Sebagian besar berat badan ditumpu oleh kaki kanan (belakang) dengan tetap menjaga keseimbangan.
4.  Sikap badan tegak menghadap agak serong ke samping kanan depan, sehingga bahu dari lengan yang memegang kok terarah ke net.
5.  Tangan pemegang raket dan diangkat setinggi bahu di samping belakang, siap diayun ke depan untuk memukul.
6.  Tangan pemegang kok, diangkat di depan badan setinggi dada.
7.  Kok dipegang oleh ujung ibu jari dan jari-jari lainnya pada salah satu bagian luar bulu kok. 
b.  Gerakan memukul
1.  Setelah sikap persiapan dilakukan dengan baik, rangkaian gerakan memukul segera dilakukan diawali dengan melepaskan kok di depan badan sejangkauan raihan raket.
2.  Ayunkan raket dengan lembut untuk melakukan gerak memukul kok.
3.  Gerakan pergelangan tangan yang halus tidak terlalu aktif.
4.  Bersamaan dengan ayunan raket, dengan lembut berat badan dipindahkan sedikit ke kaki kiri (depan) diikuti dengan memutar bahu sedemikian rupa sehingga badan menghadap ke net, tetapi posisi kedua kaki tidak berubah.
5.  Lakukan rangkaian gerakan memukul tersebut secara lembut, berkesinambungan tanpa ada gerakan terputus, luwes dan supel.
6.  Arahkan pukulan ke sasaran sesuai yang dikehendaki di dekat garis servis depan lapangan lawan.
c.  Gerakan lanjutan
1.  Setelah kok dipukul, dilanjutkan dengan gerak lanjutan (follow through) yaitu gerakan ayunan tangan dan raket dilanjutkan sedemikian rupa sehingga terayun sampai di depan badan.
2.  Kemudian dilanjutkan dengan sikap siap awal untuk menerima pukulan berikutnya dari lawan.

2)  Servis Pendek Backhand     
            Pukulan servis pendek backhand ini dilakukan dengan cara kok dipukul oleh tangan pemukul dengan pegangan backhand. Keadaan ini menyebabkan ruang gerak pukulan servis pendek backhand sangat terbatas. Gerakan servis pendek backhand ini tidak banyak memerlukan tenaga. Seluruh rangkaian gerakan dilakukan dengan lembut, gerakan dilakukan dengan halus dan tenang. Hasil pukulan yang baik jika kok melambung lewat atas net serendah mungkin dan masuk lapangan lawan.
a.  Sikap persiapan
1.  Berdiri kira-kira setengah  meter di belakang garis T (persilangan garis servis depan dan garis tengah)
2.  Berdiri dengan sikap akan melakukan backhand servis, yaitu posisi kaki kiri  berada lebih di belakang kaki kanan (bagi yang tidak kidal) berjarak  kira-kira 30 centimeter. Berat badan ditumpu oleh kedua kaki. Dapat juga posisi kedua kaki sejajar, sehingga badan menghadap ke net. 
3.  Raket dipegang dengan pegangan backhand di depan badan, kepala raket  terarah ke bawah dan lebih rendah daripada pinggang, sehingga siku lengan pemegang raket sedikit terangkat.
4.  Kok dipegang oleh tangan yang lain dengan cara menjepit bulu kok oleh ibu jari dan jari telunjuk, dan letakkan kok yang dipegang tersebut di depan kepala raket.
b.  Gerakan memukul
1.     Setelah sikap persiapan dilakukan dengan baik, rangkaian gerakan memukul segera dilakukan dengan gerakan mendorong kok. Gerakan raket sangat lembut Gerakan pergelangan tangan sangat lembut dan tidak terlalu aktif.
2.     Saat melakukan gerakan memukul tidak ada gerakan bahu maupun badan, posisi kedua kaki tidak berubah.
3.     Lakukan rangkaian gerakan memukul tersebut secara lembut, berkesinambungan tanpa ada gerakan terputus, luwes dan supel.
4.     Arahkan pukulan ke sasaran sesuai yang dikehendaki di dekat garis depan lapangan lawan.
c. Gerakan lanjutan
1.    Setelah kok dipukul, gerak lanjutan (follow through) yang dilakukan tangan dan raket sangat sedikit.
2.    Kemudian dilanjutkan dengan sikap siap awal untuk menerima pukulan berikutnya dari lawan.

3) Servis Mendatar (drive service)
            Pukulan servis mendatar ini merupakan salah satu variasi pukulan servis. Seorang pebulutangkis perlu melengkapi dengan berbagai jenis pukulan servis. Supaya dalam suatu permainan, pebulutangkis tidak hanya melakukan pukulan servis satu macam saja. Karena dengan begitu lawan akan hafal dengan servis tersebut dan mudah mengantisipasi dan mengetahui arah servis yang dilakukan. Sehingga pebulutangkis perlu memiliki dan melengkapi keterampilan servis mendatar ini yang dapat digunakan dalam permainan.
            Pukulan servis mendatar dapat dilakukan dengan pukulan forehand maupun backhand. Pukulan servis ini dilakukan dengan gerakan cepat dan kuat, diarahkan ke badan lawan, pundak lawan atau ke bagian sebelah backhand. Untuk dapat melakukan pukulan servis mendatar maka posisi berdiri saat melakukan servis agak mundur kebelakang dari garis servis servis depan. Saat melakukan gerakan servis harus memperhatikan peraturan tentang melakukan servis yang benar.
            Tujuan pukulan servis ini tidak untuk mematikan secara langsung permainan lawan, tetapi merupakan pukulan serangan permulaan, agar lawan terdesak ke posisi yang sulit. Jika posisi lawan sulit maka pengembalian servisnya akan lemah, maka akan lebih mudah untuk melakukan pukulan berikutnya. Cara melakukan pukulan servis mendatar adalah sebagai berikut.
a. Sikap persiapan:
1.  Berdiri kira-kira satu  meter di belakang garis T (persilangan garis servis depan dan garis tengah)
2.  Berdiri dengan sikap akan melakukan forehand atau backhand servis. 
b. Gerakan memukul:
1.  Setelah sikap persiapan dilakukan dengan baik, rangkaian gerakan memukul segera dilakukan diawali dengan melepaskan kok di depan badan sejauh jangkauan raihan lengan dan raket.
2.  Ayunkan raket dengan cepat untuk melakukan gerakan memukul kok
3.  Gerakan memukul dilakukan dengan power, disertai dengan gerak kuat lecutan per-gelangan tangan.
4.  Bersamaan dengan ayunan raket, berat badan dipindahkan ke kaki kiri (depan) diikuti dengan memutar bahu sedemikian rupa sehingga badan menghadap ke net, tetapi posisi kedua kaki tidak berubah.
5.  Arahkan pukulan mendatar serendah mungkin di atas net. Sasaran pukulan servis adalah ke badan lawan, pundak lawan atau di sebelah backhand.
6.  Lakukan rangkaian gerakan memukul tersebut secara berkesinambungan tanpa ada gerakan terputus, luwes, supel dan bertenaga.
c.  Gerakan lanjutan:
1.  Setelah kok dipukul, dilanjutkan dengan gerak lanjutan (follow through).
2.  Kemudian dilanjutkan dengan sikap siaga awal untuk menerima pukulan berikutnya dari lawan.

4)  Servis Menjentik (flick service)
            Servis menjentik sering disebut juga servis kejut. Sesuai dengan namanya, maka servis menjentik atau servis kejut dilakukan dengan gerakan menjentik atau mengejut yang dilakukan oleh gerak pergelangan tangan ketika melakukan gerakan servis. Servis ini sebagai salah satu variasi pukulan servis yang bertujuan supaya lawan salah menduga terhadap pukulan servis yang kita lakukan.
Pukulan servis menjentik yang baik adalah jika dapat membuat lawan penerima servis terkecoh atau tertipu pada saat menerima servis. Sebab, seluruh rangkaian gerakan servis ini sama dengan gerakan servis yang lain. Perbedaannya adalah pada saat gerakan perkenaan kok dan raket diberikan gerakan kejutan atau menjentik yang kuat. Sehingga lawan menduga pukulan servis diarahkan di daerah depan, tetapi ternyata pukulan dijentikkan atau dikejutkan ke arah lapangan bagian belakang secara mendadak yang membuat lawan terkecoh. Servis ini dapat dilakukan dengan pukulan servis di sebelah forehand maupun backhand. Cara melakukan pukulan servis menjentik adalah sebagai berikut.
a. Sikap persiapan:
1.  Berdiri kira-kira satu  meter di belakang garis silang T (persilangan garis servis depan dan garis tengah)
2.  Berdiri dengan sikap siap akan melakukan forehand atau backhand servis secara supel. 
b. Gerakan memukul:
1.  Setelah sikap persiapan dilakukan dengan baik, rangkaian gerakan memukul segera dilakukan diawali dengan melepaskan kok di depan badan sejauh jangkauan raihan lengan dan raket.
2.  Lakukan gerakan servis dengan wajar, pada saat perkenaan kok dengan raket dilakukan gerakan menjentik secara mendadak oleh gerakan pergelangan tangan.
3.  Arahkan pukulan ke daerah belakang lapangan lawan, tetapi kok tidak melambung terlalu tinggi.
4.  Lakukan rangkaian gerakan memukul servis tersebut secara berkesinambungan tanpa ada gerakan terputus kea rah depan, dilakukan secara luwes, supel dan bertenaga.
5.  Servis dilakukan tanpa melanggar peraturan servis.
c.  Gerakan lanjutan:
1.  Setelah kok dipukul, dilanjutkan dengan gerak lanjutan (follow through).
2.  Kemudian dilanjutkan dengan sikap siap awal untuk menerima pukulan berikutnya dari lawan.

PUKULAN DI ATAS KEPALA  (OVERHEAD STROKE)
            Pukulan di atas kepala dilakukan terhadap kok yang melambung di atas kepala, baik di sebelah forehand maupun backhand. Pukulan forehand overhead dilakukan terhadap kok yang melambung di daerah sebelah kanan atas kepala (bagi yang tidak kidal). Pukulan backhand overhead dilakukan terhadap kok yang melambung di daerah sebelah kiri atas kepala (bagi yang tidak kidal).
            Dengan pukulan overhead ini dapat dilakukan beberapa kemungkinan jenis pukulan, yaitu lob, smash, dan drop. Pukulan forehand overhead dilakukan terhadap kok yang melambung di sebelah kanan atas kepala (bagi yang tidak kidal). Gerakan pukulan forehand overhead dilakukan sebagai berikut.
1.  Sikap persiapan
a.    Berdiri dengan posisi  kaki  kanan  berada lebih di belakang kaki kiri (bagi yang tidak kidal), berjarak kira-kira 40 centimeter. Tungkai kaki ditekuk sedikit pada  sendi lutut sehingga lutut terarah ke samping kanan belakang.
b.    Sikap badan sedikit condong ke belakang, berat badan ditumpu oleh kaki kanan. Badan menghadap agak serong ke arah kanan depan, sehingga bahu kiri terarah serong ke net.
c.    Tangan kanan membawa raket di atas bahu kanan, siku kakan terarah ke kanan belakang, siap untuk diayun untuk memukul kok. Tangan kiri secara santai diangkat ke atas seolah-olah menunjukkan ke arah kok yang akan dipukul.
d.    Pandangan dan perhatian selalu tertuju pada kok yang akan di pukul.
e.    Tempatkan sikap awal ini seenak mungkin dengan gerakan yang cepat terhadap kok yang akan dipukul.
2. Gerakan memukul
a.    Setelah kok berada di depan atas kepala sejauh jangkauan lengan dan raket, gerakan memukul segera dilakukan.
b.    Gerakan memukul dimulai dengan ayunan raket ke depan atas. Kok dipukul setinggi mungkin dari jangkauan raket.
c.    Bersamaan dengan itu, berat badan dipindahkan dari kaki kanan ke tumpuan kaki kiri disertai dengan memutar badan dan bahu kanan, sehingga dada menghadap ke depan (net). Tungkai kaki kanan diluruskan secara supel sehingga mendorong badan ke atas.
d.    Saat perkenaan kok dengan permukaan daun raket (impact), lengan pemukul harus dalam keadaan lurus ke atas, tidak boleh ditekuk pada sendi siku. Gerakan ayunan raket dari belakang ke depan. Pukulan disertai dengan gerakan lecutan pada pergelangan tangan. Permukaan daun raket harus menghadap ke depan secara penuh.
e.    Lakukan gerakan memukul dari sikap awal sampai dengan perkenaan daun raket dengan kok secara koordinatif, dinamis, berurutan dan tidak terputus mulai dari gerak kaki, tungkai kaki, badan, bahu, lengan dan gerakan pergelangan tangan.
3.  Gerakan lanjutan
a.    Setelah raket memukul kok, dilanjutkan dengan gerakan lanjutan (follow trough). Yaitu ayunan raket dilanjutkan ke arah depan kiri bawah.
b.    Bahu kanan dan badan diputar mengikuti gerak ayunan raket, bersamaan itu kaki kanan melangkah ke depan. Berat badan di bawa ke depan.
c.    Gerakan selanjutnya adalah melangkah maju depan dan kembali mengambil sikap siap siaga awal.

a.  Pukulan Lob (clear)
            Pukulan lob (clear stoke) adalah pukulan yang menghasilkan arah kok melambung tinggi dan jatuh di lapangan lawan bagian belakang. Sasaran pukulan lob adalah daerah lapangan lawan bagian belakang sepanjang garis belakang. Pukulan lob dapat dilakukan dengan pukulan overhead di sebelah forehand maupun backhand. Selain itu, dapat juga dilakukan pukulan dari bawah (under arm stroke) atau dari samping badan (side arm stroke). Dilihat dari tujuan pukulan lob dan hasil lambungan kok, pukulan lob dibedakan menjadi dua macam lob, yaitu lob menyerang dan lob bertahan. Perbedaan kedua jenis pukulan lob tersebut adalah tinggi lambungan kok dan laju jalannya kok melayang di atas pemain lawan.
            Pukulan lob menyerang adalah pukulan lob yang digunakan untuk menyerang dan mendesak lawan ke garis belakang. Kok melambung lebih rendah dan lebih cepat daripada pukulan lob bertahan. Tujuan pukulan lob sudah jelas dari arti kata itu sendiri yaitu untuk menyerang lawan ke arah posisi yang lemah dengan cara mendesak lawan ke dekat garis belakang atau ke salah satu sudut lapangan bagian belakang lawan. Maka yang harus diperhatikan pada pukulan lob menyerang ini adalah hasil pukulan harus benar-benar terarah ke belakang posisi lawan, kok jatuh di daerah dekat dengan garis belakang. Lob yang tanggung di tengah lapangan lawan, akan menjadi umpan bagi lawan yang mudah sekali untuk dimatikan dengan pukulan smes atau drop yang tajam.
            Pukulan lob bertahan adalah pukulan lob yang digunakan untuk bertahan dari serangan lawan. Yaitu ketika berada dalam keadaan diserang dan terdesak oleh pukulan lawan sehingga dalam keadaan yang kurang menguntungkan. Saat inilah pukulan lob bertahan digunakan, agar supaya memperoleh banyak kesem-patan dan waktu untuk memperbaiki dan mengambil posisi yang lebih baik. Kok dipukul melambung tinggi sekali ke arah lapangan lawan bagian belakang. Perhatikan Gambar 1.11.

NB : INGIN VERSI LENGKAPNYA SILAHKAN REQUEST DIKOLOM KOMENTAR
 
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "MAKALAH OLAHRAGA BULUTANGKIS PELATIHAN CABANG OLAHRAGA DAN SISTEM PERTANDINGAN BULUTANGKIS"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top