MAKALAH OLAHRAGA PELATIHAN CABANG OLAHRAGA DAN SISTEM PERTANDINGAN/PERLOMBAAN (KID’S ATLETIK)



A.  Pengertian Umum Atletik
   Atletik merupakan aktivitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan yang dinamis dan  harmonis, yaitu  jalan, lari, lompat, dan lempar. Bila dilihat dari arti atau istilah “Atletik” berasal dari bahasa Yunani yaitu Athlon atau Athlum  yang berarti  “lomba atau perlombaan”. Amerika dan sebagian di Eropa dan Asia sering memakai istilah/kata atletik denganTrack and Field dan negara Jerman memakai kata Leicht Athletik dan Negara Belanda memakai istilah/kata Athletiek.
            Atletik juga merupakan sarana untuk pendidikan jasmani dalam upaya meningkatkan kemampuan biomorik, misalnya kekuatan, dayatahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi, dan sebagainya. Selain itu juga sebagai sarana untuk penelitian bagi para ilmuan.
Nomor-nomor dalam atletik yang sering diperlombakan dapat diperinci sebagai berikut:
1.  Nomor jalan dan Lari
a.  Jalan cepat yang diperlombakan untuk putri adalah 10 dan 20 km, dan putra 20 km dan 50 km.
b.  Lari
1) Ditinjau dari jarak yang ditempuh dapat dibedakan:
a) Lari jarak pendek (Sprint) mulai dari 60 m sampai dengan 400 m.
b) Lari jarak menengah (middle distance) adalah 800 m dan 1500 m.
c) Lari Jarak Jauh (long distance) adalah 3000 m sampai dengan 42.195 km (marathon).
c.   Ditinjau dari lintasan atau jalan yang dilewati:
1) Lari di lintasan tanpa melewati rintangan (flat) yaitu 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m, 5000 m, 10.000 m.
2) Lari ladang atau cross country atau lari lintas alam.
3) Lari 3000 m halang rintang (Steplechase).
4) Lari gawang 100 m, 400 m gawang untuk putri dan 110 m dan 400 m gawang untuk putra
d. Ditinjau dari jumlah peserta dan jumlah nomor yang dilakukan dapat dibedakan:
1) Lari estafet yaitu 4 x 100 m dan 4 x 400 m untuk putra dan putri
2) Combined Event (nomor lomba gabungan) yaitu panca lomba(untuk kelompok remaja), sapta lomba (junior putra-putri dan senior putri), dan dasa lomba (senior putra).
2. Nomor lompat
a. lompat tinggi (hight jump)
b. lompat jauh (long jump)
c. lompat jangkit (triple jump)
d.lompat tinggi galah (polevoult)
3. Nomor lempar
a. Tolak Peluru (shot put)
b. Lempar lembing (javelin throw)
c. Lempar cakram (discus throw)
d. Lontar martil (hammer)
Dengan demikian dalam suatu perlombaan atletik senior, junior, maupun remaja terdapat lebih dari satu macam perlombaan, yaitu nomor jalan cepat dapat dilaksanakan di jalan raya (race walking) atau di dalam stadion, lari, lompat, dan lempar. Banyaknya jumlah perlombaan yang diperlombakan tergantung dari sifat dan tingkat perlombaan, baik tingkat daerah maupun nasional.

B. Pengertian Atletik Anak-Anak (Kid’s Atlhletic)
Atletik Anak-anakmerupakan aktivitas jasmani yang didalamnya terdiri dari gerakan-gerakan dasar atletik bagi anak-anak (nomor lari, lari dayatahan, lompat dan lempar) yang dapat dilatihkan dalam suasana bermain dan sifat lombanya dalam bentuk beregu .
1.  Tujuan
Atletik anak-anak mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
a.    Aktivitas fisik
Kegiatan atletik anak-anak memberi motivasi kepada sekolah (siswa), klub olahraga, dan intitusi olahraga agar terlibat dalam aktivitas fisik dalam bentuk bermain dan dilakukan secara teratur.
b.    Peningkatan Kesehatan
Kegiatan utama dari atletik anak-anak melibatkan seluruh siswa/anak-anak untuk ikut serta dalam bermain dalam rangka peningkatan kesehatan jangka panjang dan hidup secara teratur sehingga tercapai pondasi fisik dan kesehatan yang kuat.
c.    Interaksi Sosial
Kegiatan atletik anak-anak sebelum kegiatan, selama kegiatan, dan setelah kegiatan selalu melibatkan anak-anak baik dalam persiapan penataan dan penyimpanan kembali alat yang dipergunakan sehingga tidak mengandalkan pada tanggung jawab pelatih saja.
d.    Sifat-Sifat petualangan (Adventure)
Suatu kunci daya tarik dari kompetisi atletik anak-anak adalah merupakan tantangan bagi anak-anak untuk mencapai hasil disetiap aktivitas nomor lomba dengan kemampuan sendiri untuk meraih sukses.
2.    Nomor-Nomor Lomba Atletik Anak-Anak
Atletik anak-anak dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu kelompok I untuk kelas I dan II, Kelompok II untuk kelas III dan IV, dan kelompok III untuk kelas V dan VI, untuk lebih jelasnya lihat pada tabel 1.


Tabel 1. Pengelompokkan Nomor Lomba Berdasarkan Umur dan Kelas
Kelompok Umur
I
(Kelas I – II)
II
(Kelas III – IV)
III
(Kelas V-VI)
Umur (dalam Tahun)
7 - 8
9 - 10
11 - 12
Kelompok Lari

Lari sprint/gawang

V
V
Lari sprint/lari slalom


V
Lari formula I
V
V
V
Lari dayatahan
V
V
V
Kelompok Lompat

Lompat jauh galah

V
V
Lompat tali (rope skipping)
V


Lompat katak (Frog jump)
V
V

Loncat Silang (Cross Hopping)
V
V
V
Lari Tangga (Ladder Running)


V
Kelompok Lempar

Lempar Sasaran (Throwing Tardet)
V
V

Lempar lembing anak-anak
V
V
V
Lempar dari sikap berlutut
V


Lempar kebelakang lewat atas kepala


V
Lempar dengan rotasi/putaran

V
V
Jumlah Nomor Lomba
8
9
10

No
Nama latihan
Gambar
Kelompok Lari
1.           
Lari sprint/gawang
2.           
Lari sprint/lari slalom
3.           
Lari formula I
4.           
Lari dayatahan
Kelompok Lompat
5.           
Lompat jauh galah
6.           
Lompat tali (rope skipping)
7.           
Lompat katak (Frog jump)
8.           
Loncat Silang (Cross Hopping)
9.           
Lari Tangga (Ladder Running)
Kelompok Lempar
10.        
Lempar Sasaran (Throwing Target)
11.        
Lempar lembing anak-anak
12.        
Lempar dari sikap berlutut
13.        
Lempar kebelakang lewat atas kepala
14.        
Lempar dengan rotasi/putaran
(Sumber: IAAF Kid’s Athletics, 2012)

C. Gerak Dominan Jalan
1.  Pengertian Jalan 
Adalah suatu gerak langkah yang terus-menerus, sehingga kontak dengan tanah tidak pernah terputus. Pada periode melangkah di mana satu kaki harus berada di tanah (kaki tumpu), dan kaki ayun mendarat dengan tumit terlebih dahulu dan lutut harus lurus.
2.  Pengertian Jalan Cepat
Jalan cepat adalah suatu gerak maju (lokomosi) yang efisien melalui tuas-tuas (tungkai dan kaki) ditopang dengan pinggul dan diimbangi oleh gerakan lengan.
Perlombaan jalan cepat, peserta lomba harus memenuhi dasar dari teknik khusus dan peraturan/ketentuan-ketentuan yang ditetapkan. Dalam peraturan perlombaan atletik IAAF pasal 230 yang memberikan definisi jalan cepat sebagai berikut:
Jalan cepat adalah suatu gerakan langkah maju yang dilakukan sedemikian rupa sehingga si pejalan (kaki) tetap kontak dengan tanah, tidak ada saat hilang kontak dengan tanah (melayang) yang teramati oleh mata telanjang. Gerakan maju ke depan harus diluruskan (tidak bengkok pada lutut) sejak saat sentuhan pertama dengan tanah hingga mencapai posisi badan tegak.
3.  Gerak Dominan Jalan Capat
a.    Tumpuan Kaki Depan
Tumpuan kaki depan dimulai dengan mendaratkan tumit kaki depan di tanah dan berakhir ketika posisi kaki tegak. Selama tahap ini  kaki depan harus lurus (tidak dibengkokkan). Untuk lebih jelasnya lihat gambar 1

Gambar 1. Tumpuan Kaki Depan
b.    Tumpuan Kaki Belakang
Tumpuan kaki belakang dimulai pada saat kaki tumpu dalam posisi tegak lurus dan berakhir pada saat kaki diangkat dan lepas dari tanah. Pada tahap ini sangat penting, karena dorongan kuat berasal dari kaki belakang dan juga akan menentukan panjang langkah maupun kecepatan langkah. Kaki bergerak diawali dari tumit ke jari kaki. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 2.
Gambar 2. Tumpuan Kaki Belakang
c.    Tumpuan Ganda
Tumpuan ganda dimulai ketika kaki depan mendarat dengan lunak pada tumit di tanah, sedangkan kaki belakang dalam posisi tumit diangkat. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 3.
Gambar 3. Tumpuan Ganda
d.    Ayunan Kaki Belakang
Ayunan kaki belakang dimulai ketika jari-jari kaki meninggalkan tanah dan berakhir setelah kaki mencapai tahap menopang kaki  secara vertical. Pemulihan dan relaksasi adalah penting selama tahap ini. Kaki harus berayun ke depan sedikit bengkok, kendor, dan tepat di atas tanah. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 4.
Gambar 4. Ayunan kaki Belakang
e.    Ayunan Kaki Depan
Dimulai pada saat kaki ayun dalam posisi vertikal dan berakhir pada saat tumit menyentuh tanah. Pada tahap ini paha harus cukup tinggi untuk memungkinkan tungkai bawah untuk berayun ke depan di atas tanah. Tahap ini akan berpengaruh terhadap panjang langkah.Siswa harus menghindari over straiding (langkah berlebihan), karena akan mengakibatkan penurunan titik pusat gravitasi dan dapat menyebabkan suatu gerakan penghabatan dan meningkatnya penggunaan energi. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 5.

Gambar 1. Ayunan Kaki Depan


f.    Gerakan Panggul
Gerakan pinggang yang sempurna akan menghasilkan gerakan pinggul naik turun. Pinggul berada di posisi terendah ketika tumit kaki depan menyentuh tanah. Pinggul ada di posisi tertinggi pada saat topang vertikal. Pergeseran vertikal ini dicampur dengan gerakan horisontal ke depan dan menghasilkan gerakan rotasi pinggang yang khas, yang disebut dengan gerakan goyang pinggul. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 6 dan 7.

Gambar 6. Gerakan Panggul


Gambar 7. Gerakan Panggul dilihat dari atas


4.  Gerak Dominan Nomor Lari jarak Pendek
Secara umum gerak dominan lari jarak pendek meliputi : gerak dominan start, gerak lari dan melewati garis finish.

a.  Gerak Dominan Start Jongkok
Start adalah suatu persiapan awal seorang pelari akan melakukan gerakan berlari. Untuk nomor jarak pendek start yang dipakai adalah start jongkok (Crouch Start) sedangkan untuk jarak menengah dan jauh menggunakan start berdiri (Standing Start).
Tujuan utama start dalam lari jarak pendek, lari estafet/sambung, dan lomba lari gawang adalah untuk mengoptimalisasikan pola lari percepatan. Pelari harus dapat mengatasi kelembaman/inertia dengan menerapkan daya maksimum terhadap startblok sesegera mungkin setelah tembakan pistol start atau aba-aba dari starter dan bergerak ke dalam suatu posisi optimum untuk tahap lari percepatan.
Tahap gerak dominan untuk start jongkok dapat dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap bersedia, siaaap, dan yaaak (bunyi pistol).

1)  Bersedia
Setelah starter memberikan aba-aba bersedia,  pelari  menempatkan kedua kaki dalam menyentuh blok depan dan belakang,  lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit,  jari-jari tangan membentuk huruf  V  terbalik, dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan pandangan mata menatap lurus ke bawah. Unuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 8.

Gambar 8. Posisi Saat Bersedia

2)  Siaaap
Selanjutnya pelari akan menempatkan posisi badan dengan posisi  Lutut ditekan ke belakang; lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku ( 90º); lutut kaki belakang membentuk sudut antara 120º- 140º; dan pinggang sedikit diangkat tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu sedikit lebih maju ke depan dari ke dua tangan. Untuk lebih jelas lihat gambar 9.
Gambar 9. Posisi Saat Aba aba Siaaap
3)  Yaaak (bunyi Pistol) dilanjutkan Dorongan
Gerakan yang akan dilakukan pelari setelah aba-aba yak/bunyi pistol adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak/menekan keras pada start-blok; kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian, kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit lebih lama, kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan; lutut dan pingang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan. Untuk lebih jelas lihat gambar 10.
Gambar 10. Saat Aba-Aba Yaak (lepas dari block Start)

b.  Gerak Dominan lari jarak Pendek (Cepat)
1)  Gerakan Lari
Gerak dominan yang utama dari gerak lari adalah gerakan langkah kaki dan ayunan lengan.  Sedangkan aspek lain yang perlu diperhatikan pada saat berlari adalah: kecondongan badan (disesuaikan dengan jenis /type lari), pengaturan napas, dan harmonisasi gerakan lengan dan tungkai. Sedangkan yang paling menentukan kecepatan lari seseorang adalah panjang langkah x kekerapan/frekuensi langkah. 
Langkah kaki terdiri dari tahap menumpu dan tahap melayang.Sedangkan gerakan kaki mulai tahap menumpu kemudian mendorong (kaki tolak) sedangkan kaki ayun melakukan gerak pemulihan dan gerak ayunan
Pada gambar di bawah ini diperlihatkan rangkaian gerak lari dan gerak langkah pada saat menumpu dan mendorong.









Gambar   11.Rangkaian Gerakan Lari Sprint

Gerakan pada kaki tumpu (1), mendaratlah pada bola kaki (ball foot) yaitu telapak kaki bagian tengah depan, lurus ke depan, mata kaki, lutut dan pinggul diluruskan penuh selama tahap mendorong
Gerakan pada kaki ayun (2 dan 3), kaki/tungkai bawah  ditekuk selama masa pemulihan dan lutut angkat ke depan atas sejajar dengan lantai/tanah pada tahap mengayun.
Gerakan pada  lengan, ayunkan lengan ke depan dan ke belakang, ke depan setinggi bahu, ke belakang lewat panggul. Sudut sikut sekitar 90 derajat. 

Gambar  12.Tahap Menumpu dan Mendorong



2)  Gerakan Melewati garis Finish
Teknik melewati garis finish yaitu berlari terus, mendorongkan dada atau mendorong salah satu bahu ke depan.Untuk lebih jelasnya lihat gambar 13.

Gambar 13. Gerakan saat melewati garis Finish
5.  Gerak Dominan Lompat
a.  Gerak Lompat Horizontal (Lompat Jauh)
Tujuan jenis lompatan ini adalah memindahkan jarak horisontal titik berat badan pelompat sejauh mungkin. Termasuk dalam jenis lompatan horisontal adalah  lompat jauh dan lompat jangkit.
Pada jenis lompatan horisontal, jarak lompatan ditentukan oleh tiga faktor, yaitu: 1) Jarak horisontal antara tumpuan kaki tolak dengan letak  titik  berat badan atlet. 2) Jarak titik berat badan atlet selama fase melayang.3) Jarak horisontal titik berat badan atlet dengan tumit ketika kontak pertama saat pendaratan.
Bila dilihat dari gerakan lompat jauh,  nomor ini memiliki suatu gerakan sederhana dan paling sederhana dibandingkan nomor-nomor lapangan lainnya. Hal ini dikarenakan para siswa sebelum diberikan pembelajaran atau latihan lompat jauh, siswa sudah dapat melakukan gerak dasar lompat jauh, hal ini akan mengakibatkan para siswa akan cepat menguasai gerak lompat jauh.
Oleh karena itu, secara umum rangkaian gerak lompat jauh yang merupakan gerak horisontal dibagi dalam empat tahap gerak dominan yaitu: ancang-ancang atau awalan, tolakan/menumpu, melayang dan mendarat.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 14.
Gambar 14. Gerakan Lompat jauh (Gerakan Horisontal)
1)  Gerak Dominan Awalan atau Ancang-Ancang
Gerakan awalan dilakukan dengan berlari secepat mungkin dalam kecepatan yang terkontrol maximum controllable speed”. Jarak awalan bagi anak-anak disesuaikan dengan kemampuannya, misalnya umur, bila umurnya 9 tahun maka panjang awalannya 9 langkah dan seterusnya. Di dalam awalan yang perlu diperhatikan bagi seorang guru/pelatih atletik anak-anak adalah 3 atau 5 langkah terakhir merupakan persiapan merubah kecepatan horisontal ke kecepatan vertikal dalam hal ini persiapan untuk menumpu/menolak ke atas depan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 15.

Gambar 15. Gerakan lari Awalan Lompat jauh
2)  Gerak Dominan Tolakkan/Menumpu
Tujuan dari gerakan menolak dalam lompat jauh adalah untuk memaksimalkan kecepatan vertikal dan memperkecil hilangnya kecepatan horisontal. Pada saat menumpu kakiaktif dan cepat dengan suatu   gerakan ke bawah dan ke belakang. (gerakan mengkais) lihat gambar 16 nomor 1, serta waktu tolakan dipersingkat, pembengkokan minimum dari  kaki tumpu. Ketika saat menolak, posisi tubuh sedikit condong ke depan yaitu untuk mendapatkan lintasan parabola pada saat melayang yang jauh ke depan dan paha kaki bebas didorong ke posisi horisontal.lihat nomor (2),  ankle, lutut dan pinggang diluruskan sepenuhnya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 16.
Gambar 16. Posisi badan dan Tungkai serta Kaki saat Menolak
3)  Gerak dominan Saat Melayang
Tujuan gerakan melayang pada lompat jauh gaya jongkok adalah untuk persiapan mendarat yang efisien. Tungkai  ayun  dipertahankan pada posisi tolak, dan tungkai tolak mengikuti  selama waktu melayang dan  tungkai tolak ditekuk, ditarik ke depan dan ke atas mendekati  akhir gerak melayang selanjutnya kedua tungkai diluruskan ke depan untuk mendarat. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 17.
Gambar 17. Gerakan Saat Melayang Gaya Jongkok
Pada lompat jauh gaya menggantung, tujuan gerakan melayang adalah untuk persiapan mendarat yang efisien. Tungkai ayun diturunkan karena adagerakan putaran pada sendi pinggul. pinggang didorong kedepan.  Kaki tumpu paralel dengan kaki ayun. kedua tangan berada dalam posisi ke atas belakang. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 18.
Gambar 18. Gerakan Saat Melayang gaya Menggantung

Pada lompat jauh gaya berjalan (Hitch-Kick), tujuan gerakan melayang adalah untuk persiapan mendarat yang efisien.Gerakan lariawalan  diteruskan di udara didukung oleh ayunan lengan, irama langkah lari awalan haruslah tidak diganti/dirubah dan  gerakan lari berakhir saat mendarat dengan kedua kaki  diluruskan kedepan. variasi : 1 1/2 atau 2 1/2 atau 3 1/2 langkah selama melayang. Untuk gaya ini, sebaiknya diberikan setelah atlet/siswa sudah mempunyai dasar kemampuan biomotorikyang cukup. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 19.
Gambar 19. Gerakan melayang pada lompat jauh gaya jalan (HitchKick).

4)  Gerak Dominan Saat Mendarat
Tujuan gerakan mendarat dalam lompat jauh adalah  untuk memper-kecil hilangnya jarak lompatan. Selanjutnya kedua kaki hampir sepenuhnya diluruskan dan badan dibengkokkan kedepan, selanjutnya kedua lengan ditarik ke belakang serta pinggul didorong ke depan menuju titik pendaratan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 20.
Gambar 20. Gerakan Pendaratan pada Lompat Jauh

b.  Gerak Dominan Lompat Vertikal (Lompat Tinggi)
Tujuan dari jenis lompatan ini adalah memindahkan jarak vertikal titik berat badan setinggi mungkin.Termasuk ke dalam katagori ini adalah nomor lompat tinggi dan lompat tinggi galah.Sedangkan pada lompatan jenis vertikal, jarak ketinggian lompatan ditentukan oleh tiga faktor pula, yaitu: 1) Ketinggian letak titik berat badan atlet saat tolakan, 2) Ketinggian perpindahan titik berat badan setelah menolak, 3) Perbedaan ketinggian maksimum titik berat badan saat melewati mistar.
1)  Gerak Dominan dalam Lompat Tinggi
Lompat tinggi adalah termasuk ke dalam lompatan vertikal, karena si pelompat berusaha memindahkan titik berat badan setinggi-tinginya dalam upaya melampaui suatu ketingian (mistar lompatan).Gerak  dominan dalam lompat tinggi adalah awalan, melompat atau tolakan/tumpuan ke arah vertikal, serta pendaratan.Seperti halnya lompat jauh, saat melewati mistar “bar clearance  adalah satu hal yang menyebabkan adanya istilah gaya (style) dalam lompat tinggi.
Dilihat dari posisi kaki tolak terhadap mistar pada saat menolak, hanya dua jenis lompatan yang ada dalam lompat tinggi. Yaitu lompatan gaya guling dan lompatan gaya gunting”.
Jenis lompatan gaya guling adalah semua gaya yang dilakukan dengan menggunakan kaki yang terdekat dengan mistar sebagai kaki tumpu, dan mendarat dengan kaki lainnya (kecuali tempat pendaratannya empuk).
Sedangkan jenis lompatan gaya gunting adalah semua lompatan yang menggunakan kaki tumpu yang terjauh dengan mistar lompatan, dan mendarat dengan kaki yang sama (kecuali tempat pendaratannya empuk).
Yang termasuk jenis lompatan guling antara lain: gaya guling sisi (western roll), dan gaya guling perut (straddle). Sedangkan yang termasuk jenis lompatan gunting antara lain: gaya scissor (gaya maling/lompat pagar), gaya eastern cut off, sweney, dan gaya flop.
Pada gambar 21. diperlihatkan rangkaian gerak lompat tinggi gaya flop. Pada gambar ini terlihat bagaimana urutan gerak keseluruhan lompat tinggi flop serta penjelasan pada saat menolak dan saat melewati mistar.

Gambar 21. Urutan Gerak Lompat Tinggi gaya Flop

2)  Gerak Dominan Awalan (lompat Tinggi gaya Flop)
Tujuan gerak awalan dalam lompat tinggi gaya flop adalah  untuk membentuk kecepatan optimum dan persiapan untuk menumpu/bertolaklari awalan berbentuk huruf “ J ”, mula-mula lurus (3-6 langkah) kemudian melengkung (4-5 langkah), Hentakan kaki untuk langkah pertama adalah pada telapak kaki, badan condong kedepan sedang – sedang saja untuk langkah pertama dan kecepatan ditingkatkan terus menerus sepanjang lari awalan.  Untuk lebih jelasnya lihat gambar 22.
Gambar 22. Gerakan Awalan lompat Tinggi Gaya Flop
Pada 3 langkah terakhir, yaitu memaksimalkan kecepatan vertikal dan mengawali gerakan putar yang diperlukan untuk melewati mistar.Untuk lebih jelasnya lihat gambar 23.
Langkah akhir dari awalan lebih pendek. Kaki yang bertolak harus mendarat dengan cepat dan dengan gerak percepatan. Jari-jari kaki tolak menunjuk ke arah pendaratan.
Hentakan kaki adalah aktif,cepat dan datar, dengan gerakan ‘ke bawah dan ke belakang’(1), kaki yang bertolak (tumpu) menuju kearah tempat pendaratan dan waktu di tanah dan pembengkokan kaki tumpu adalah diperkecil lutut kaki bebas didorong ke atas sampai paha paralel dengan tanah dan badan tegak pada akhir bertumpu/bertolak. (2).

3)  Gerak Dominan Melayang/melewati Mistar
Tujuan gerak melayang adalah untuk melewati mistar.Posisi bertolak dipertahankan pada saat badan memperoleh ketinggian. (1), lengan depan meraih keatas, menyilang dan melewati mistar, danpinggul diangkat melewati mistar dengan melengkungkan pinggang serta menurunkan kaki dan kepala dilanjutkan dengan lutut diregangkan untuk memungkinkan badan lebih melengkung. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 24.








Gambar 24. Urutan  Gerakan Saat Melayang/Melewati Mistar


4)  Gerak Dominan Pendaratan Pada gaya Flop.
Tujuan gerak mendarat adalah  untuk menghindari cedera pada siswa/atlet, adapun gerakannya adalah kepala ditarik ke dadadan mendarat pada bahu dan punggung, serta lutut-lutut dipisahkan untuk pendaratan.
Gambar 25. Urutan Gerak pendaratan di Matras
6.  Gerak Dominan Lempar
Dilihat dari dominan gerakan dan lintas gerak alat sebelum dilemparkan, maka gerak melempar dibagi ke dalam dua katagori.
a.  Gerak Lemparan Linier.
Jalannya alat sebelum dilempar menempuh lintasan garis lurus. termasuk dalam katagori ini yaitu lempar lembing dan tolak peluru gaya O’Brien atau gaya ortodok.
Gerak lempar lebing adalah gerakan melecut seperti cambuk, seperti  tampak pada gambar 26, sedangkan tolak peluru merupakan gerakan mendorong terlihat pada gambar 27.





Gambar 26. Gerakan Melecut (Linear)





Gambar 27. Gerakan Mendorong
b.  Gerak Lempar circuler atau gerak rotasi/berputar.
Dilihat darijalannya alat sebelum dilempar menempuh lintasan melingkar yang mengakibatkan timbulnya gaya sentrifugal pada alat tersebut. 
Nomor lempar cakram seperti pada gambar 28. di bawah ini termasuk dalam gerak memutar, sedangkan lontar martil adalah gerak memutar di atas bahu.  gambar  29.




Gambar  28.  Gerak Memutar




Gambar   29.Gerak Memutar di Atas Bahu
7.  Teknik Dasar
Tujuan dari teknik dasar dalam atletik anak-anak  adalah untuk memperkenalkan secara tidak langsung gerakan-gerakan dasar atletik berupa aktivitas gerak jalan, lari, lompat, dan lempar. Adapun aktivitas gerak akan diuraikan sebagai berikut:
a.  Aktivitas Gerak Jalan dan Lari










Gambar 30.Beberapa Bentuk Variasi Gerak Dasar Jalan dan Lari

Keterangan gambar :
·      Pada Gambar baris pertama bentuk lari tanpa alat
·      Baris ke dua, dengan menggunakan tali, membawa kardus,melalui patok dan sebagainya.
·      Baris ke tiga, naik turun tangga atau di lapangan naik turun
·      Baris ke empat, lari bersama-sama.
·      Baris ke lima, berlari melewati rintangan.
·      Baris ke enam, lari menerobos tali atau bermain estafet. 
Oleh karena itu sebagai guru/pelatih di klub olahraga sekolah dituntut kreatif serta terampil dalam mengubah bentuk formasi dan alat yang digunakan, dengan melibatkan siswa untuk berpartisipasi terus, sehingga timbul suatu kesenangan dan motivasi anak untuk mengikuti kegiatan atletik anak-anak.
Walaupun materi pelajaran masih tetap sama yaitu gerak dasar jalan dan  lari, akan tetapi dengan formasi dan permainan yang diubah-ubah, maka diharapkan siswa tidah mudah merasa jenuh.
Contoh selanjutnya lihat gambar 31, aktivitas gerak dasar lari dengan membentuk formasi segi tiga dan dilakukan sendiri-sendiri atau berpasangan berdua atau berempat .






Gambar   31.  Lari Dengan Formasi Segi Tiga

Contoh pembelajaran gerak dasar lari dengan melewati ban-ban sepeda bekas dan kardus seperti pada gambar 32.






Gambar 32. Gerak Berlari Melewati Ban-Ban









Gambar 33.  Ban-ban Sepeda Yang Ditata Empat Bersap

Selanjutnya contoh permainan lari dengan melewati kardus atau ban-ban sepeda yang ditata sedemikian rupa hingga bisa juga dilombakan.Lihat gambar 34.




Gambar 34.  Kegiatan Berlomba Lari Melewati Kardus atau Ban-ban Sepeda.

Contoh lainnya, siswa lari sendiri-sendiri sambil membawa atau memindahkan sesuatu seperti terlihat pada gambar 35.











Gambar 3.5.  Lari Dengan Membawa Sesuatu










Gambar 36. Lari Berpasangan Memindahkan Sesuatu

Supaya lebih menarik, ban sepeda itu dibawa oleh berdua atau oleh bertiga dan seterusnya, dengan jalan satu ban sepeda  dimasukkan/dilingkarkan ke badan dua orang siswa dan seterusnya.
b.  Aktivitas Gerak lompat
Bentuk gerakan yang dapat dilakukan dalam memersiapkan aktivitas gerak lompat dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan satu kaki, dua kaki, ke berbagai arah, dilakukan sendiri atau berpasangan, tanpa atau dengan menggunakan alat bantu dsb.  Gambar 37, di bawah ini contoh berbagai bentuk aktivitas gerak melompat.





              


Gambar  37.  Berbagai Bentuk Gerakan Melompat.

Di bawah ini diperlihatkan beberapa contoh aktivitas gerak melompat yang dilakukan dengan bantuan teman, yang terlihat pada gambar 38.








Gambar 38.. Gerakan Melompat Dengan Bantuan Teman













Gambar 39.Melompat Dengan Gerak Harmonis Bersama-sama.

Selanjutnya diperlihatkan beberapa contoh aktivitas gerakan melompat dengan menggunalan tali yang diletakkan di tanah atau tali dengan ketinggian, seperti terlihat pada gambar 40.











Gambar  40. Permainan Melompati Tali












Gambar 41.  Lompat Tali Formasi Berbeda

Gambar selanjutnya adalah contoh aktivitas lompat tali yang ditinggikan oleh temannya, seperti terlihat pada gambar 41.











Gambar 42. Lompat Tali Formasi Lingkaran















Gambar  43.  Lompat Tali Formasi Bintang

Contoh bentuk-bentuk dasar lompat dengan menggunakan ban-ban sepeda, seperti terlihat ada gambar 44.


























Gambar 44. Lompat di atas ban-ban sepeda.



8.  Aktivitas Gerak Lempar
Untuk mengembangkan pola-pola aktivitas gerak lempar/tolak kita dapat menyediakan alat bantu dari bahan-bahan apapun, yang penting  alat yang akan kita gunakan sebaiknya berbentuk bulat.
Bola-bola bisa digunakan, misalnya bola medicine, atau bola sepak dari plastik yang diisi adukan semen atau gulungan kertas.Aktivitas gerak lempar dalam pembelajaran gerak dasar tolak peluru bisa dilakukan dengan berbagai formasi.Bisa menggunakan formasi satu arah, atau berhadapan asal jaraknya cukup aman dan pengaturan giliran melempar harus diawasi agar tidak terjadi kecelakaan.
Pada gambar 45,  terlihat ada berbagai gerakan menolak atau mendorong menggunakan bola medicine.

NB: Versi lengkapnya silahkan request dikolom komentar...
 

0 Response to "MAKALAH OLAHRAGA PELATIHAN CABANG OLAHRAGA DAN SISTEM PERTANDINGAN/PERLOMBAAN (KID’S ATLETIK)"

Post a Comment