iklan

JURNAL ILMIAH MAKNA METAFUNGSIONAL TEKS ILMIAH DALAM BAHASA INDONESIA PADA JURNAL ILMIAH: Sebuah Analisis Sistemik Fungsional




Masalah utama yangditeliti pada disertasi ini adalah bagaimana realisasi makna metafungsional (yang mencakup makna ideasional, makna interpersonal, dan makna tekstual) pada teks ilmiah yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan yang diterbitkan pada jurnal ilmiah. Data pada penelitian ini adalah empat artikel ilmiah di bidang biologi (untuk kelompok IPA/Sains), ekonomi (untuk kelompopk ilmu ekonomi), sosial (untuk kelompok ilmu sosial dan humaniora), dan bahasa (untuk kelompok ilmu sastra dan filsafat) yang dipil dari empat jurnal ilmiah yang terakreditasi di bidang-bidang tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap masing-masing teks tersebut menurut satuan-satuan leksikogramatika yang merealisasikan makna metafungsional dengan menggunakan pendekatan analisis wacana di bawah payung Linguistik Sistemik Fungsional.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna metafungsionalteks-teks ilmiah yang diteliti direalisasikan oleh satuan-satuan leksikogramatika pada tataran kelompok kata, tataran klausa, dan tataran wacana dalam wilayah makna ideasional, makna interpersonal, dan makna tekstual. Dalam merealisasikan makna metafungsional, secara umum teks-teks ilmiah yang diteliti memiliki ciri-ciri yang sama dan cenderung bersifat ilmiah-tulis secara ideasional, tetapi memiliki ciri-ciri yang relatif berbeda serta cenderung bersifat ilmiah-tulis secara interpersonal dan secara tekstual. Namun demikian, secara akumulatif kecenderungan untuk menuju ke ciri-ciri ilmiah-tulis lebih besar daripada  kecenderungan untuk menuju ke ciri-ciri non-ilmiah-lisan. Selain itu, persamaan dan perbedaan tersebut tidak disebabkan oleh pengelompokan tels-teks tersebut menurut bidang ilmu khusus (yaitu biologi, ekonomi, sosial, dan bahasa), tetapi oleh distribusi pemilihan satuan-satuan leksikogramatika pada masing-masing teks tersebut secara individual.

            Pada wilayah makna ideasional, semua teks yang diteliti menunjukkan ciri-ciri ilmiah-tulis sebagai berikut: (1) sederhana daris egi struktur klausa, seperti tercermin pada penggunan klausa simpleks yang lebih banyak dripada klausa kompleks; (2) padat akan informasi, seperti tercermin pada nominalisasi dan metafora gramatikal; (3) padat akan kata-kata leksikal, seperti tercermin pada jumlah kata leksikal yang lebih banyak daripada kata struktur; (4) banyak memanfaatkan istilah teknis yang perlu didefinisikan; (5) logis dalam hal hubungan logikosemik, hubungan konjungtif, dan hubungan antarleksis dalam rajutan leksikal; serta (6) faktual-obyektif dalam hal (i) dominasi penggunaan proses material dan proses relasional dengan Aktor serta Pennyandang dan Token (Token)  bukan manusia untuk menunjukkan bahwa teks-teks tersebut berisi tentang pokok persoalan yang dibahas, bukan tentang pelaku; (ii) penggunaan bentuk pasif untuk lebih memberikan tekanan kepada objek pembicaraan daripada pelaku; dan (iii) penggunaan genre faktual pada teks-teks tersebut.

            Pada wilayah makna interpersonal, teks-teks yang diteliti menunjukkan ciri-ciri ilmiah-tulis di satu pihak dan ciri-ciri non-ilmiah-lisan di pihak lain. Ciri ilmiah-tulis yang menonjol adalah bahwa semua klausa pada teks Biologi dan Teks Ekonomi, serta hampir semua klausa pada teks  Sosial dan Teks Bahasa adalah klausa Indikatif-Deklaratif yang berfungsi sebagai Proposisi-memberi untuk menyampaikan informasi tentang pokok persoalan yang dibahas secara monologis. Di pihak lain, ciri non-ilmiah-lisan yang tampak adalah bahwa pada Teks Sosial dan Teks Bahasa masih dijumpai klausa minor dan pada semua teks yang diteliti masih dijumpai klausa yang tidak gramatikal yang menimbulkan suasana dialogis.

            Pada wilayah makna tekstual, teks-teks yang diteliti juga menunjukkan ciri-ciri ilmiah-tulis di satu sisi dan ciri-ciri non-ilmiah-lisan di sisi lain. Secara tekstual, ciri-ciri ilmiah-tulis pada teks-teks yang diteliti ditunjukkan oleh: (1) penataan Tema Topikal Takbermarkah dan Tema Topikal Bermarkah yang bagus di tingkat klausa untuk memetakan wilayah  pengetahuan yang disajikan, termasuk penataan Hiper-tema dan Hiper-rema pada sebagian besar paragraf untuk menyatakan kekohesifan; dan (2) pengacuan efora untuk menunjukkan bahwa partisipan-partisipan yang diacu pada teks-teks yang diteliti adalah partisipan-partisipan yang diwakili oleh benda-benda yang diabstrakkan untuk memenuhi konsep generalitas, bukan benda-benda yang secara eksperiensial berada di sekitar manusia. Adapun ciri-ciri non-ilmiah-lisan secara tekstual tampak dari: (1) masih terdapatnya klausa minor pada Teks Sosial dan Teks Bahasa yang menyebabkan arus informasi pada tematisasi  terputus; (2) serta masih terdapatnya klausa yang tidak gramatikal pada semua teks yang diteliti yang menyebabkan kerekatan dan kepaduan tata organisasi teks terganggu; dan (3) masih terdapatnya sejumlah paragraf yang mengandung klausa minor pada Teks Sosial dan Teks Bahasa atau hanya mengandung satu klausa pada semua teks yang diteliti yang menyebabkan paragraf-paragraf tersebut tidak kohesif secara tematis di tingkat wacana, karena pola pengembangan paragraf dari sudut hubungan antara Hiper-tema dan Hiper-rema tidak dapat diidentifikasi.
            Dari segi register, teks-teks yang diteliti menunjukkan bahwa dalam hal Medan, semua teks menyajikan pokok persoalan yang jelas serta logikosemantik yang faktual dan logis, yang berarti bahwa teks-teks tersebut cenderung bersifat ilmiah-tulis, tetapi dari aspek Pelibat dan Moda, tidak semua teks menunjukkan ciri ilmiah-tulis. Dalam hal Pelibat, meskipun semua teks menunjukkan sikap afektif yang positif, Teks Biologi dan Teks  Ekonomi lebih menunjukkan ciri ilmiah-tulis (sebagaimana terungkap pada nada yang monologis serta status penulis dan pembaca yang setara) apabila  dibandingkan dengan Teks Sosial dan Teks bahasa (sebagaimana terungkap pada nada yang dialogis serta status penulis dan pembaca yang tidak setara). Dalam hal Moda, meskipun semua teks dislurkan melalui jurnal ilmiah serta cenderung mengandung ciri-ciri ilmiah-tulis dan non-ilmiah-lisan sekaligus, Teks Biologi dan Teks Ekonomi lebih menunjukkan ciri-ciri ilmiah-tulis daripada Teks Sosial dan Teks Bahasa.

            Dari segi genre, semua teks yang diteliti tergolong ke dalam genre artikel jurnal, yang dapat dibagi menjadi dua sub-genre, yaitu artikel penelitian untuk Teks Biologi, Teks Ekonomi, dan Teks Sosial, serta artikel non-penelitian untuk Teks Bahasa. Selain itu, teks-teks tersebut ditata dengan cara yang berbeda-beda, sebagaimana terlihat dari nama tahap-tahap pembabakan yang ada, dan tahap-tahap tersebut tidak mengikuti konvensi yang lazim berlaku, yaitu “Pengantar ^Metode^ Hasil^Pembahasan”. Perbedaan-perbedaan tersebut lebih disebabkan oleh faktor-faktor non-lingusitik (yaitu faktor-faktor yang berkaitan denagn isi yang disajikan) daripada faktor-faktor linguistik (yaitu faktor-faktor linguistik (yaitu faktor-faktor yang berkaitan dengan struktur teks menurut teori genre).

            Temuan-temuan di atas  mengandung implikasi pedagogis bahwa penulisan teks ilmiah yang berbasis pada genre (termasuk satuan-satuan leksikogramatika yang merealisasikan makna metafungsional) perlu diajarkan secara eksplisit terutama di jenjang pendidikan tinggi agar di kemudian hari mahasiswa sebagai calon ilmuwan mampu menulis teks ilmiah. Selain itu, pelatihan tentang penulisan teks ilmiah yang berbasis genre juga perlu diberikan kepada calon penulis teks ilmiah dan kepada pihak-pihak yang terkait dengan penerbitan teks ilmiah pada jurnal ilmiah agar teks ilmiah yang dihasilkan benar-benar memiliki ciri-ciri ilmiah secara ideasional, interpersonal, dan tekstual.

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "JURNAL ILMIAH MAKNA METAFUNGSIONAL TEKS ILMIAH DALAM BAHASA INDONESIA PADA JURNAL ILMIAH: Sebuah Analisis Sistemik Fungsional"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top