DOWNLOAD MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA BUDAYA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL INDONESIA



1.   Latar Belakang Masalah

Kebudayaan Indonesia sangat erat kaitannya dengan identitas nasional. Dalam yang waktu dekat yang lalu (Indonesian Week di Jepang) terdapat kegiatan pengenalan budaya Indonesia di luar negeri. Dengan cara mengadakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan budaya Indonesia di luar negeri tersebut, budaya Indonesia jadi dapat dikenal dunia dan diakui oleh berbagai negara di dunia serta dapat mengetahui bahwa Indonesia memiliki berbagai macam budaya daerah yang masih belum di kenal bahkan di Indonesia itu sendiri.
Budaya Indonesia itu unik karena sudah lama dan merupakan gabungan dari berbagai kebudayaan di Indonesia. Hampir setiap pulau memiliki kebudayaan tersendiri bahkan ada yang lebih dari lima kebudayaan berbeda, contohnya saja seperti di Sulawesi Selatan di Tanah Toraja, mereka memiliki kebudayaan ketika orang meninggal diadakan upacara adat dengan menggunakan kerbau dan lain-lain sesuai dengan status keluarga tersebut. Beda halnya dengan kebudayaan Jawa (Jawa tengah atau Yogyakarta dan sekitarnya) ketika ada yang meninggal, mereka hanya melakukan upacara keagamaan biasa tidak seperti di Tanah Toraja. Oleh karena keanegaragaman itu, banyak pendatang dari luar yang mencoba mengadopsi budaya Indonesia, mereka melakukan itu karena mereka tertarik dan cinta akan budaya kita.
Sejarah terbentuknya Indonesia juga unik, dikarenakan banyaknya budaya yang hadir ke Indonesia dan menciptakan budaya lain seperti sekarang ini. Berbagai macam budaya juga berbeda antar kerajaan yang pernah singgah di Indonesia, seperti budaya Hindu-Budha, Islam, Kristen dan lain-lain. Oleh karena sejarah kuat yang kita miliki, para pelancong pun mencoba mempelajarinya dan mengembangkannya di luar negara Indonesia.
1
Sehingga di zaman yang sudah globalisasi ini, identitas nasional Indonesia hampir hilang, larut dengan kebudayaan bangsa lain, sehingga rasa cinta dan bangga menjadi Indonesia tidak terasa di dalam negeri ini. Sepertinya itu semua dikarenakan kurangnya masyarakat Indonesia yang memperkenalkan identitas atau kebudayaan yang dimiliki Indonesia kepada negeri sendiri, bahkan ke luar negeri. Dengan itu diperlukan suatu kegiatan yang dapat memperkenalkan identitas nasional Indonesia di dalam negeri dan ke luar negeri, sehingga dapat meningkatkan rasa nasionalisme yang tinggi, rasa cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia.

2.   Rumusan Masalah

a.    Mengapa Warga Negara Asing tertarik budaya Indonesia ?
b.    Bagaimana perkembangan budaya Indonesia di mata dunia ?
c.    Bagaimana Indonesia mempertahankan kebudayaan sebagai identitas nasional ?

3.      Tujuan

a.       Dapat meningkatkan rasa cinta tanah air
b.      Dapat menunjukkan bahwa Indonesia telah dikenal dan diakui oleh dunia
c.       Dapat memotivasi rakyat Indonesia untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia agar tidak terjadi plagiat oleh negara lain
d.      Dapat meyakinkan rakyat Indonesia bahwa budaya Indonesia itu bisa di terima di berbagai negara di dunia

4.      Manfaat

Manfaat yang dapat di petik adalah kita dapat lebih mudah mengenalkan dan menunjukan identitas negara kita melalui kebudayaan asli Indonesia pada dunia luar dengan cara yang mudah dan lebih effisien agar tidak ada negara lain yang dengan mudahnya mengklaim/mengakui budaya asli Indonesia, serta kita dapat mengajarkan keanekaragaman budaya yang kita miliki pada bangsa lain, menimbulkan keingintahuan terhadap budaya kita yang beragam ini, dan menimbulkan rasa cinta tanah air bagi rakyat Indonesia sendiri khususnya bagi kawula muda yang sudah mulai tercemar budaya asing, dampak menguntungkan lainnya adalah dapat mendatangkan turis internasional yang ingin lebih mendalami budaya Indonesia atau mengunjungi tempat-tempat cagar budaya Indonesia yang masih tercaga keasliannya hal tersebut sangat menguntungkan karena dapat mendatangkan keuntungan dari pendapatan tempat wisata setempat, tokoh-tokoh budayawan, dan defisa bagi negara. Serta dapat memacu rakyat Indonesia dalam menjaga dan melestarikan identitasnya.

 

BAB II


TINJAUAN PUSTAKA


1.   Pengertian Identitas Nasional

Identitas Nasional pada hakikatnya merupakan "manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu nation (bangsa) dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hldup dan kehidupannya". (Wibisono Koento:2005).
 Identitas nasional merupakan sifat khas bangsa Indonesia yang menerangkan jati diri bangsa sesuai dengan cirri-ciri diri, golongan, kelompok, komunitas yang melekat pada kelompok yang lebih besar atau yang bangsa yang diikat oleh kesamaan fisik (budaya, agama dan bahasa) dan non fisik (cita-cita dan tujuan). (Rangkuti, Parlaungan Adil:2007).
4
Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminologi antropologi, identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan sendiri, kelompok sendiri
4
, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama, dan bahasa, maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompok-kelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang pada akhirnya melahirkan tindakan kelompok (colective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bisa dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme. Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang "dihimpun" dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh "Bhinneka Tunggal Ika" sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat Identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, sistem pemerintahan yang diharapkan, serta dalam nilai-nilai etik dan moral yang secara normatif diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilai-nilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tersebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang "terbuka" yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa Identitas Nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat.

2.      Pengertian budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

3.      Pengertian Kebudayaan Nasional

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni: Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

4.      Perbedaan Asimilasi dan Alkulturasi

Asimilasi atau assimilation adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar belakangan kebudayaan yang berbeda-beda yang saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan-kebudayaan/golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan unsur-unsurnya, masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran. Secara singkat, asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
Sedangkan Akulturasi (acculturation atau culture contact) adalah proses social yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Secara singkat, akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.






BAB III


PEMBAHASAN


1.   Mengapa Warga Negara Asing tertarik budaya Indonesia ?

Menurut Kaelan (2007:18) Kelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat,ciri khas serta keunikan sendiri-sendiri, yang sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional tersebut. Adapun faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas bangsa Indonesia meliputi 1. Faktor objektif yang meliputi factor geografis, ekologis dan demografis. 2. Faktor subjektif yaitu faktor,historis, sosial, politik dan kebudayaanyang dimiliki bangsa Indonesia.
Menurut Prince (2010:01) Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa. Sehingga kebudayaan dapat dijadikan tolak ukur indentitas nasional suatu bangsa.
Dewasa ini seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi banyak cara untuk mendapatkan info tentang keanekaragaman budaya khususnya Indonesia. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kekayaan. Salah satu kekayaan Indonesia adalah kebudayaannya, Indonesia memiliki beraneka ragam kebudayaan, dari Sabang sampai Merauke, semua daerahnya memiliki kebudayaan dan ciri khasnya masing-masing, mulai dari pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, dan lain-lain. Hal-hal tersebutlah yang menjadi daya tarik warga negara asing untuk mengetahui atau mempelajari lebih dalam lagi tentang budaya Indonesia, banyak warga negara asing yang datang ke Indonesia untuk mempelajari lebih dalam bahkan sampai ada dari beberapa warga negara asing yang berminat untuk pindah sebagai warga negara Indonesia.

2.      Bagaimana perkembangan budaya Indonesia di mata internasional?

9
Di mata dunia budaya Indonesia bisa dikatakan digemari oleh banyak negara, hal ini terbukti dengan adanya “Indonesian Week” yang menjadi primadona di kampus Asia Pacific University (APU). Antusiasme penonton pada festival ini sangat baik, terbukti para penonton sudah mengantri sejak pukul 3 sore untuk mendapatkan tempat duduk di hall yang berkapasitas 800 tempat duduk padahal acaranya baru dimulai jam 7 malam.
Meski budaya kita digemari oleh negara lain anehnya, justru masyarakat luar negeri lah yang lebih antusias mempelajari dan memakai kekayaan budaya kita. Bagaimana dengan kita? Kejadian ini seharusnya bisa menjadi tamparan bagi kita yang terlalu acuh tak acuh akan budaya sendiri, sungguh menyedihkan. Bukti nyata yang lebih mencolok tampak dari perilaku remaja saat ini. Banyak dari kita justru lebih bangga dengan produk dan budaya luar negeri seperti : Rolex, Gucci, break dance, shufflin dance.  Sedangkan terhadap  budaya kita sendiri malah menjadi rasa malu. Mungkin jika disuruh memilih, kita akan lebih  memilih jalan-jalan ke mall ketimbang pergi latihan tari Jaipong. Ada apa dengan kita? Melestarikan budaya adalah kewajiban setiap lapisan masyarakat. Satu kata yang bisa kami kutip dari sebuah buku adalah, Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Mencintai Kebudayaannya. Jika bangsa Indonesia ingin lebih baik kedepannya, langkah awalnya hanya memulai dari mencintai kebudayaan kita sendiri. Selain itu banyak yang mengklaim kebudayaan Indonesia sebagi kebudayaan negara lain, itu dikarenakan bahwa budaya Indonesia mempunyai ciri tersendiri, dan mempunyai nilai tambah di mata dunia. Untuk itu kita harus dapat mempertahankannya, agar identitas Nasional Indonesia tetap terjaga.

3.      Bagaimana Indonesia mempertahankan kebudayaan sebagai identitas nasional?

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan sumber alam nya yang melimpah. Bangsa Indonesia sendiri merupakan bangsa yang multi yaitu multibahasa dan multibudaya yang apabila dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan devisa negara yang nantinya dapat memakmurkan Masyarakat Indonesia. Budaya Indonesia itu banyak sekali yang berasal dari berbagai propinsi yang ada di Indonesia. Budaya Indonesia tersebut biasanya dapat berupa pakaian adat, tarian daerah, atau apa saja merupakan identitas nasional dari suatu bangsa. Indonesia yang merupakam kumpulan pulau-pulau dari sabang sampai merauke pastilah banyak menyimpan berbagai budaya. Budaya tersebut merupakan aset bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. Tetapi pada kenyataannya budaya Indonesia sekarang ini sudah banyak di klaim atau akui oleh negara lain. Seperti halnya batik yang merupakan budaya bangsa Indonesia tetapi di klaim oleh bangsa lain menjadi milik bangsa tersebut. Tidak hanya batik saja yang di klaim oleh bangsa lain masih banyak lagi seperi Tari Bali yang jelas-jelas milik Bali tetapi diakui oleh bangsa lain yaitu Malaysia.Berikut adalah beberapa budaya Indonesia yang di klaim atau diakui Negara lain: alat Musik Angklung, Lagu Jali-Jali, Lagu Jali-Jali dari Sumatera Barat, Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku, Motif Batik Parang dari Yogyakarta, Alat Musik Gamelan dari Jawa, Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur, dan masih banyak lainya. Budaya bangsa yang beraneka ragam lainnya dapat diklaim oleh bangsa lain jika bangsa Indonesia tidak berusaha untuk melestarikan dan memajukan kekayaan yang kita miliki.
Melihat banyaknya budaya bangsa kita yang di klaim bangsa lain. Usaha yang dilakukan sekarang hendaklah bukan hanya reaksi sesaat yang timbul karena adanya aksi yang membuat seluruh komponen negara menjadi panas dan bergerak cepat untuk menarik pengakuan bangsa tersebut dengan segala bukti yang ada. Bukan hanya pihak pemerintah yang sibuk, tetapi terlihat dari masyarakat yang gencar menunjukkan kebudayaan bangsa dengan pemakaian batik misalnya, bisa terlihat dari banyaknya busana batik yang digunakan dan naiknya produksi batik. Keadaan seperti inilah yang terus harus dijaga, bukan hanya terhadap batik saja tetapi juga dengan keragaman budaya kita yang lain yaitu lagu daerah, pakaian adat, rumah adat, alat musik daerah, tari daerah. Untuk mempertahankan identitas nasional sebenarnya bukan hal yang sulit, kita dapat mempertahankan budaya bangsa dengan cara melestarikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya menggunakan baju batik, menyanyikan lagu-lagu khas daerah masing-masing. Dan untuk itu semua perlu adanya peran dari pemerintah dan masyarakat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mempertahankan identitas bangsa tersebut. Pemerintah berkewajiban untuk mendorong masyarakat baik lewat program wajib menggunakan batik di instansi pemerintahan dan sekolah, atau dengan iklan layanan masyarakat tentang budaya bangsa Indonesia dan mengajak masyarakat turut bekerja untuk melestarikannya. Dan masyarakat sendiri harus menyadari pentingnya budaya bangsa dan dapat melestarikannya dimulai dari keluarga masing-masing. Dengan adanya kerja sama dan kesadaran pemerintah serta masyarakat tentang keragaman budaya, maka budaya tersebut budaya  dapat dipertahankan dan tentunya tidak ada lagi pengakuan terhadap apa yang kita miliki oleh negara lainnya.
Selain itu identitas nasional bangsa Indonesia dapat dipertahankan, dengan cara pengenalan budaya Indonesia sebagai identitas bangsa terhadap bangsa lain atau negara lain. Sehingga bangsa lain dapat mengenal identitas nasional kita dan tidak akan ada lagi yang mengklaim budaya Indonesia.

4.      Bagaimana kaitan Undang-Undang Dasar dengan kebudayaan Indonesia?

                   Kaitan kebudayaan Indonesia dalam UUD 1945 terlihat dari UUD 1945 Pasal 32, yang berbunyi (1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. (2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.
                   Dari amanat UUD 45 sudah sangat jelas bahwa negara mempunyai kewajiban dalam mempertahankan dan memelihara kebudayaan di Indonesia.


  


BAB IV


PENUTUP


1.   Kesimpulan

          Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Ciri khas tersebut dapat kita lihat dari perilaku masyarakat Indonesia sehari-hari secara umum dan juga kebudayaan serta atribut-atribut khas yang dimiliki bangsa Indonesia. Sehingga kebudayaan Indonesia dapat dijadikan tolak ukur identitas nasional suatu bangsa yaitu Indonesia.
          Indonesia memiliki beraneka ragam kebudayaan, dari Sabang sampai Merauke, semua daerahnya memiliki kebudayaan dan ciri khasnya masing-masing, mulai dari pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, dan lain-lain. Hal-hal tersebutlah yang menjadi daya tarik warga negara asing untuk mengetahui atau mempelajari lebih dalam lagi tentang budaya Indonesia, banyak warga negara asing yang datang ke Indonesia untuk mempelajari lebih dalam bahkan sampai ada dari beberapa warga negara asing yang berminat untuk pindah sebagai warga negara Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia sudah dikenali oleh banyak negara lain.
          Tetapi disisi lain terdapat negara lain yang ingin merebut kebudayaan kita dengan mengklaim bahwa itu kebudayaan mereka, sehingga kita semua harus sadar dan bangkit untuk dapat mempertahankan kebudayaan kita yang menjadi identitas nasional Indonesia. Untuk itu semua perlu adanya peran dari pemerintah dan masyarakat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mempertahankan identitas bangsa tersebut.

2.      Solusi dan Saran

          Cara untuk dapat mempertahankan kebudayaan Indonesia yang dijadikan sebagai Identitas Nasional antara lain :
1.       
13
Hargai Kebudayaan Sendiri maupun Kebudayaan Negara lain. Contoh: kita jangan sampai meremehkan bahasa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia itu merupakan identitas kita bersama dalam berdaulat dan bernegara, kita jangan sampai mempelajari bahasa lain tetapi bahasa kita sendiri kita lupakan.
2.        Belajar mencintai kebudayaan untuk menimbulkan rasa ingin tahu untuk mengenal kebudayaan bangsa kita. Contoh: Melatih kreatifitas kita dalam seni-seni kebudayaan indoensia
3.        Jangan mudah terpengaruh oleh budaya lain, dengan cara:
·         Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk  dan kebudayaan dalam negeri.
·         Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
·         Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
·         Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.
·         Memperkuat dan mempertahankan jatidiri bangsa agar tidak luntur.
4.        Jadikan Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia sebagai identitas yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain.
5.        Mengenalkan identitas nasional ke negara lain misalkan dengan cara melakukan acara pagelaran seni di Negara lain sehingga Negara lain mengetahuin kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia.




LAMPIRAN


1.   Artikel dari Internet

Indonesian Week' Siap Digelar di Kampus APU Jepang
Penulis : M Latief | Senin, 2 Juli 2012 | 11:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rasa cinta dan bangga menjadi Indonesia akan lebih terasa bila kita berada di luar negeri. Rasa itulah yang menggelora di dada para mahasiswa Indonesia di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Beppu, Jepang, dalam rangkaian 'Indonesian Week'.
'Indonesian Week' merupakan ajang perkenalan budaya Indonesia kepada mahasiswa di Kampus APU, yang terletak di kota Beppu, wilayah Oita, atau sekitar 1000 km sebelah barat laut kota Tokyo. Sebagai acara tahunan, 'Indonesian Week 2012' digelar dengan menampilkan berbagai penampilan seni dan budaya Indonesia selama sepekan, mulai 3-8 Juli 2012.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama sepekan, tema Indonesia akan semarak di Kampus APU dengan aneka pertunjukan yang ditampilkan, mulai dari pameran kerajinan, parade seni, konser musik dangdut, festival kuliner, hingga acara puncak berupa Pergelaran Budaya yang menampilkan berbagai atraksi tarian dan seni Indonesia.
"Banyak sekali pihak yang khawatir, jika kita banyak berhubungan dengan orang asing berbeda budaya, bukankah identitas kita semakin nyaris hilang tak berbekas. Berdasarkan pengalaman saya, hal itu tergantung diri kita masing-masing. Jika kita ingin larut, memang gampang sekali identitas diri kita hilang larut dalam budaya lain. Tetapi, jika kita pandai-pandai berbuat dan mengemas apa yang kita miliki, justru identitas kita diakui orang lain. Intinya adalah kemauan kita bekerja keras dan mencari strategi jitu mengemasnya," ujar Dahlan Nariman Vice-Dean of Admissions, Associate Professor, Education Development and Learning Support Center (EDLSC) di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Japan, di Fukuoka, Senin (2/7/2012).
15
Ia menuturkan, dilaksanakan pertama kali sebagai bagian dari Multi-Cultural Week pada 2002, kegiatan ini awalnya hanya sekadar kegiatan sederhana kelompok mahasiswa dari beberapa negara untuk memperkenalkan bahasa dan budayanya ke mahasiswa negara lain. Seiring waktu, kegiatan ini berkembang dengan kegiatan promosi identitas Negara yang semakin kompleks.
"Intinya misinya tetap sama, yaitu mempromosikan budaya masing-masing Negara," ujar Dahlan.
Terbukti, hal menarik dari pertunjukan tersebut adalah para penari yang tampil bukan hanya mahasiswa Indonesia, namun juga mahasiswa internasional dari berbagai suku bangsa, mulai dari Perancis, Amerika, Ghana, Bolivia, termasuk dari Jepang dan Cina. Untuk Tari Saman sendiri, bahkan hanya dua orang penarinya yang berasal dari Indonesia, selebihnya mahasiswa asing.
"Aktivitas-aktivitas akademik dan non-akademik tersebut yang di-setting secara sengaja atau tidak sengaja oleh pihak universitas, sebenarnya menjadi arena pembentukan jiwa lulusannya. Dan jiwa-jiwa itulah yang dianggap sedang matching dengan kondisi bursa kerja di era globalisasi ini. Karena itulah lulusan APU sedang banyak dinantikan perusahaan multi-nasional untuk beraktifitas di arena global," papar Dahlan.
Pada akhirnya, lanjut Dahlan, setiap tahun mahasiswa dari beberapa negara berpikir keras untuk menggali, identitas dan budaya apa yang dimiliki negaranya. Kemudian, mereka bekerja keras mengemas cara agar bisa diterima dan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh warga "kampung global" di Kampus APU ini.
"Mereka juga merekrut orang-orang di luar negaranya untuk mengorganisasi dan bermain bersama di event ini. Jadi, kolaborasi antar negara terjadi juga di sini," kata Dahlan.
Tanpa disadari, gelaran Multi-Cultural Week telah menjadi ajang penggugah nasionalisme dan pencarian identitas berbagai orang dari masing-masing nagaranya, termasuk juga menjadi ajang belajar berkolaborasi dengan orang-orang dari latar belakang budaya berbeda.
Satu hal paling membanggakan, berdasarkan pengamatannya setiap tahun, Indonesian Cultural Week, menjadi cultural week primadona di Kampus APU. Setiap tahun, lanjut Dahlan, penonton telah berjajar mengantre puluhan meter sejak pukul 3 sore, untuk mendapatkan tempat duduk di hall yang berkapasitas 800 tempat duduk. Padahal, biasanya acara baru dimulai sekitar jam 7 malam."Ini terbukti dengan antusiasme warga APU menanti dan mengikuti Indonesian Week setiap tahun selama empat tahun terakhir.



DAFTAR PUSTAKA



Anonymous. (2012). Budaya. Diambil kembali dari Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
Anonymous. (2012). Budaya Indonesia. Diambil kembali dari Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Kebudayaan_nasional
Anonymous. (2012). Definisi Budaya. Diambil kembali dari Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Definisi_Budaya
Kaelan, & Zubaidi. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Pertama. Yogyakarta: Peragdima.
Prince. (2010). Identitas Nasional. Diambil kembali dari http://prince-mienu.blogspot.com/2010/01/identitas-nasional.html
Rangkuti, P. A. (2007). Membangun Kesadaran Bela Negara. Bogor: IPBPress.
Subasti, B. (2010). Alkulturasi dan Asimilasi. Diambil kembali dari http://id.shvoong.com/social-sciences/anthropology/2097802-akulturasi-dan-asimilasi/

0 Response to "DOWNLOAD MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA BUDAYA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL INDONESIA"

Post a Comment