iklan

MAKALAH OLAHRAGA PENGERTIAN DAN TEKNIK DASAR KARATE



Pendahuluan
            Olahraga usia dini merupakan wahana pencarian bibit atlet masa depan, hal ini tidak bisa lepas dari pembinaan olahraga di sekolah dasar. Oleh Karena itu tugas para guru pendidikan jasmani sekolah dasar menjadi sangat penting dalam melakukan pembinaan olahraga anak didiknya. Kebijakan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Pembinaaan Sekolah Dasar telah membentuk club-club olahraga Sekolah Dasar di 33 propinsi yang tersebar di daerah-daerah tingkat dua( kabupaten/ kota) seluruh Indonesia. 
Ada 13 cabang olahraga yang direkomendasi dalam club olahraga di Sekolah Dasar. Untuk mendapatkan hasil pembinaan yang diharapkan maka para guru Sekolah Dasar yang memiliki club olahraga diberikan Bimtek  tentang hal-hal yang berhubungan dengan pembinaan prestasi olahraga. Salah satu cabang olahraga yang direkomendasi adalah cabang olahraga karate. Sebagai alat ukur keberhasilan pembinaan club olahraga adalah diselenggarakannya O2SN mulai dari daerah tingkat dua sampai tingkat nasional. Namun dari hasil evaluasi ternyata peserta O2SN tingkat nasional bukan berasal dari atlet-atlet club olahraga tetapi dari luar club olahraga.
Dari hasil evaluasi itulah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat pembinaan Sekolah Dasar membuat buku Panduan sebagai pegangan para guru Sekolah Dasar yang memiliki Club olahraga untuk melatih anak didiknya yang memiliki bakat pada cabang olahraga karate, supaya dapat melatih sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Cabang Olahraga Karate
Pengertian Karate
Karate adalah seni beladiri dengan tangan kosong, dan merupakan perkawinan tendangan dengan pukulan yang terencana dalam upaya mengenai titik kelemahan pada tubuh manusia, atau lawannya bermain. Di samping sebagai alat beladiri, karate kini sudah dijadikan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Bahkan perkumpulan karate sebagai cabang olahraga berkembang pesat, masing-masing dengan lembaga pendidikan dan latihan di berbagai penjuru.
Karate adalah suatu teknik beladiri dengan tangan kosong yang praktis. Suatu metode latihan fisik dan mental yang resmi dan merupakan olahraga beladiri yang dapat dipertandingkan. Pertandingan karate adalah pertandingan satu lawan satu, untuk menghindari cedera maka pukulan dan tendangan dilakukan dengan kontrol.
Karate-doadalah senibela diri tangan kosong di manalengan dankaki secara sistimatikdilatih dari serangan musuhdengan reflekdapat dikendalikandengan demonstrasikekuatanseperti itumenggunakansenjatayang sebenarnya. Karate-doadalah olahraga dimanakaratekamenguasai semuabodymovement, seperti membungkuk, melompatdan menyeimbangkan, dengan belajarmenggerakkan anggotadan tubuhdepan dan belakang,kiri dan kananatas dan ke bawah, bebas danteratur.

Nomor pertandingan karate:
Berdasarkan peraturan terbaru yang dikeluarkan WKF (World Karate-do Federation), nomor-nomor yang dapat dipertandingkan pada kejuaraan cabang olahraga karate dibagi dalam dua kategori, yaitu kata dan kumite dan dibedakan menurut jenis kelamin (putra dan putri), Pertandingan kata dibagi dalam dua nomor, yaitu: kata perorangan dan beregu, dan pertandingan kumite dibagi dalam kelas menurut berat badan, kelas bebas dan beregu.
Sistem Pertandingan
1.     Sistem pertandingan yang diterapkan sistem eliminasi dengan referchance atau  dengan sistem gugur (tergantung kejuaraan)
2.     Jumlah dan pembagian pool ditentukan melalui rapat teknik.

KATA
Area pertandingankata:
1.      Area pertandingan harus datar dan bebas dari bahaya.
2.      Area pertandingan harus mempunyai ukuran efesien, sehinggatidak mengganggu penampilan KATA.


PAKAIAN RESMI KATA
1.     Pakaian karate (karategi) untuk kontestan.
Peserta harus memakai karategi putih tanpa garis-garis, tanpa bordir pribadi. Lambang atau bendera negara akan dikenakan di dada kiri, hanya produsen asli label mungkin ditampilkan pada baju. Selain itu, identifikasi yang dikeluarkan oleh Komite Pengorganisasian akan dikenakan di bagian belakang.
2.     Satu peserta harus memakai sabuk merah dan peserta lainnya memakai sabuk biru, sabuk harus warna merah dan biru polos, tanpa bordir pribadi atau iklan atau tanda lain seperti label dari produsen.
3.     Baju Karate, dengan sabuk di sekitar pinggang, harus memiliki panjang minimum yang mencakup pinggul, tetapi tidak harus lebih dari tiga perempat panjang paha.
4.     Peserta putri mengenakan T-shirt  putih polos sebagai lapisan baju karate.
5.     Kontestan putri boleh menggunakan Jilbab (Hijab), namun jilbab (Hijab) harus berwarna Hitam.

6.     Karate-gi tidak boleh berubah selama penampilan kata, apabila sabuk kontestan terlepas dari ikatan, maka kontestan yang bersangkutan akan di diskualifikasi.
7.     Kontestan yang berpakaian tidak benar akan diberikan satu menit untuk memperbaikinya.
PERATURAN PERTANDINGA KATA
1.     Dalam peraturan pertandingan kata WKF versi 8 Tahun 2013 Shitei dan Tokui tidak berlaku, setiap kontestan boleh memainkan jenis kata apapun yg terdaftar di WKF, pada setiap babak (untuk kelas Usia dini dan pra pemula memainkan kata dasar sesuai urutan bagan, dan pada final menggunakan shiteikata lanjut).
2.     Kontestan harus menampilkan katayang berbeda dalam setiap putaran. Sekali kata sudah dimainkan maka tidak boleh diulang.
3.     Jumlah dan tipe kata yang dibutuhkan adalah tergantung dari  jumlah peserta yang mendaftar, sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel dibawah ini.

PANEL JURI KATA
1.     Panel yang terdiri dari lima juri untuk setiap partai akan ditugaskan oleh Komisi Wasit atau Tatami Manager
2.     Sebagai tambahan pencatat skor dan pembuat pengumuman akan ditunjuk.




KRITERIA KEPUTUSAN  KATA
1.     Pertandingan kata harus ditampilkan dengan kemampuan dan harus mendemontrasikan satu pemahaman yang jelas terhadap prinsip tradisional yang terkandung didalamnya. Dalam menilai penampilan kontestan (perorangan) atau tim juri akan melihat pada :
a.      Satu demontrasi yang  benar dari gerakan kata
b.      Ketetapan waktu, ritme, kecepatan, keseimbangan dan  fokus kekuatan (kime)
c.      Pernafasan yang baik dan benar dalam hal kime.
d.      Fokus perhatian yang benar (chakugan) dan konsentrasi.
e.      Kuda-kuda yang benar (dachi) dengan penekanan pada kaki yang benar dan telapak kaki datar pada lantai.
f.       Penekanan yang baik pada perut (hara) dan tidak ada gerak keatas atau kebawah dari pinggul ketika bergerak.
g.      Bentuk yang benar (kihon) dari gaya yang ditampilkan.
h.     Penampilan juga harus dievaluasi dengan maksud untuk melihat hal-hal lainnya, sebagaimana tingkat kesulitan dari Kata.
2.     Kontestan yang berhenti pada saat bermain kata atau menampilkan kata yang berbeda dengan yang diumumkan atau yang dicatat pada table skor, akan didiskualifikasi.
3.     Kontestan yang menampilkan kata yang tidak diizinkan atau mengulangi kataakan didiskualifikasi.

PELAKSANAAN PERTANDINGANKATA
1.     Peserta AKA akan masuk terlebih dahulu, dan AO menunggu setelah AKA selesai memainkan kata (kecuali pada kelas usia dini dan pra pemula kedua peserta AKA dan AO, masuk  memainkan katabersamaan sesuai urutan kata yang dipertandingkan).
2.     Jika katadipertunjukkan tidak sesuai dengan peraturan atau terdapat beberapa penyimpangan, juri kepala dapat memanggil para juri untuk menginformasikan dan memberikan keputusan.
3.     Jika satu kontestan didiskualifikasikan, juri Kepala akan membuat isyarat bendera (sebagaimanan terdapat pada sinyal torimasen kumite).
4.     Setelah kedua kontestan menyelesaikan kata, kontestan akan berdiri berdampingan pada perimeter. Juri kepala akan menyerukan keputusan (Hantei) dan meniup peluit 2 nada tone. Dan pada saat bersamaan para juri akan memberikan suaranya/mengangkat bendera.
5.     Keputusan yang dibuat harus antara Aka atau AO. Tidak ada nilai seri/seimbang yang diberikan, kontestan yang menerima mayoritas suara terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
6.     Para peserta pertandingan akan memberi hormat pada satu sama lainnya, kemudian kepada panel juri dan meninggalkan arena pertandingan.


KUMITE
AREA PERTANDINGANKUMITE
1.     Area pertandingan harus rata dan tidak berbahaya.
2.     Area pertandingan harus berupa area persegi berdasarkan standar WKF, dengan sisi-sisi sepanjang delapan meter (diukur dari luar) dengan tambahan dua meter pada semua sisi-sisi sebagai area aman, dan tempat peserta yang bertanding dan merupakan area kompetisi serta area aman.
3.     Garis posisi wasit adalah berjarak 2 meter dari garis tengah (titik tengah) dengan panjang garis 0.5 meter.
4.     Dua garis parallel masing-masing sepanjang 1 meter dibuat dengan jarak 1.5 meter dari titik tengah area pertandingan dan berada 90 derajat dengan garis wasit, untuk posisi Kontestan (Aka dan AO).
5.     Setiap juri akan duduk di setiap sudut daerah aman area pertandingan. Wasit dapat bergerak bebas mengelilingi area pertandingan, termasuk daerah aman tempat para juri duduk. Setiap juri akan dilengkapi bendera merah dan biru.
6.     Match Supervisor akan duduk diluar area pertandingan pada area aman, disebelah kanan atau kiri dari wasit. Akan dilengkapi dengan sebuah bendera merah dan sebuah peluit.
7.     Pengawas skor duduk dimeja administrasi, antara pencatat skor dan pencatat waktu.
8.     Para Pelatih akan duduk diluar area aman, dimana sudut pandang mereka disisi yang berhadapan dengan meja offisial. Apabila Area pertandingan dibuat bertingkat, maka pelatih akan ditempatkan diluar area bertingkat tersebut.
9.     Garis batas harus dibuat berjarak satu meter dari tempat beristirahat dalam area pertandingan dengan warna berbeda dari keseluruhan area pertandingan.


PAKAIAN RESMI KUMITE
1.     Perlengkapan kontestan dan pelatih harus mengenakan seragam resmi sebagaimana yang telah ditentukan.
2.     Komisi Wasit dapat menindak peserta atau kontestan yang melanggar peraturan.

WASIT KUMITE

1.     Wasit dan juri harus mengenakan seragam resmi yang ditentukan oleh Komisi Wasit, seragam ini harus dipakai pada semua kesempatan tournament pelatihan / penataran.
2.     Pakaian seragam resmi wasit adalah sebagai berikut :
·      Jas/semi jas berwarna biru navy dengan dua buah kancing  perak.
·      Kemeja putih lengan pendek.
·      Dasi resmi tanpa pin dasi.
·      Celana panjang dengan warna abu-abu terang polos. Dan tidak digulung keluar. (Apendix 11).
·      Kaos kaki berwarna biru gelap atau hitam, dan sepatu anti slip berwarna hitam (karet) atau tidak merusak matras saat digunakan.
·      Wasit/juri perempuan boleh menggunakan jepit rambut.

KONTESTAN/PESERTA KUMITE

1.     Kontestan harus mengenakan karate-gi berwarna putih yang tidak menggunakan corak atau garis garis atau bordiran pribadi. Hanya emblem Nasional atau bendera negara yang boleh dipakai, emblem ini dipasang pada dada kiri karate-gi dan ukuran keseluruhan emblem tidak boleh melebihi 12 cm x 8 cm (appendix 9). Hanya label produk asli/orisinil yang dapat terlihat pada karate-gi. Sebagai tambahan, nomor identifikasi yang dikeluarkan oleh panitia pelaksana dapat dikenakan pada bagian punggung. Satu kontestan harus mengenakan sabuk berwarna merah dan satu lainnya sabuk berwarna biru, sabuk merah dan biru harus berukuran sekitar 5 cm lebarnya dengan panjang 15 cm terurai dari sampul ikat. Sabuk harus berwarna merah dan biru polos tanpa bordiran pribadi atau iklan atau logo lain selain label produk asli dari pabrik.
2.     Karate-gi bagian atas, ketika diikat diseputar pinggang dengan sabuk, harus memiliki panjang minimum yang menutupi/mengkover pinggul, tapi tidak boleh melebihi dari ¾ panjang paha. Untuk wanita, kaos putih polos dapat dikenakan didalam karate-gi.
3.     Panjang maksimum lengan karate-gi tidak boleh melebihi/melewati lekukan pergelangan tangan dan tidak boleh lebih pendek dari setengah dari lengan (siku-siku), lengan karate-gi tidak diperkenankan untuk digulung.
4.     Celana harus cukup panjang untuk menutupi sekurang-kurangnya dua pertiga dari tulang kering dan tidak boleh mencapai dibawah tulang mata kaki dan tidak boleh digulung.
5.     Kontestan harus menjaga rambutnya agar tetap rapih dan dipangkas sampai batas yang tidak mengganggu penglihatan dan sasaran, hachimaki (ikat kepala), tidak diijinkan, kalau wasit menganggap rambut kontestan terlalu panjang dan atau tidak rapi, wasit dapat mengeluarkan kontestan dari lapangan/area pertandingan. Ikat rambut dari metal tidak diijinkan demikian juga jepitan rambut dari metal, pita dan perhiasan lainnya dilarang, satu ikatan ekor kuda yang di perbolehkan.
6.     Kontestan harus berkuku pendek dan tidak diijinkan mengenakan objek-objek metalik atau yang lainnya yang mungkin dapat melukai lawan mereka. Penggunaan kawat gigi harus disetujui dulu oleh wasit dan dokter resmi, dan merupakan tanggung jawab penuh dari kontestan atas setiap luka / keselakaan.
7.     Berikut ini perlengkapan pelindung yang diwajibkan :
a.  Hand Protector yang diwajibkan oleh WKF, satu kontestan menggunakan warna merah dan yang lainnya menggunakan warna biru.

b.  Pelindung wajah (face mask)

c.   Gum Shield.


d.  Body protector (untuk semua kontestan) ditambah chest protector untuk kontestan wanita (apabila ada).

e.  Pelindung tulang kering dan tempurung kaki yang diwajibkan oleh WKF, satu kontestan menggunakan merah yang lainya biru.

f.    Pelindung wilayah alat vital tidak wajib, tapi apabila digunakan, maka bentuk dan tipenya yang diijinkan oleh WKF.
g.  Sebagaimana pada Kata Putri Kontestan putri boleh menggunakan Jilbab (Hijab), namun jilbab (Hijab) harus berwarna Hitam.
h.  Penggunaan Kacamata tidak diijinkan. Soft kontak lens dapat dikenakan dengan resiko ditanggung oleh kontestan.
i.    Memakai pakaian dan menggunakan perlengkapan diluar standard WKF adalah dilarang.
j.    Semua perlengkapan pelindung yang akan digunakan harus disetujui PB FORKI.
k.   Adalah tugas dari Match Supervisor (Kansa) untuk memastikan bahwa sebelum pertandingan kontestan sudah menggunakan perlengkapan yang diijinkan.
l.    Penggunaan pembalut, paddingatau alat bantu lain karena luka harus disetujui oleh wasit dengan terlebih dahulu mendapat rekomendasi dari dokter resmi.

PELATIH KUMITE
Pelatih setiap saat, dan selama masa turnamen mengenakan pakaian sport resmi dari kontingen dan menunjukkan kartu identitas resmi.

PANEL WASITKUMITE
1.     Panel Wasit untuk setiap pertandingan harus terdiri dari satu wasit (shushin), empat juri (fukushin) dan satu Match Supervisor (kansa).
2.     Sebagai tambahan, untuk memfasilitasi pelaksanaan pertandingan dilengkapi oleh beberapa pencatat waktu, penyiar dan pencatat skor pertandingan dan pengawas skor harus dipilih/ditunjuk.

DURASI PERTANDINGAN KUMITE
1.     Waktu pertandingan untuk kumite senior putra adalah 3 (tiga) menit bersih dan untuk yang lain (putra/putri : pemula, kadet dan yunior serta putri senior) adalah 2 (dua) menit bersih.
2.     Pengatur waktu pertandingan di mulai ketika wasit memberi tanda untuk memulai dan berhenti setiap ia berseru YAME.
3.     Pencatat waktu akan memberi tanda dengan/melalui bel yang bersuara sangat jelas atau dengan peluit, membedakan waktu sisa 10 detik atau waktu telah habis, tanda waktu tersebut merupakan akhir dari suatu partai pertandingan.








NILAI DAN SKOR KUMITE
1.     Tingkat penilaiannya adalah :
a.   IPPONadalah 3 angka.
·      Tendangan jodan, yang dimaksud jodan adalah : muka, kepala dan leher.

·      Semua teknik yang bernilai skor yang dilancarkan pada lawan yang jatuh terlempar, jatuh karena kesalahan sendiri atau yang tidak berdiri pada kedua kakinya.


b.   WAZA-ARI adalah 2 angka.
Tendangan Chudan, yang dimaksud chudan adalah : perut, dada, punggung dan samping.





c.   YUKO adalah 1 angka
·      Semua pukulan (tsuki)

·      Uchi

2.     Suatu teknik dinilai apabila tekhnik yang dilancarkan memenuhi kriteria sebagai berikut :
a.   Bentuk yang baik.
b.   Sikap sportif.
c.   Di tampilkan dengan semangat/spirit yang teguh.
d.   Kesadaran (zanshin).
e.   Waktu yang tepat.
f.    Jarak yang benar.


KRITERIA UNTUK KEPUTUSAN KUMITE
Hasil dari suatu pertandingan ditentukan oleh salah satu kontestan yang unggul delapan poin atau mendapat nilai lebih besar saat pertandingan berakhir atau mendapat keputusan hantei atau hansoku, shikaku, atau kiken dijatuhkan pada salah satu kontestan.
1.     Tidak ada pertandingan perorangan yang berakhir seri.
2.     Pada pertandingan perorangan jika waktu habis terjadi tidak ada skor atau terjadi skor seri, maka keputusan akan dilakukan pengambilan suara terbanyak oleh 4 juri dan wasit, dimana masing masing mempunyai satu hak suara. keputusan diambil berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
a.   Sikap, semangat bertarung dan kekuatan yang ditunjukkan oleh kontestan.
b.   Superioritas / kelebihan dari teknik dan taktik yang diperlihatkan.
c.   Kontestan mana yang mempunyai inisiatif menyerang yang lebih dominan.

HUKUMANKUMITE
1.     Chukoku, diberikan pada pelanggaran ringan yang dilakukan pertama kali sesuai katagori pelanggaran.
2.     Keikoku, diberikan pada pelanggaran kecil ke dua kali pada suatu katagori atau pada pelanggaran yang belum cukup serius untuk mendapat Hanshoku-chui.
3.     Hanshoku-chui,dalah peringatan untuk diskualifikasi yang biasanya dikenakan pada pelanggaran dimana keikoku sebelumnya telah diberikan atau dapat dikenakan lansung untuk pelanggaran yang serius, dimana hukuman hansoku belum tepat diberikan.
4.     Hansoku, hukuman diskualifikasi yang diberikan seiring pelanggaran yang sangat serius atau ketika satu hanshoku-chuitelah diberikan. Pada pertandingan beregu pemain yang mengalami luka akan menerima delapan angka, dan lawannya mendapat angka Nol.
5.     Shikaku, adalah suatu diskualifikasi dari turnamen, kompetisi atau pertandingan, dalam hal menentukan batasan hukuman shikakuharus dikonsultasikan dengan komisi wasit. Shikaku dapat diberlakukan jika kontestan melakukantindakan : Mengabaikan perintah wasit, menunjukan kebencian / tindakan tidak terpuji, merusak prestise dan kehormatan Karate-do atau jika tindakan lainnya dianggap melanggar aturan dan semangat turnamen. Pada pertandingan beregu anggota tim dapat menerima shikaku, tim lawan akan mendapat delapan angka dan lawan mendapat angka Nol.

PERILAKU YANG DILARANG

Kategori yang dikelompokansebagaiperilaku yang dilarang

1.  Melakukanteknikserangansehinggamenghasilkankontak yang kuat/keras, walaupunserangantersebuttertujupadadaerahsasaran yang diijinkan. Selainitudilarangmelakukanserangankearahataumengenaitenggorokan.
2.  Serangankearahlenganatau kaki, tenggorokan, persendianataupangkalpaha.
3.  Serangankearahmukadengan tekhnik serangan tengan terbuka, kecualishuto/ haito.
4.  Teknikmelempar/membanting yang berbahaya yang dapatmencederailawan.
5.  Serangankearahtenggorokan.

Gerak Dominan Dan Teknik Dasar
1.  Cepat mendadak.(eksplosive)
Adalah sutu gerakan yang dilakukan dengan cepat dan tiba tiba saat terjadi respon dari luar, artinya bahwa gerakan itu selalu menggunakan kecepatan. Gerakan yang cepat mendadak akan selalu dilakukan oleh atlet karate yang sedang fight, hal ini terjadi saat menghindar maupun menyerang. Karena sifat gerakan teknik karate saat fight harus beradu cepat dengan lawan serta melancarkan serangan atau menghindar sekaligus membalas dengan gerakan yang tiba-tiba maka cepat mendadak inilah yang cukup dominan dalam olahraga karate nomer kumite.
2.  Merubah arah.
Adalah cara seorang karateka melakukan suatu gerakan baik saat diserang ataupun menyerang. Artinya dalam setiap pertandingan kumite, gerakan merubah arah ini sangat dominan, hal ini sering dilakukan baik saat melakukan serangan, menghindar  maupun menghindar dan langsung membalas serangan. Semua teknik tersebut akan sering diawali dengan gerakan merubah arah, selain untuk mengganggu konsentrasi lawan atau mengatasi serangan lawan, juga untuk menjauh atau mendekati lawan.
3.  Akurasi.
Ketepatan pukulan,tendangan dan tangkisan saat menyerang atau diserang. Akurasi merupakan suatu hal yang sangat pokok dalam karate, tanpa akurasi yang baik seorang karateka akan sulit untuk memenangkan suatu pertandingan. Oleh karena itu akurasi menempati bagian yang penting dalam pelatihan karate.
4.  Pukulan,tendangan, tangkisan, langkah. Teknik pukulan, tendangan, tangkisan dan langkah merupakan bagian yang wajib dilatihkan pada anggota karateka, sebab tanpa hal-hal tersebut latihan karate tidak pernah ada.
Teknik  Dasar Karate
Teknik gerakan dasar karate. Gerakan dasar yang berkembang di Indonesia dalam aliran karate Sotokan yang masuk dalam organisasi Forki. Berikut teknik dasar karate yang wajib kita ketahui sebagai seorang karateka sejati.




A. Kihon, kihon adalah teknik dasar yang didalamnya terdiri dari teknik dasar macam – macam kuda kuda  pukulan, tangkisan, dan tendangan.
  • Dachi (kuda-kuda)
  1. Kiba dachi, adalah kuda-kuda sejajar dan kedua kaki dibuka selebar dua bahu, dengan posisi kedua lutut ditekuk (rendah).
  2. Zenkutsu Dachi, adalah posisi kaki depan belakang (posisi kedua kaki tidak satu garis) lutut depan ditekuk dan kekuatan tertumpu pada kaki depan sedangkan kaki belakang tetap merupakan garis lurus dari pangkal paha sampai tumit.
  3. Kokustu Dashi, adalah kebalikan dari Zenkutsu Dashi, kaki juga depan belakang tapi posisi kedua kaki satu garis dan kaki belakang di tekuk sedangkan kaki depan tetap merupakan garis lurus dari pangkal paha sampai tumit (kekuatan tertumpu pada kaki belakang).

  • Tsuki (pukulan)
  1. Tsudan Tsuki, adalah pukulan ke depan dengan sasaran ulu hati.








  1. Jodan Tsuki, adalah pukulan ke depan dengan sasaran dagu / kepala.


  • Uke (tangkisan)
  1. Age Uke, adalah tangkisan atas, yang merupakan tangkisan untuk melindungi serangan yang mengarah ke sasaran dagu / kepala.




  1. Soto Uke, adalah tangkisan untuk melindungi diri dari serangan pukulan / tendangan yang mengarah bodi atau bagian tengah / dada.


  1. Gedan Uke, adalah tangkisan untuk melindungi serangan pukulan atau tendangan yang mengarah pada bagian bawah dan tengah.

  1. Uci Uki, adalah tangkisan untuk melindungi serangan yang mengarah ke dada/muka, gerakan ini hampir sama dengan Soto Uki cuma bedanya kalau Soto Uki dari luar di tangkis ke dalam sedangkan Uci Uki dari dalam di tangkis ke luar.


  • Geri (tendangan)
  1. Mae Geri, adalah tendangan lurusn ke depan dengan menggunakan ujung telapak kaki (seperti tombak).



  1. Yoko Geri, adalah tendangan ke samping, tengah ke samping di bagi dua;
    • Yoko Geri kekomi, adalah tendangan kesamping yang sifatnya menyodok dengan sasaran tulang rusuk dalam.
    • Yoko Geri Keage, adalah tendangan kesamping yang bentuk tekhnisnya mengipas, dan tendangan ini juga dapat digunakan sebagai tangkisan dimana arahnya tidak pada sasaran tetapi merupakan garis lengkung dari sumber ke sasaran.


B. Kata,
kata adalah kombinasi dari beberapa pukulan, tangkisan dan tendangan. Kalau di pencak silat dikenal dengan jurus, misal: Jurus Bangau Garuda. begitu juga dengan karate juga mempunyai nama kata yang bermacam-macam.



C. Kumite,
adalah pertarungan atau pertandingan. atau lebih gampangnya adalah aplikasi dari kata.

Kerja Otot dan sistem energi
Cabang olahraga karate merupakan cabang olahraga yang mengutamakan pada teknik gerakan yang praktis dan taktis, tapi bukan berarti hanya diam saja melainkan gerak yang cepat, kuat (explosive/meledak) dan akurat atau dapat dikatakan lebih mementingakn pada kerja otot yang dinamis-antagonis.
Sistem energi yang dibutuhkan dalam olahraga karate, baik pada nomor kata maupun kumite adalah :
a.     ATP – PC : 75 %.
b.     LA – Oksigen (O2) : 20 %.
c.      Oksigen (O2) : 5 %
Pemberian prosentase sistem energi yang demikian ini bukan tanpa alasan, gerakan karate nomer kumite saat t kerja (waktu kerjanya) akan selalu menggunakan gerakan yang cepat dan eksplosive, sebab tanpa gerakan seperti itu maka akan mudah dimentahkan oleh lawan. Gerakan yang eksplosive selalu menggunakan energi an aerobik, sehingga karate nomor kumite memang banyak menggunakan ATP-PC.
            Lain halnya pada nomor kata, tidak semua gerakan menggunakan energi anaerobik, karena sifatnya yang seni dan tanpa lawan maka kesempurnaan gerak menjadi yang lebih penting. Tetapi jangan lupa penilaian dalam kata juga melihat kecepatan, power serta keseimbangan, sehingga energi anaerobik juga masih cukup banyak berperan.
            Energi aerobik yang totalnya 25% memang digunakan pada total waktu pertandingan untuk tetap bisa bertahan dengan baik sampai pertandingan selesai, tetapi bukan energi yang digunakan untuk mengambil poin saat bertanding, tetapi sebagai energi untuk bertahan dan menghindari dari lawan saat mencari poin.

KOMPONEN BIOMOTOR
Jika dilihat dari kebutuhan pada sistem energi diatas maka dapat diketahui bahwa olahraga beladiri karate merupakan olahraga yang lebih banyak membutuhkan/mengutamakan kerja anaerobik laktik atau olahraga dengan intensitas tinggi tapi dalam waktu singkat. Jadi harus mengembangkan latihan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sistem energi tersebut.





No
Komponen Biomotor
Diperlukan di kelas
1
Kecepatan:
a.  Kecepatan bergerak (speed of movement) kemampuan bergerak secepat mungkin dalam waktu tertentu.
b.  Kecepatan reaksi (reaction speed) kemampuan tubuh bergerak secepat mungkin dalam merespon suatu rangsang.

a.  Kata&kumite.


b.  Kumite
2
Kekuatan (stength)
Kemampuan serabut otot menerima beban (menarik, mendorong, mengangkat sekuat-kuatnya)

Kata & kumite
3
Daya ledak (power)
Kemampuan seorang melakukan kerja secepat mungkin.

Kata & kumite
4
Daya tahan (Endurence)
Kemampuan seorang mempertahankan kerja otot dalam waktu lama. Dibagi menjadi tiga:
a.    Daya tahan otot lokal.
b.    Daya tahan aerobik.
c.    Daya tahan anaerobik





a.  Kata & kumite.
b.  Kata & kumite.
c.   Kata & kumite
5
Kelentukan (fleksibility)
Kemampuan sendi dalam melakukan gerak seluas-luasnya.

Kata & kumite
6
Kelincahan (Agility)
Kemampuan tubuh bergerak, berpindah tempat dan atau merubah arah dalam waktu secepat-cepatnya.

Kumite
7
Keseimbangan (Balance)
Kemampuan organ mempertahankan sikap tubuh dalam keadaan stabil, tidak goyah baik pada waktu diam maupun bergerak.

Kata & kumite
8
Koordinasi (Coordination)
Kemampuan organ-organ tubuh melakukan rangkaian gerak yang komplek

Kata & kumite


TEKNIK DAN OTOT DALAM CABANG OLAHRAGA KARATE
Pada cabang bela diri karate, hampir semua otot tubuh perlu dilatihkan. Disamping untuk melakukan gerakan, otot-otot tubuh sangat perlu dilatihkan agar menjadi kuat dan kenyal/ulet, tidak kaku atau kecil. Atlet yang mempunyai otot-otot tubuh yang kuat dan lentur akan menjadi atlet yang diperhitungkan. Adapun otot-otot yang terlibat saat melakukan teknik gerakan adalah sebagai berikut :

No
Teknik
Otot
1
Teknik kaki :
a.    Tendangan (geri/kick).
b.    Sapuan (harai/sweeping).
c.    Kuda-kuda (dachi/stance)
a.    Abdominal.
b.    Hip flexor.
c.    gluteus maximus/minimus.
d.    psoas group.
e.    Hamstring.
f.      Quadriceps.
g.    Lateralis &medialis.
h.    Tibialis/febularis.
i.      Gastrocnemeus/calf.
j.      Ankle.
k.    Foot’s finger (koshi).
l.      In/out side foot (sokuto).
m.   Back foot
2
a.    Pukulan (tsuki/punch)
b.    Sentakan (uchi/snap punch).
c.    Tangkisan (uke/block)
a.    Flexor/extensor digitoru.
b.    Wristcle.
c.    Bicep.
d.    Tricep.
e.    Deltoid.
f.      Sternocleidomastoideus.
g.    Teres mayor/minor.
h.    Sacrospinale.
i.      Trapezius.
j.      Pectoralis mayor/minor.
k.    Latissimus dorsi.
l.      Abdominal.
m.  Gluteus maximus/minimus

BENTUK DAN METODE
Bentuk dan metode latihan yang dapat dipakai untuk menunjang prestasi atlet pada cabang beladiri karate ada banyak dan bermacam-macam, yaitu :
No
Bentuk Latihan
Metode Latiahan
catatan
1
Jogging/lari (sprint training)
a.  sprinting
b.  reaksi melihat
c.   reaksi pendengaran
Pada latihan kecepatan perlu berhati-hati, harus diperhatikan kondisi atlet, pemanasannya dan jangan terlalu dipaksakan
2
Latihan beban (weigth training)
a.  Push-ups lutut ditekuk
b.  Sit- ups di tempat miring
c.   Back-ups
d.  Jongkok berdiri 1-2 kaki
a. Circuit trainig tanpa beban luar.
c. Pyramid

Latihan beban sebaiknya jangan menggunakan beban barbel atau beban luar yang menghambat pertumbuhan anak.
Latihan beban sebaiknya menggunakan sekmen tubuhnya sendiri. Misalnya; melakukan pukulan dengan gerakan lambat sambil ditahan sendiri, dihitung sampai 8.



3
Daya Tahan aerobik
a.   continous running
b.   interval training
c.   permainan
Latihan ini dititik beratkan pada peningkatan kemampuan aerobik anak


4
Fleksibilitas
a.  stratching
Dilakukan serius setiap awal latihan dan akhir latihan
5
Koordinasi
a.  Koordinasi kaki
b.  Koordinasi tangan
c.   Koordinasi gabungan
Koordinasi dilakukan dari hal yang sederhana ke yang kompleks, dari yang umum ke khusus teknik.

Latihan Teknik
1.teknik kumite
a.    Teknik menyerang
b.    Teknik bertahan/counter (memotong serangan dari lawan)
c.    Counter attack (menunggu serangan lawan dan menyerang kembali)
  2.Teknik kata:
·           Bentuk (dachi)
Bentuk teknik (waza) yang benar, dari ujung kepala, pandangan sampai ujung kaki/kuda-kuda
·           Irama
Gerakan harus dilakukan dengan cepat, kuat (explosive) dan tepat sasaran, walaupun dalam nomor kata ada gerakan yang dilakukan dengan irama lambat tapi tetap harus kime.
·           Pengambilan nafas/ penekan perut (Hara)
·           Pinggul
Gerak ke segala arah harus dilakukan menggunakan perputaran pinggul yang benar.
·           Kime.  No Kime No karate
semua gerakan teknik karate yang dilakukan harus memenuhi kriteria kime.Istilah kime dipakai apabila gerakan teknik yang dilakukan memnuhi kriteriasebagai berikut :
1.    tampil simpatik, curi perhatian juri
2.    tunjukan semangat yang berkobar melalui sikap dan pandangan
3.    memprediksi kata yang dimainkan lawan
4.    memainkan kata sittae/tokui yang dikatakan pelatih lebih baik
5.    jika pemain kata beregu : utamakan kekompakan
Nomor Kumite
- tampil simpatik, curi perhatian juri
- tunjukan semangat yang berkobar melalui sikap dan pandangan
- lihat permainan lawan (lihat kemampuan dan kesempatan)
- berani menabrak/memotong serangan lawan atau tangkis balas dgn cepat
- atur jarak atau tekan lawan (hit run or pressing)
- atur tempo permainan, tenaga dan ulur waktu
- atur permainan sendiri jangan terpengaruh permainan lawan.

Latihan Mental/psikologis
1.     Penanaman sikap disiplin dan tanggung jawab berlatih.
Disiplin dengan jadwal latihan, istirahat, makan dan main.
2.    Imajery.
a.  Berani menghadapi segala sesuatu/kemungkinan (lawan, kenyataan dll), dengan latihan membayangkan kondisi dan kemampuan diri serta lawan.
b.  Jaga konsentrasi dan fokus pada tujuan
3.    Latih tanding.
a.   Semangat pantang menyerah (bushido) dalam mencari point .
b.   Semangat menjadi juara/mental juara.
c.   Optimis


Monitoring Evaluasi
            Monitoring dan evaluasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah program pembinaan, dengan melakukan monitoring dan evaluasi,  kita akan mengetahui apakah program yang kita rancang berjalan dengn baik, serta apakah hasil dari pembinaan juga sesuaidengan yang kita harapkan

Daftar Pustaka.
Goodman Fay, The Ultimate Book Of Martial Arts.. USA By Loren Books Annes Publishing Inc, 27 West 20th Street, New York,1998

J.B. Sujoto,  Teknik Oyama Karate System, Jakarta, Gramedia, 1994
Nakayama M, Best Karate Kumite 1, Tokyo, New York, san Francisco, Kodansa   international ltd, 1986

Nardi.T Nirwanto. SA. 2001. Oshi Shinabu. Malang.  PP. Kyokushinkai.
PB Forki , Peraturan Pertandingan

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "MAKALAH OLAHRAGA PENGERTIAN DAN TEKNIK DASAR KARATE"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top