MAKALAH ADMINISTRASI PERKANTORAN PEMANFAATAN HASIL PENELITIAN IPTEKS BERUPA MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN KEARSIPAN DI SMK ADMINISTRASI PERKANTORAN



A.    PENDAHULUAN
1.      Analisis Situasi
Pendidikan merupakan perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat dengan perkembangan. Perkembangan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan. Demikian halnya dengan pendidikan menengah kejuruan sebagai pencetak calon tenaga kerja menengah, harus mampu mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan. Upaya antisipasi dilakukan agar proses dan materi pembelajaran di sekolah menengah kejuruan selaras dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/dunia industri, perkembangan dunia kerja, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Hasil observasi empirik di lapangan mengindikasikan, bahwa sebagaian besar lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) kurang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sulit untuk dilatih kembali, serta kurang mampu mengembangkan diri. Studi lain menggambarkan bahwa sebagian lulusan SMK tidak bisa diserap di lapangan kerja, karena kompetensi mereka belum sesuai dengan tuntuan dunia kerja. Hal tersebut disebabkan pembelajaran di SMK belum banyak mengembangkan kemampuan adaptasi dan soft skill, serta kurang relevansinya materi yang diajarkan kepada peserta didik.
Kompetensi manajemen kearsipan merupakan salah satu kompetensi vokasional yang sangat penting untuk mengembangan kemampuan adaptasi lulusan. Keberhasilan mengembangkan kompetensi tersebut akan mengantar pada kesuksesan lulusan SMK dalam meraih pekerjaan dan mengembangkan diri dalam kehidupan di masyarkat. Untuk itu diperlukan strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran manajemen kearsipan di SMK dengan menerapkan media pembelajaran berbasis komputer yang telah dikembangkan melalui penelitian.



2.      Tinjauan Pustaka
a.      Kompetensi Manajemen Kearsipan.
Kompetensi manajemen kearsipan merupakan salah satu kompetensi kejuruan yang dikembangkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SMK Program Keahlian Administrasi. Kompetensi manajemen kearsipan meliputi sub kompetensi :
1)      Menerima dan mendistribusikan surat masuk
2)      Menerima dan mendistribusikan surat keluar
3)      Mengelola surat yang penting dan yang harus diterima pada hari yang sama
4)      Melola dan mengirim email
5)      Menetapkan kebutuhan bahan dan alat kearsipan
6)      Memilih sistim yang sesuai
7)      Mengimplementasikan sistim kearsipan (KTSP SMK : 2007).

b.      Media Pembelajaran
1)      Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar (Azhar Arsyad, 2007 : 3). Association of Education and Communication Technology (AECT) memberikan definisi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi (Richey : 1994). Pendapat lain mengemukakan bahwa media adalah suatu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari seorang komunikator kepada komunikan (Suranto, 2005:18). Sedangkan Trini Prastati (2005:3) memberi makna media sebagai apa saja yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi ke penerima informasi.
Heinich dan kawan-kawan (1996:8) mengartikan media sebagai perantara yang mengantar informasi dari sumber kepada penerima. Dengan demikian televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah tergolong media. Apabila media tersebut membawa pesan-pesan atau informasi yang mengandung maksud dan tujuan pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.
Secara lebih khusus Briggs (1979) mengatakan media sebagai sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran. Sarana fisik tersebut dapat berupa buku, tape rekorder, kaset, kamera video, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan kompuiter. Sependapat dengan Briggs, Wang Qiyun & Cheung Wing Sum (2003), menyatakan bahwa dalam konteks pendidikan, media biasa disebut sebagai fasilitas pembelajaran yang membawa pesan kepada pembelajar. Media dapat dikatakan pula sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual dan peralatannya, sehingga media dapat dimanipulasi, dilihat, dibaca, dan didengar.
Dengan demikian media pembelajaran dapat dikatakan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis, yang dapat digunakan untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Atau dapat disimpulkan bahwa media merupakan komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
2)      Macam-Macam Media Pembelajaran
Media pembelajaran berkembang dari waktu ke waktu, seiring dengan perkembangan teknologi. Beberapa ahli menggolongkan macam-macam media pembelajaran dari sudut pandang yang berbeda.
Heinich (1996) menjabarkan media pembelajaran dalam bukunya meliputi : nonprojected media, projected media, audiomedia, motionmedia, computer mediated instruction, computer based multimedia and hypermedia, media radio and television. Nonprojected media berupa photographs, diagrams, displays, dan models. Projectedmedia terdiri dari slides, filmstrips, overhead transparencies, dan computer projection. Audiomedia berupa cassettes dan compact discs, sedangkan motionmedia berupa video dan film.
Azhar Arsyad (2007:29) mengelompokkan meda pembelajaran menjadi empat kelompok, yaitu media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio visual, media hasil teknologi komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.
Sementara Seels & Glasgow (1990 : 181-183) membagi media berdasarkan perkembangan terknologi, yaitu media dengan teknologi tradisional dan media dengan teknologi mutakhir. Media dengan teknologi tradisional meliputi : (a) visual diam yang diproyeksikan berupa proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, filmstrips; (b) visual yang tidak diproyeksikan berupa gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info; (c) audio terdiri dari rekaman piringan dan pita kaset; (d) penyajian multimedia dibedakan menjadi slide plus suara dan multi image; (e) visual dinamis yang diproyeksikan berupa  film, televisi, video; (f) media cetak seperti buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, berkala, dan hand out; (g) permainan diantaranya teka-teki, simulasi, permainan papan; (h) realita dapat berupa model, specimen (contoh), manipulatif (peta, miniatur, boneka).
Sedangkan media dengan teknologi mutakhir meliputi dibedakan menjadi : (a) media berbasis telekomunikasi diantaranya adalah telekonfrence dan distance learning; (b) media berbasis mikroprosesor terdiri dari CAI (Computer Assisted Instruction, Games, Hypermedia, CD (Compact Disc), dan Web Pembelajaran (Web Based Learning)
Penggolongan media yang lebih aktual dikemukakan oleh William W. Lee & Diana L. Owen (2004:55-56) dengan delapan tipe media pengiriman. Kedelapan media tersebut adalah instructor-led, computer-based, distance broadcast, web-based, performance support systems (PSS), dan electronic performance support systems (EPSS).
Berdasarkan macam-macam media tersebut di atas, menunjukkan bahwa media pembelajaran senantiasa mengalami perkembangan seiring kemajuan ilmu dan teknologi. Perkembangan media pembelajaran juga mengikuti tuntutan dan kebutuhan  pembelajaran, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
3)      Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Levie & Lents dalam Azhar Arsyad (2007) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompenstoris.
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Media gambar atau animasi yang diproyeksikan melalui LCD dapat memfokuskan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Hal ini berpengaruh terhadap penguasaan mater pelajaran yang lebih baik oleh siswa.
Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi. Misalnya, tayangan video gambar simulasi kegiatan kantor, video penggunaan mesin-mesin kantor, dan sejenisnya.
Fungsi kognitif media visual terlihat dari kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Sedangkan fungsi kompensatoris dari media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca.
Berdasarkan berbagai pendapat di atas, media pembelajaran sangat dirasakan manfaatnya dalam proses belajar mengajar. Secara umum, media pembelajaran bermanfaat untuk memperlancar interaksi dosen dan mahasiswa, dengan maksud membantu mahasiswa belajar secara optimal.
4)      Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Untuk menghasilkan media pembelajaran yang baik perlu dilakukan dengan menempuh prosedur yang benar dalam proses pengembangannya. Soulier sebagaimana dikutip oleh Sunaryo Sunarto (2002) menjelaskan bahwa tahapan pengembangan media khususnya yang berbantuan computer meliputi plan, development, dan evaluation. Sedangkan William W Lee dalam bukunya Multimedia Based Instructinal Design (2004) menguraikan lima tahap prosedur pengembangan media yang meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation.


B.     METODE KEGIATAN
1.      Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran dari kegiatan PPM ini adalah para guru Kearsipan SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran  di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.      Metode Kegiatan
Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini meliputi:
a.       Penelitian dan pengembangan, untuk menghasilkan produk media pembelajaran kearsipan berbasis komputer, yang telah dilakukan dalam kegiatan penelitian IPTEKS tahun 2008.
b.      Metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi, untuk diseminasi dan sosialisasi produk media pembelajaran kearsipan berbasis computer.
c.       Metode observasi untuk memantau pemanfaatan media pembelajaran kearsipan berbasis komputer oleh guru-guru di SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran.

3.      Langkah-Langkah Kegiatan PPM
Langkah-langkah yang dilakukan dalam PPM ini adalah: 1) pengembangan (pembuatan) multimedia interaktif untuk pembelajaran kompetensi Filing System; dan 2) pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer dalam pembelajaran kearsipan di sekolah. Proses pengembangan media pembelajaran berbasis komputer telah dilakukan dalam penelitian IPTEKS tahun 2008. Proses pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model yang dikembangkan oleh William W Lee & Diana L Owen (2004) yang meliputi tahapan: analisis, desain, pengembangan produk, implementasi, dan evaluasi.
Pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer dalam pembelajaran kearsipan di sekolah akan dilakukan dengan tahapan:
a.       Diseminasi hasil pengembangan media pembelajaran berbasis komputer kepada guru-guru kearsipan SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran.
b.      Demonstasi cara penggunaan media pembelajaran berbasis komputer kepada guru-guru kearsipan SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran.
c.       Pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer dalam pembelajaran kearsipan di SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran.

4.      Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kegiatan PPM ini adalah:
a.       Faktor pendukung
1).  Ketersediaan dana
2).  Kerjasama yang baik dari MGMP Administrasi Perkantoran propinsi DIY
3).  Kerjasama yang baik dari guru-guru Administrasi Perkantoran propinsi DIY
4).  Ketersediaan fasilitas laboratorium komputer yang cukup memadai untuk sosialisasi media
b.      Faktor penghambat
1).  Padatnya kegiatan di kampus sehingga kesulitan menentukan waktu pelaksanaan.
2).  Tidak semua sekolah memiliki fasilitas komputer untuk memanfaatkan media dalam pembelajaran di kelas.
3). Jarak sekolah yang cukup jauh sehingga kesulitan dalam melakukan pemantauan pemanfaatan medi di sekolah.

C.    PELAKSANAAN KEGIATAN PPM
Kegiatan PPM Inovatif ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian IPTEKS tahun 2008. Kegiatan ini berupa pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis komputer dalam pembelajaran Kearsipan di SMK program keahlian Administrasi Perkantoran. Media pembelajaran interaktif yang di sosialisasikan telah dikembangkan dalam penelitian IPTEKS. Sasaran dari kegiatan ini adalah guru-guru SMK program keahlian Administrasi Perkantoran terutama yang mengajarkan kompetensi Kearsipan.
Rekrutmen peserta kegiatan PPM untuk tahap Diseminasi dan Sosialisasi media dilakukan melalui kerjasama dengan MGMP Administrasi Perkantoran propinsi DIY. Nama-nama dan jumlah guru yang akan menjadi peserta di koordinasikan oleh pengurus MGMP tingkat propinsi. Seluruh peserta yang diundang sebanyak 22 orang, dari 21 sekolah.
Tahap kegiatan Diseminasi dan Sosialisasi media dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2009. Pelaksanaan tahap ini diselenggarakan di Laboratorium Komputer Jurusan Pendidikan Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.  Peserta yang hadir mengikuti diseminasi dan sosialisasi media berjumlah 19 orang. Terdapat 3 orang guru yang tidak hadir tanpa memberikan keterangan. Hasil dari diseminasi dan sosialisasi media adalah seluruh peserta yang hadir mampu mengoperasikan media dan bersedia untuk memanfaatkan dalam pembelajaran di sekolah. Namun karena materi yang dikembangkan dalam media merupakan materi yang sudah diajarkan, maka hanya sebagian guru yang dapat menerapkan dalam pembelajaran di sekolah semester ini.
Sekolah yang dapat mencoba memanfaatkan media pada semester ini adalah SMK Negeri 1 Bantul, SMK Negeri 1 Depok Sleman, SMK 17 Bantul, dan SMK Negeri 1 Pengasih kulon Progo. Pemanfaatan di 4 sekolah tersebut dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 7 Nopember 2009.
Media pembelajaran interaktif yang dikembangkan didesain untuk digunakan secara individual. Namun dikarenakan keterbatasan fasilitas komputer yang ada di sekolah, maka guru-guru memanfaatkan media tersebut secara klasikal. Akibat penggunaan secara klasikal ini, maka tampilan media melalui LCP Proyektor di depan kelas kurang maksimal, terutama tampilan teks yang kurang besar. Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan siswa, media yang digunakan sangat menarik dan interaktif. Para siswa menghendaki untuk diberi media setiap siswa satu CD media agar dapat menggunakan media tersebut secara individual.
Menyadari manfaat media dan pentingnya kemampuan mengembangkan media pembelajaran, para guru menghendaki diberi keterampilan membuat media interaktif berbasis komputer. Untuk memfasilitasi keinginan guru-guru tersebut, MGMP akan mengadakan pelatihan pengembangan media interaktif bekerjasama dengan pelaksana PPM.

D.    PENUTUP
1.      Kesimpulan
Kegiatan PPM Inovatif berupa pemanfaatan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran Kearsipan di SMK program keahlian Administrasi Perkantoran telah dapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar berkat kerjasama dengan MGMP Administrasi Perkantoran propinsi DIY.
Berdasarkan pengamatan terhadap pemanfaatan media pembelajaran interaktif di sekolah, sebagian besar sekolah hanya dapat memanfaatkan media tersebut secara klasikal. Seluruh siswa yang mengikuti pelajaran dengan menggunakan  media interaktif menyatakan senang dan lebih mudah menangkap materi yang disajikan.
2.      Saran
Pemanfaatan media pembelajaran interaktif idealnya dilakukan secara individual. Setiap siswa seharusnya mendapatkan 1 CD pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, agar dapat memproduksi media sesuai dengan jumlah siswa maka diperlukan dana yang lebih besar.







DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad. (2007). Media Pembelajaran (cetakan kesembilan). Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Chee, Tan Seng and Wong, Angela F.L. (2003). Teaching and learning with technology : an Asia-Pasific perspective. First Lok Yang Road, Singapore : Pearson Education Asia Pte. Ltd.

Depdiknas. (2007) KTSP SMK. Jakarta : Depdiknas

Gagne, Robert M. and Leslie J. Briggs. (1979) Priciples of instructional design. New York : Rinehart and Winston.

Heinich, R., Molenda, M., Russel, J. D., & Smaldino, S. E. (1996). Instructional media and technologies for learning (4th ed.). Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, Inc., A Simon & Schuster Company.

Lee, Willian W. & Owen, Diana L. (2004). Multimedia Based Instruktional Design. San Fransisco : Pfeiffer.

Seels, Barbara B & Rita C. Richey. 1994. Instructional technology : the definition and domains of the field. Washington, DC : AECT.

Seels, B.B. & Glasgow, Z. (1990). Exercises in instructional design. Columbus: Merril Publishing Company

Sunaryo Sunarto (September 2002). Pengembangan media pembelajaran berbasis TI. Makalah disajikan dalam Lokakarya Desain Pembelajaran, di Universitas Muhammadiyah Purworejo

Suranto. (2005). Komunikasi Perkantoran. Yogjakarta : Wahana Grafika

Wang Qiyun & Cheung W. Sum (2003). Designing hypermedia learning enviroments. Dalam Chee, T.S & Wong, A.F.L (Eds.), Teaching and Learning with Technology: An Asia-Pacific perspective (pp. 216-231). First Lok Yang Road, Singapore: Pearson Education Asia Pte. Ltd

0 Response to "MAKALAH ADMINISTRASI PERKANTORAN PEMANFAATAN HASIL PENELITIAN IPTEKS BERUPA MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN KEARSIPAN DI SMK ADMINISTRASI PERKANTORAN"

Post a Comment