TARGET 24 JAM MENGAJAR BANYAK DIKELUHKAN GURU, PEMDA INGIN KEMDIKBUD MENGKAJI ULANG ATURAN TERSEBUT

Rppkurikulum2013.org  - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,, Selamat siang rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, siang ini rppkurikulum2013.org akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,,

Target 24 jam mengajar sebagai persyaratan pengajuan tunjangan sertifikasi mendapat keluhan dari para guru. Pasalnya, sejumlah guru yang mengajar di sekolah pelosok, sebagian kesulitan memenuhi target tersebut. Jika guru yang bersangkutan ingin menambah jam mengajar di sekolah lain, lokasinya belum tentu terjangkau.



Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen), Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar Tulus Sutopo mencontohkan, guru yang mengajar di sekolah-sekolah di kawasan kepulauan Kecamatan Anggana. Di kawasan tersebut, rata-rata hanya terdapat satu sekolah untuk masing-masing jenjang. Bagi guru yang mengajar di daerah terpencil tersebut, seolah menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Pasalnya, jumlah jam mengajar tak sampai 24 jam dalam seminggu. Untuk mengajar di tempat lain, lokasinya cukup jauh, sehingga dari biaya transportasi dan waktu dipastikan tak efisien. "Jadi guru-guru yang mengajar di lokasi terpencil dan di pelosok ini jadi hilang kesempatan untuk mendapat tunjangan sertifikasi. Mau menambah jam di sekolah lain juga tidak mungkin, karena terkendala efisiensi waktu dan biaya," ujar Tulus.

Ia menyatakan, Disdik Kukar bakal melayangkan surat terkait kondisi tersebut ke Kemendikbud untuk pengkajian ulang. Hal itu agar Kemendikbud mengeluarkan aturan yang membahas regulasi khusus untuk sistem sertifikasi guru di daerah pelosok Kukar. Persoalan lain yang dikeluhkan juga terkait aturan enam jam mengajar bagi kepala sekolah yang ingin mengajukan tunjangan serupa. Meski lebih sedikit dibanding beban mengajar guru, namun besarnya tanggung jawab kepala sekolah dianggap menyulitkan. Selain harus mengurus pengelolaan keuangan sekolah, kepala sekolah juga memiliki beban lain di luar urusan mengajar. "Jadi jangan sampai karena harus memenuhi beban mengajar, urusan pokok sebagai kepala sekolah terabaikan," tambahnya.

Berdasarkan data Kaltim Post dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar, kabupaten dengan APBD terbesar di Indonesia ini memiliki 1.081 sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA. Dengan rincian, sekolah negeri 579 unit dan sekolah swasta terdapat 502 unit. Sedangkan total guru berjumlah 13.800. Guru yang berstatus PNS berjumlah 8.843. Tenaga harian lepas (THL) sekitar 4.957 orang.

Menurut edaran dari Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 14501/B/GT/2016 tentang Sertifikasi Guru, disebutkan bahwa  terhitung 1 April 2016, baru 1.638.240 guru se-Indonesia yang sudah disertifikasi. Tenaga guru yang belum disertifikasi sebanyak 555.467 guru. Dengan rincian 116.770 guru untuk kategori pengangkatan periode 2005. Sementara sekitar 438.697 lainnya diangkat dalam periode 2006-2015. Untuk target proses sertifikasi guru yakni hingga 2019.

Di Kutai Kartanegara (Kukar), jumlah guru di tingkat SD yang sudah tersertifikasi sebanyak 3.628 guru, tingkat SMP sebanyak 1.117 guru, SMA sebanyak 461 guru, dan SMK sekitar 172 guru. Jumlah tersebut masih jauh tertinggal dengan jumlah guru di Kukar. Bahkan ribuan guru di antaranya berstatus mengajar dengan pelajaran yang tidak linear, sehingga sulit mengejar persyaratan tunjangan sertifikasi. Selain itu, guru yang berprestasi juga tak sedikit yang tak dapat mengajukan tunjangan sertifikasi karena aturan 24 jam mengajar. 

Sumber : prokal

Demikian info yang dapat rppkurikulum2013.org berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua........

0 Response to "TARGET 24 JAM MENGAJAR BANYAK DIKELUHKAN GURU, PEMDA INGIN KEMDIKBUD MENGKAJI ULANG ATURAN TERSEBUT"

Post a Comment