SKRIPSI MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (Team Assisted Individualization) MELALUI PEMANFAATAN LKS (Lembar Kerja Siswa) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN JAJARGENJANG DAN BELAHKETUPAT PADA SISWA KELAS VII SMPN 11 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2006/2007

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya pembelajaran merupakan hasil sinergi dari tiga
komponen pembelajaran utama yakni siswa, kompetensi guru, dan fasilitas
pembelajaran. Pembelajaran matematika adalah suatu proses atau kegiatan
guru mata pelajaran matematika dalam mengajarkan matematika kepada para
siswanya, yang di dalamnya terkandung upaya guru untuk menciptakan iklim
dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan
siswa tentang matematika yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal
antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyitno, 2004: 2).
Dalam menciptakan suasana atau pelayanan, hal yang esensial bagi
guru adalah memahami cara-cara siswa memperoleh pengetahuan dari
kegiatan belajarnya. Siswa harus mempelajari matematika melalui
pemahaman dan aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan
pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Pembelajaran matematika
berlangsung dengan melibatkan siswa secara penuh, dalam artian
pembelajaran yang berlangsung dapat berjalan efektif dan menyenangkan.
Jika guru dapat memahami proses pemerolehan pengetahuan, maka ia dapat
menentukan strategi pembelajaran yang tepat bagi siswa. Hal ini merupakan
suatu tantangan bagi guru matematika untuk senantiasa berpikir dan bertindak
kreatif.

Peneliti memilih pelaksanaan penelitian di SMP Negeri 11 Semarang
karena pembelajaran matematika yang berjalan di SMP tersebut saat ini masih
terpusat pada guru. Pembelajaran dimulai dari fase persiapan, demonstrasi,
pelatihan terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjut (mandiri). Meskipun
tidak sinonim dengan ceramah dan resitasi, namun langkah-langkah tersebut
masih berpusat pada guru sehingga dikhawatirkan siswa akan cepat bosan dan
kurang aktif dalam pembelajaran. Hasil belajar yang diperoleh dengan
pembelajaran seperti ini ternyata kurang optimal. Hal ini dapat diamati
melalui data yang diperoleh dari SMP Negeri 11 Semarang pada semester
ganjil dan genap tahun ajaran 2005/2006.
Tabel 1.1 Rata-rata nilai matematika SMP Negeri 11 Semarang
Kelas Rata-rata nilai
semester ganjil
Rata-rata nilai
semester genap
VII A 72,20 75,43
VII B 68,00 71,13
VII C 67,67 68,17
VII D 65,55 70,57
VII E 68,44 69,03
VII F 65,33 68,10
Rata-rata semester 68,03 70,41
Dengan semakin banyaknya media dan sumber belajar (learning
resources) yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika, siswa
tidak berharap banyak dari guru. Siswa bisa diberi kemandirian untuk belajar
dengan memanfaatkan aneka sumber belajar tersebut. Tugas guru sekarang
dan ke depan bukan lagi mengajar siswa, tetapi membuat siswa bisa belajar.
Model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) termasuk
dalam pembelajaran kooperatif. Salah satu ciri pembelajaran kooperatif

adalah kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil yang
heterogen (Suyitno, 2004: 9). Masing-masing anggota dalam kelompok
memiliki tugas yang setara. Karena pada pembelajaran kooperatif
keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut
bertanggung jawab membantu temannya yang lemah dalam kelompoknya.
Dengan demikian, siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan
keterampilannya, sedangkan siswa yang lemah akan terbantu dalam
memahami permasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut.
Dalam model pembelajaran TAI, siswa ditempatkan dalam
kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen untuk
menyelesaikan tugas kelompok yang sudah disiapkan oleh guru, selanjutnya
diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi siswa yang
memerlukannya. Keheterogenan kelompok mencakup jenis kelamin, ras,
agama (kalau mungkin), tingkat kemampuan (tinggi, sedang, rendah), dan
sebagainya. Kemudian guru memberikan tes formatif sesuai dengan
kompetensi yang ditentukan.

LKS (Lembar Kerja Siswa) merupakan bimbingan guru dalam
pembelajaran yang disajikan secara tertulis, maka dalam penulisannya perlu
memperhatikan kriteria media grafis sebagai media visual (Sugiarto, 2006: 8).
LKS ini digunakan untuk menggalakkan keterlibatan siswa dalam mengajar
baik dipergunakan dalam penerapan metode terbimbing maupun untuk
memberikan latihan pengembangan. Dalam pembelajaran matematika, LKS
dapat difungsikan untuk menemukan konsep, prinsip, juga untuk aplikasi

konsep dan prinsip. Dalam mengajarkan materi jajargenjang dan
belahketupat, dapat mempergunakan LKS dengan tujuan membantu
menemukan sifat-sifat serta menurunkan rumus luas daerah jajargenjang dan
belahketupat.

Berdasarkan uraian di atas, agar pengajaran dapat mencapai hasil
sesuai dengan tujuan yang direncanakan, guru perlu mempertimbangkan
strategi belajar mengajar yang efektif. Oleh karena itu dirasa perlu diadakan
penelitian tentang keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team
Assisted Individualization) melalui pemanfaatan LKS (Lembar Kerja Siswa)
terhadap hasil belajar matematika sub pokok bahasan jajargenjang dan
belahketupat pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Semarang tahun pelajaran
2006/2007.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”apakah model
pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) melalui
pemanfaatan LKS (Lembar Kerja Siswa) lebih efektif daripada model
pengajaran langsung terhadap hasil belajar matematika sub pokok bahasan
jajargenjang dan belahketupat pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Semarang
tahun pelajaran 2006/2007?”

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model
pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) melalui
pemanfaatan LKS (Lembar Kerja Siswa) dibandingkan dengan model
pengajaran langsung terhadap hasil belajar matematika sub pokok bahasan
jajargenjang dan belahketupat pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Semarang
tahun pelajaran 2006/2007.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi siswa
a) Siswa menjadi senang dan tertarik terhadap matematika karena siswa
dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran.
b) Siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi sub pokok
bahasan jajargenjang dan belahketupat akan lebih cepat faham.

2. Bagi guru
a) Guru dapat memilih model pembelajaran yang efektif pada pokok
bahasan segiempat.

b) Sebagai motivasi untuk meningkatkan keterampilan memilih strategi
pembelajaran yang bervariasi dan dapat memperbaiki sistem
pembelajaran sehingga memberikan layanan yang terbaik bagi siswa.
3. Bagi penelitin

Dapat mempelajari lebih dalam model pembelajaran TAI (Team Assisted
Individualization) serta mendapat pengalaman dan pengetahuan dalam
melakukan penelitian.

E. Penegasan Istilah
Agar tidak terjadi pembiasan dan kesalahan penafsiran yang ada
dalam judul maka berikut ini dijelaskan beberapa istilah dan ruang lingkup
penelitian.

1. Keefektifan
Keefektifan artinya keadaan berpengaruh, keberhasilan terhadap usaha
atau tindakan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997: 266).
Keefektifan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keberhasilan dari
penggunaan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization)
melalui pemanfaatan LKS (Lembar Kerja Siswa) pada pembelajaran
matematika sub pokok bahasan jajargenjang dan belahketupat di kelas VII
SMP Negeri 11 Semarang. Indikator keefektifan ini apabila rata-rata hasil
belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran
TAI lebih baik daripada hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran
dengan model pengajaran langsung dan rata-rata hasil belajar kelas
eksperimen lebih tinggi atau sama dengan 65 atau telah mencapai
ketuntasan belajar.

2. Model Pengajaran Langsung.
Langkah dalam model pengajaran langsung pada model ini masih berpusat
pada guru, antara lain: fase persiapan, demonstrasi, pelatihan terbimbing,
umpan balik, dan pelatihan lanjut (mandiri).

3. Hasil Belajar
Hasil belajar menurut Catharina adalah perubahan tingkah laku yang
diperoleh siswa setelah mengalami aktivitas belajar.
Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar pada
aspek pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, dan pemecahan
masalah.

4. LKS (Lembar Kerja Siswa)
LKS (Lembar Kerja Siswa) merupakan salah satu jenis alat bantu
pembelajaran berupa lembaran kertas yang berisi informasi maupun
pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. LKS yang digunakan dalam
penelitian ini adalah LKS yang didesain oleh peneliti, dimana siswa akan
di bantu menemukan terbentuknya bangun segiempat, menemukan sifatsifat,
dan menemukan keliling dan luas daerah segiempat. LKS ini
dikerjakan oleh siswa secara berkelompok.
F. Sistematika Penulisan Skripsi

1. Bagian awal
Pada bagian ini memuat beberapa halaman yang terdiri dari halaman
judul, abstrak, halaman pengesahan, motto dan persembahan, kata
pengantar, daftar isi, dan daftar lampiran.
2. Bagian pokok
Bagian ini memuat 5 bab yang terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN, berisi latar belakang masalah, perumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan
istilah, dan sistematika penulisan skripsi.

BAB II LANDASAN TEORI, berisi tentang landasan teori, kerangka
berpikir, dan hipotesis penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN, berisi tentang populasi, sampel,
variabel penelitian, metode pengumpulan data, prosedur
penelitian, metode analisis data.

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN, berisi tentang
data-data hasil penelitian dan pembahasannya.

BAB V PENUTUP, berisi tentang kesimpulan dan saran.

3. Bagian akhir
Bagian ini memuat daftar pustaka yang digunakan dan lampiran-lampiran.

0 Response to "SKRIPSI MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (Team Assisted Individualization) MELALUI PEMANFAATAN LKS (Lembar Kerja Siswa) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN JAJARGENJANG DAN BELAHKETUPAT PADA SISWA KELAS VII SMPN 11 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2006/2007"

Post a Comment